Suharno: Sanksi Bikin Sepakbola Indonesia Mati

Suharno menyatakan, sebagai pelatih, ia hanya menginginkan kompetisi bisa berjalan.

Pelatih Arema Cronus Suharno menyatakan, dirinya masih berharap Indonesia terlepas dari sanksi FIFA, sehingga persepakbola nasional tidak akan berjalan di tempat.

Hari ini merupakan batas akhir yang diberikan FIFA kepada Indonesia untuk menyelesaikan konflik antara PSSI dan kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora). Jika tidak, maka Indonesia akan dikucilkan dari persepakbolaan internasional.

Namun tanda-tanda penyelesaian tidak terlihat. Terakhir, Presiden RI Joko Widodo kembali menyatakan dukungan penuh kepada Menpora Imam Nahrawi, dan tidak mempermasalahkan bila Indonesia disanksi.

“Kemarin kan syaratnya untuk tidak disanksi adalah PSSI dicabut pembekuannya. Memang hingga saat ini belum ada keputusan bakal dicairkan, meski sudah bertemu dengan PSSI, ataupun [Wakil Presiden RI] Pak Jusuf Kalla. Saya memang hanya bisa berharap, dan berdoa agar Indonesia tidak disanksi FIFA,” tutur Suharno.

“Sebagai pelatih, saya ingin sepakbola tetap jalan. Tentu saja keinginan ini sama dengan pemain, dan pecinta bola di tanah air. Ketika disanksi dan dikucilkan oleh dunia, sepakbola akan benar-benar mati. Tapi semoga itu tidak sampai terjadi.”

Sementara itu, setelah libur selama dua hari, Arema kembali langsung menggeber latihan kemarin. Mereka sudah menyiapkan sejumlah program untuk mengisi kekosongan, dan kevakuman kompetisi.

“Ada beberapa turnamen atau pun tantangan bermain kepada Arema, sehingga kita memang harus tetap mempersiapkan tim untuk menyambut hal itu. Bahkan bisa dibilang, walau tidak ada turnamen dari PT Liga, agenda Arema full,” ungkap Suharno.

“Tetapi tetap semuanya dipertimbangkan lagi sesuai dengan keputusan yang paling terbaru dari pusat.” (gk-48)

Topics