Start Believing: Resep Rahasia Luis Fernandez

Seri terkini tentang keyakinan yang kuat di dunia sepakbola mengisahkan kebiasaan Luis Fernandez menabur garam ke lapangan.

Luis Fernandez adalah salah satu karakter yang menarik di sepakbola Prancis sejak 1970-an. Pertama sebagai pemain dan kemudian sebagai pelatih. Saat ini dia masih aktif sebagai pundit radio dan televisi. Sosoknya masih menyita perhatian publik Prancis berkat sikap yang eksentrik. Takhayul yang biasa dilakukan Fernandez kian terkenal saat dirinya menjadi pelatih di awal 1990-an.Salah satu bentuknya adalah menabur garam di beberapa area lapangan yang berbeda sebelum pertandingan. Kebiasaan itu dilakukan agar timnya dinaungi nasib baik. Fernandez bukan satu-satunya orang yang melakukan ritual ini. Pernah pada 1980-an presiden Pisa Romeo Anconetani berupaya menghabiskan 25 kg garam di empat penjuru lapangan Stadion Arena Garibaldi. Jika Anconetani melakukannya terang-terangan, tidak demikian dengan Fernandez.

"Di kotak penalti, di depan bendera tendangan penjuru, di titik penalti, dan di garis gawang," ungkap Fernandez tahun lalu. "Saya selalu berhasil melakukannya tanpa sepengetahuan orang. Misalnya saat kami melakukan inspeksi lapangan atau selama sesi latihan di stadion. Saya mengantungi garam dan kemudian menaburnya sedikit demi sedikit tanpa memancing perhatian orang lain. Takhayul hal yang janggal, sesuatu yang Anda simpan untuk diri sendiri, dan hanya untuk diri sendiri. Kalau ada yang tahu, semuanya berantakan!"Di lapangan, Fernandez menjadi figur sentral timnas Prancis dan dikenal menjadi bagian dari Segiempat Ajaib - Carre Magique - saat menjuarai Euro 1984. Kebiasaan unik Fernandez dibawanya saat melatih, salah satunya adalah dengan mengulum permen loli di bangku cadangan di setiap pertandingan.Ikuti pembahasan soal cerita-cerita unik tentang keyakinan di #startbelieving atau kunjungi http://www.puma.com/footballclub untuk informasi lebih lanjut tentang PUMA

Topics