Tiga Hal Yang Mesti Diperbaiki Persija Jakarta Jelang Lawan Bali United Pusam

Persija harus memperbaiki beberapa hal agar tidak kecolongan lagi saat melawan tim Serdadu Tridatu.

Persija Jakarta bakal melakoni laga kedua mereka di grup B Piala Bhayangkara, saat dijamu tuan rumah Bali United Pusam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (21/3) malam. Tentunya, pada laga nanti tim Macan Kemayoran tak ingin menelan malu lagi.

Mengingat, pada laga perdana mereka dipecundangi PS Polri tiga gol tanpa balas, Sabtu (19/3) lalu. Harus diakui, pada laga melawan PS Polri masih banyak celah maupun kelemahan tim ibu kota yang mesti diperbaiki.

Pelatih Persija, Paulo Camargo, pun menyadari hal tersebut. Maka itu, dia juga mencoba mematangkan lagi sistem permainan Ismed Sofyan dan kawan-kawan dalam waktu recovery hanya sehari.

Berikut tiga hal yang mesti diperbaiki Persija jelang lawan tim Serdadu Tridatu:

Lemah Antisipasi Bola

Terlihat jelas, pada laga melawan PS Polri gawang Persija bisa dibobol dua kali lewat skema bola set-piece. Pertama, mereka kebobolan lewat sundulan, Fabiano Beltrame, yang menyambut umpan tendangan bebas. 

Begitu juga gol kedua PS Polri ke gawang Andritany Ardhiyasa lahir dari sundulan Bio Pauline, yang meneruskan umpan sepak pojok. Hal ini cukup mengherankan, mengingat Persija memiliki barisan pertahanan yang bisa dibilang posturnya ideal untuk melakukan duel udara.

Komunikasi Pemain Asing Dan Lokal Belum Padu

Tak bisa dimungkiri, para pemain asing Persija baru bergabung kurang dari sebulan. Apalagi, cukup banyak pemain lokal baru yang direkrut untuk turnamen ini.

Hal itu yang membuat para penggawa Persija masih membutuhkan adaptasi lagi. Tapi yang jelas terlihat adalah, masih belum maksimalnya kontribusi dari para pemain asing Persija yang diisi Frank Bezi, Mekan Nasyrov, dan Wellington Guilherme Franca Junior, saat laga melawan PS Polri.

Frank Bezi beberapa kali mampu dilewati para pemain PS Polri. Mekan terlihat masih belum bisa memberikan suplai bola untuk lini depan dengan baik. Padahal Mekan diharapkan bisa menjadi pengatur irama permainan tim.

Sedangkan Wellington, gagal memanfaatkan beberapa peluang yang ada untuk menjadi gol. Pergerakannya pun sangat mudah terbaca oleh lini belakang PS Polri.

Koordinasi Lini Belakang Masih Berantakan

Lini belakang Persija sangat kedodoran dalam menahan gempuran para penggawa PS Polri. Cukup sering lini belakang yang dihuni Ismed Sofyan, Gunawan Dwi Cahyo, Maman Abdurrahman, serta Frank Bezi gagal mengantisipasi alur bola yang menusuk ke area kotak penalti Persija.

Bahkan, gol terakhir PS Polri lewat akselerasi Robertino Pugliara seakan memberikan bukti lemahnya penjagaan terhadap pemain lawan di area kotak penalti. Padahal, saat itu Robertino sudah dikawal sekitar dua sampai tiga pemain tim ibu kota.

Beberapa kali, pertahanan Persija juga sangat mudah ditembus lewat umpan terobosan yang diperagakan para pemain PS Polri. Belum lagi, mereka terlihat beberapa kali kedodoran dalam meredam kecepatan para pemain PS Polri, yang mungkin bakal kembali dialami saat melawan Bali United di laga nanti. Menyusul, Bali United dihuni para pemain muda yang enerjik. Setidaknya, dengan pengalaman yang dimiliki para pemain belakangnya, Persija bisa mengatasi hal tersebut.

Topics