Thierry Henry: 3P, Resep Rahasia Pep Guardiola Di Barcelona

Eks striker Arsenal ini menceritakan pengalamannya dilatih oleh Pep Guardiola saat masih di Barcelona.

Thierry Henry membeberkan beberapa instruksi taktik dari mantan pelatihnya di Barcelona, Pep Guardiola, yang terbukti menjadi kunci kesuksesan klub di sepanjang 2008 hingga 2012.

Mantan striker Prancis itu direkrut Barcelona dari Arsenal pada 2007 dan melakoni tiga musim di Camp Nou. Dalam periode tersebut, ia dilatih Guardiola selama dua musim dengan sukses merebut dua trofi La Liga Spanyol dan satu titel Liga Champions.

Henry pun menceritakan pengalamnya saat dilatih oleh Guardiola, termasuk bagaimana ia dipaksa untuk bermain di sayap kiri serta menjelaskan formula 3P -- play, possession, position -- yang menjadi andalan sang pelatih.

“Seberapa sering Anda melihat pemain turun ke belakang untuk meminta bola? Di Barcelona, tidak ada hal semacam itu. Bertahanlah di posisi Anda, percayakan bola kepada rekan, dan tunggu bola datang kepada Anda,” tutur Henry kepada Sky Sports.

“Lihat ketika saya berada di sayap kiri. Di posisi itu, saya menahan pergerakan bek kanan sehingga membebaskan [Andres] Iniesta berkreasi di lini tengah. Intinya, Anda berada jauh di depan, melebar, dan ketika bola berada di sepertiga akhir lapangan, Anda bebas melakukan apa saja.”

“Itu merupakan latihan dasar kami. Dia [Guardiola] menyebutnya sebagai 3P – play (bermain), possesion (penguasaan bola), dan position (posisi). Dan yang terpenting adalah Anda tetap berada di posisi Anda. Dia selalu menekankan hal ini dengan berkata, ‘Tugas saya adalah membawa Anda ke sepertiga akhir lapangan, tugas Anda adalah menyelesaikannya’,” terangnya.

Henry juga menceritakan satu momen ketika ia menentang instruksi dari Guardiola, yakni ketika ia dicadangkan saat turun minum kendati mencetak gol saat melawan Sporting Lisbon.

“Dia selalu punya rencana. Jika Anda tidak mentaatinya, Anda akan berada dalam masalah. Suatu ketika, saya berada terlalu ke tengah mendekat Leo [Messi] dan saya mendengar dia marah-marah di pinggir lapangan. Namun saya tidak peduli. Saya mencetak gol, skor 1-0 melawan Sporting Lisbon, dan saat istirahat babak pertama, saya diganti,” sambung Henry.