Suharno: Hermawan Seperti Monster

Suharno menilai Hermawan mampu menutup lubang pertahanan, dan gaya permainannya seperti Mascherano.

Pelatih Arema Cronus Suharno memuji performa Hermawan yang direkrut memperkuat Singo Edan selama berlangsungnya turnamen Sunrise of Java Cup (SoJC) 2015 di Banyuwangi.

Hermawan bergabung dengan Arema untuk menggantikan peran Victor Igbonefo yang berkarier di Thailand. Apalagi lini pertahanan Arema terbilang keropos, karena tak diperkuat Purwaka Yudhi dan Fabiano Beltrame.

“Dia mampu mengendalikan permainan dari wilayah pertahanan, karena mampu memberikan komando kepada rekan-rekannya saat mendapatkan serangan. Saya pikir apa yang dilakukan olehnya sangat membantu kami,” kata Suharno kepada Goal Indonesia.

“Meskipun tidak muda lagi, Hermawan mampu membuat perbedaan, karena dia juga tidak kalah cepat dibandingkan pemain muda di Indonesia All Star dan Bali United [Pusam]. Pendek kata, Hermawan yang bermain dengan gaya malangan seperti monster di belakang. Mirip-mirip bek Barcelona yang pendek tapi seram  itu loh [Javier Mascherano].”

Sementara itu, Hermawan memilih bersikap merendah, dan menyebut pernyataan Suharno terlalu berlebihan. Menurutnya, ia beberapa kali melakukan kesalahan di SoJC ini, sehingga beberapa diantaranya sukses menjadi peluang emas lawan.

“Saya hanya bermain seperti biasa. Ya ini karakter saya, dan tidak pernah berubah sejak dulu. Selain itu, ada pemain lain juga yang bekerja keras membendung serangan musuh,” ujar pria yang berusia 33 tahun ini.

“Kalau dibilang karakter Malangan, mungkin karena saya ini lahir, dan besar di Malang, juga mengenal Arema sejak kecil, sehingga seperti melekat. Lagi pula pemain Arema yang lain juga menunjukkan semangat untuk menang, jadi seperti terpengaruh juga.”

Hermawan kembali menegaskan, ia bergabung dengan Arema di SoJC karena ingin menjaga kondisi fisiknya agar tidak terlalu kedodoran saat liga dimulai. Jika akhirnya Arema tetap menggunakan jasanya di Piala Indonesia satu, dia memilih lebih dulu melihat tawaran Arema dan Persipasi Bandung Raya.

“Sebagai pemain tentu saya melihat tawarannya dulu seperti apa. Tidak usah membicarakan ini dulu, karena memang belum ada tawaran. PBR bagus, dan mereka belum kumpulkan skuat. Sementara saya ikut Arema dulu, karena saya juga sudah anggap teman-teman di sini sebagai saudara,” tutupnya (gk-48)