Stefano Lilipaly Tak Sesalkan Kariernya Di Jepang

Rekrutan baru dari Persija Jakarta ungkap kesulitan utamanya saat bersama Consadole Sapporo.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitterPemain Indonesia berdarah Belanda, Stefano Lilipaly memutuskan untuk berkarier di Indonesia Super League bersama klub ibu kota Persija Jakarta.Sebelumnya, pemain berusia 25 tahun itu menjalani satu musim tanpa menit bermain di klub Jepang Consadole Sapporo. Meski begitu, Fano, sapaan akrab Stefano tak menyesal sempat meniti karier di Negeri Sakura."Saat di Jepang saya memang tak mendapat kesempatan untuk bermain. Saya sempat tampil di beberapa laga persahabatan, tapi tidak di laga resmi. Tapi biarpun begitu, saya menikmati pengalaman saya di sana," ungkap eks Alemere City itu.Fano juga mengungkapkan kesulitan utamanya saat berada di Jepang. Selain bahasa, gaya main sepakbola Jepang diakuinya sulit dan butuh waktu yang lama untuk beradaptasi."Yang paling sulit ketika saya di Jepang adalah gaya main dari mereka. Di sana permainan sangat cepat, terus bergerak dan sangat banyak memainkan umpan-umpan pendek. Itu yang perlu adaptasi," urainya.Fadli Bachdim yang merupakan representatif dari Fano membeberkan bahwa di Indonesia Fano akan lebih mudah beradaptasi. Meski pemain yang memilih nomor sembilan di Persija itu tak bisa berbahasa Indonesia."Di sini, komunikasi akan lebih mudah. Di Jepang, hampir tidak ada pemain yang bisa berbahasa Inggris. Di sini ada beberapa yang bisa berbahasa Inggris, seperti Bambang Pamungkas atau Greg (Nwokolo)," kata Fadli yang juga saudara dari Irfan Bachdim itu.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.