Tanpa Pelatih, Pemain PSS Sleman Kebingungan

Herkis tidak bisa mendampingi tim setelah panpel meminta mereka yang terlibat sepakbola gajah tak ambil bagian.

Bek sayap PSS Sleman Rasmoyo mengaku ia dan rekan-rekannya merasa kesulitan akibat tidak adanya pelatih Herry Kiswanto di tepi lapangan saat dikalahkan Persib Bandung 4-2 dalam laga perdana turnamen Bali Island Cup 2016.

Herkis, sapaan Herry, tidak bisa mendampingi tim setelah panitia pelaksana (panpel) meminta agar mereka yang terlibat dalam sepakbola gajah tak diikutsertakan pada turnamen ini.

“Tidak ada pelatih di pinggir lapangan tentu cukup pengaruh bagi pemain. Kami mengalami kesulitan, tapi tidak ada yang mengarahkan. Di samping itu juga, persiapan kita minim, cuma dua minggu. Itu pun banyak pemain yang baru,” tutur Rasmoyo.

“Kita dapat surat mendadak yang isinya agar berkenan tidak mencantumkan teman-teman yang kena sanksi. Kita hormati, meski sesungguhnya kita ingin bawa sekalian,” timpal manajer tim Arif Yuli Wibowo.

Sementara itu, mengenai kekalahan dari Persib, Arif mengatakan, stamina pemain mudah terkuras, terutama pada babak kedua. Selain itu, Arif menilai Persib lebih siap bertanding ketimbang tim Super Elang Jawa.

“Kita akui stamina kita kedodoran, utamanya pada babak kedua, dan Persib lebih siap, lebih bagus bermain. Tapi Kita apresiasi anak-anak. Setidaknya kita bisa menunjukkan kita bisa main bola, kita bisa mengimbangi,” kata Arif.

Arif berharap performa pemain mengalami peningkatan kala menghadapi Arema Cronus. PSS akan berusaha membenahi kekurangan di laga pertama agar menjadi lebih bagus di pertandingan berikutnya.

“Kontra Arema Cronus akan kita maksimalkan, dan benahi kelemahan yang kita temukan tadi. Ke depan mudah-mudahan lebih baik,” ucapnya. (gk-67)