Stefan Hansson: Indonesia Harus Fokus Pembinaan Usia Muda

Menurut pelatih asal Swedia itu, Indonesia harus segera memulai fokus terhadap pembinaan usia dini agar dapat bersaing di level sepakbola tertinggi.

OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter

Pelatih Mitra Kukar, Stefan Hansson menyebut kapasitas sepakbola Indonesia yang ada saat ini masih belum bisa bersaing di level tertinggi. Hal itu ia lontarkan usai menangani skuat ISL stars yang menelan kekalahan telak 8-1 dari Juventus, Rabu (6/8) kemarin.

Kekalahan telak tersebut bukanlah yang pertama, di beberapa kesempatan sebelumnya kedatangan sejumlah tim asal Eropa turut mencatatkan hasil serupa saat berhadapan dengan para pemain sepakbola yang merumput di tanah air.

Menyoroti masalah tersebut, mantan pelatih tim nasional Myanmar itu menyebut Indonesia harus lebih menaruh perhatian terhadap pembinaan sepakbola lokal yang seharusnya diterapkan sejak usia muda.

"Anda dapat melihat kekalahan itu [melawan Juventus] menjadi bukti bahwa kapasitas sepakbola Indonesia masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Eropa. Maka dari itu saya tekankan pentingnya untuk segera memulai fokus terhadap pembinaan di grassroot," tutur Hansson kepada Goal Indonesia.

Selain itu, pria asal Swedia itu menekankan pentingnya untuk memiliki sejumlah pelatih asing yang fokus dengan program tersebut dan bukan hanya untuk menjalankan kiprah di level klub profesional.

"Indonesia tidak hanya sekadar membutuhkan pelatih asing, yang sebenarnya Anda butuhkan dari mereka adalah untuk dapat mendidik para pelatih lokal agar dapat menjalankan program pembinaan dengan benar," pungkas juru taktik 56 tahun tersebut.

//

>

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.