Statistik Final Liga Europa 2015/16

Klopp tidak pernah menang di empat finalnya, baik di Eropa maupun kompetisi lokal. Apakah ia memiliki peruntungan baik kontra Sevilla?

Liverpool dan Sevilla akan bertemu di final Liga Europa musim 2015/16 yang akan berlangsung di St Jakob Park Stadium, Basel, Kamis (19/5) dini hari WIB.

Sevilla berpeluang menjadi tim pertama yang mampu juara tiga kali secara beruntun di Liga Europa, namun di sisi yang lain, Liverpool juga memiliki rekor yang bagus kontra tim-tim Spanyol di final kompetisi ini.

Pusat perhatian layak dialamatkan kepada manajer Liverpool Jurgen Klopp, yang mulai menangani The Reds sejak Oktober 2015 lalu. Faktanya, pelatih asal Jerman itu selalu kalah dari empat final terakhirnya: di Liga Champions bersama Borussia Dortmund pada 2013 (lawan Bayern Munich); Piala Jerman pada 2014 (lawan Bayern Munich), dan pada 2015 (lawan Wolfsburg); Piala Liga bersama Liverpool pada 2016 (lawan Manchester City). Mampukah ia memiliki nasib baik di final kali ini?

Ini merupakan pertemuan pertama kali antara Liverpool dan Sevilla di kompetisi Eropa. Kedua tim memiliki statistik yang bagus tiap kali bermain di final. Berkat bantuan Opta, kami menyajikan untuk Anda statistik berikut ini.

STATISTIK LIVERPOOL
  • Sevilla dan Liverpool selalu menang di semua final mereka di Liga Europa/Piala UEFA: 4/4 dan 3/3. Sebenarnya, tidak ada tim yang memenangi kompetisi sesering klub asal Andalusia itu.
  • Ini merupakan final Eropa pertama bagi Liverpool sejak 2007, ketika mereka menghadapi AC Milan di partai puncak Liga Champions, namun kalah 2-1.
  • Ini akan menjadi final Eropa yang ke-12 bagi Liverpool, sebelumnya mereka mencapai tujuh kali final Liga Champions/Piala Eropa, tiga final Liga Europa/Piala UEFA, dan satu Piala Winners Cup. Mereka menjuarai delapan di antaranya (73%).
  • Liverpool selalu menang di dua final Eropa lawan tim-tim asal Spanyol, dengan mengalahkan Real Madrid pada Piala Eropa 1981 dan Alavés di Piala EUFA 2001.
  • Liverpool hanya sekali kalah dari 14 pertandingan Liga Europa pada musim ini (W6 D7), yakni saat lawan Villarreal di leg pertama semi-final (kalah 1-0).
  • Liverpool tidak pernah mencetak lebih dari satu gol di luar Anfield di Liga Europa musim ini.
  • Liverpool mampu mencetak 11 gol berbeda di Liga Europa musim ini, lebih banyak dari tim mana pun.
  • Emre Can memiliki usaha tekel (14 kali) dan komplit (34 kali) sebagai yang terbanyak dari pemain mana pun di Liga Europa musim ini.

STATISTIK SEVILLA
  • Sevilla menang empat kali dari sepuluh final Liga Europa/Piala UEFA. Mereka bisa menjadi tim pertama di kompetisi ini yang menjadi juara di tiga tahun secara beruntun.
  • Sevilla selalu lolos ke final di tiga musim Liga Europa terakhir dan mereka menjadi tim pertama yang mampu tampil di tiga final di kompetisi ini secara beruntun.
  • Faktanya, klub-klub Spanyol menang tujuh kali dari 12 edisi terakhir di Liga Europa/Piala UEFA (Sevilla 4, Atletico Madrid 2, Valencia 1).
  • Sevilla menang tiga kali dari delapan pertandingan Eropa lawan tim-tim asal Inggris (D2 L3), termasuk saat menang 4-0 atas Middlesbrough pada final Piala UEFA 2006.
  • Sevilla menang 13 kali dari 18 pertandingan terakhir di Liga Europa (D3 L2).
  • Sevilla bermain di St. Jakob Park di awal musim ini di Liga Europa lawan Basel, imbang 0-0 pada Maret lalu.
  • Hanya satu dari sepuluh final di Liga Europa/Piala UEFA di mana tim yang mencetak gol lebih dahulu gagal meraih trofi (Dnipro, lawan Sevilla pada 2015).
  • Kevin Gameiro berkontribusi sembilan kali (tujuh gol dan dua assist) dari 14 gol Sevilla di Liga Europa musim ini, termasuk delapan dari lima pertandingan terakhir (dua gol dan dua assist).