Tak Terdegradasi, Perseru Serui Batal Protes Persepam Madura Untied

Kubu Perseru hanya berharap agar PT Liga bisa lebih baik lagi di musim depan supaya kasus Fretes tak terulang lagi.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI LAMONGAN Setelah dipastikan bertahan di Indonesia Super League (ISL), Perseru Serui memilih membatalkan gugatan ke Persepam Madura United terkait dimainkannya Diego Fretes ketika tim Kuda Laut Oranye bertandang ke Gelora Bangkalan.

Seperti diketahui, Persepam tetap memainkan Fretes saat menjamu Perseru, kendati telah mengantongi kartu kuning ketiganya ketika menghadapi Persebaya Surabaya. Sesuai regulasi ISL 2014, pemain yang mengoleksi tiga kartu kuning dari laga berbeda tak bisa dimainkan di pertandingan berikut.

“Usai bertanding lawan Persepam, kami memang sudah layangkan surat protes kepada PSSI dan PT Liga, terkait kejadian itu, dan kejadian lain selama pertandingan, seperti penonton masuk lapangan. Dan dari penjelasan PSSI dan PT Liga [Indonesia] menyatakan, Fretes sah bermain lawan kami, ya sudah,” sahut manajer Perseru Yan Pieter Ayorbaba.

Pernyataan itu diamini Agus Setyono. Pelatih Perseru tersebut mengaku dirinya menyaksikan langsung pertandingan itu, dan melihat wasit memberikan kartu kuning kepada Fretes.

“Saya bahkan melihat sendiri di stadion (Gelora Bung Tomo), saat Persepam lawan Persebaya. Dan saya lihat Fretes dapat kartu kuning,” ungkap Agus ketika ditemui Goal Indonesia.

“Awalnya kami memang ingin banding. Tapi setelah melihat kami lolos, dan Persepam yang degradasi, sepertinya kami takkan lagi mempermasalahkannya. Kami serahkan sepenuhnya pada PT Liga.”

Pihak Perseru hanya berharap kejadian seperti itu jangan sampai terulang di pertandingan selanjutnya di pentas ISL, agar harapan menjadi kompetisi kasta tertinggi di tanah air benar-benar dapat terlaksana, dan dirasakan semua kontestan.

“Semua memang masih dalam tahap belajar. Tapi terus terang, kami kecewa dengan perlakuan tuan rumah [Persepam] seperti itu. Sebab, walaupun kami tim baru promosi, tapi kami perlakukan tim tamu dengan baik saat berkunjung ke Serui. Namun kami dapat perlakuan seperti itu di Madura,” tutur Ayorbaba. (gk-43) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.