SSB ASIFA Bidik Semi-Final Turnamen Di Swedia

ASIFA merupakan salah satu dari lima tim asal Indonesia yang ambil bagian di Gothia Cup 2016.

Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) menargetkan lolos semi-final turnamen U-14 dan U-15 putra Gothia Cup yang berlangsung 17-23 Juli di Gothenburg, Swedia.

ASIFA menjadi satu dari lima tim asal Indonesia yang ambil bagian di turnamen ini. ASIFA mengirim dua tim yang tampil di kelompok U-14 dan U-15. Di kelompok U-14, ASIFA tergabung di Grup 43 bersama duo tuan rumah FC Burlov dan Arsta FF, serta Accademia I.C. (Italia). ASIFA akan mengawali perjalanan mereka, Senin (18/7) melawan Arsta FF.

Sedangkan kelompok U-15, ASIFA tergabung dengan tiga tim tuan rumah, yakni Skultorps IF/Vambs IF, Karlslunds IF HFK, dan Sigtuna IF di Grup 37. ASIFA mengawali pertandingan melawan Sigtuna IF, Senin (18/7).

Di kelompok U-15 ini ada juga dua wakil Indonesia. ASIOP Apacinti berada di Grup 21 bersama Gerdskens BK    dan Ahus Horna BK     (Swedia), serta SC Nienstedten (Jerman). Sementara LKG-SKF Indonesia di Grup 43 bersama Manchester Grammar School (Inggris), serta Korsnas IF, Enskede IK 3, dan Vanersborgs IF 2 (Swedia).

Sementara Topskor Indonesia ambil bagian di kelompok U-13 putra. Mereka berada di Grup 10 bersama dua wakil Swedia, Orgryte IS dan IFK Hassleholm 2, serta Marin FC (Amerika Serikat).

Garuda Keadilan FC juga ikut serta di turnamen ini. Mereka menjadi peserta kelompok U-16, dan berada di Grup 15 bersama IFK Orby dan Pitea IF (Swedia), serta Precor (Uni Emirat Arab).

“Kita selalu mengarahkan pemain untuk berkembang. Melalui Gothia Cup ini mereka di uji. Apalagi pertandingan internasional baru mereka rasakan pertama kali untuk kelompok umur ini, tentu akan menjadi sebuah pengalaman baru bagi para pemain. Tapi kami tetap berharap bisa ke semi-final,” ujar Aji Santoso, pemilik ASIFA.

“Kami sebenarnya juga pernah mengirimkan wakil ke Malaysia, namun kebetulan pemainnya berbeda. Selain di Gothia, kita juga mengikuti turnamen di Denmark, Dans Cup namanya. Tapi kita tidak membentuk tim untuk menang di tingkat grassroot.”

Sementara itu pelatih ASIFA Putu Gede menyatakan, anak asuhnya sudah siap secara fisik dan mental. Gemblengan dari pelatih berpengalaman membuat mereka berkembang dengan sangat baik.

“Di luar negeri mungkin yang menjadi masalah adalah cuaca. Meskipun di sana sedang musim panas, negara yang kita tuju adalah Swedia yang tentu berbeda dengan Eropa daratan,” ucap Putu Gede. (gk-48)

Topics