Tiga Pemain Kunci Timnas Indonesia & Malaysia

Berikut enam pemain dari kubu Indonesia dan Malaysia yang berpeluang untuk bersinar dan menjadi penentu jalannya pertandingan.

Tim nasional Indonesia akan kembali berpartisipasi di pentas sepakbola internasional setelah satu setengah tahun absen lantaran sanksi FIFA.

Dalam rangka menandai aktifnya kembali skuat Garuda, Malaysia yang merupakan rival segit di kawasan Asia Tenggara dipilih menjadi lawan untuk melakoni laga uji coba.

Ya, Indonesia dijadwalkan menjamu pasukan Harimau Malaysia, Selasa (6/9), dengan laga berlangsung di Stadion Manahan, Solo. Kami mengulas enam nama yang berpotensi menjadi pembeda jalannya pertandingan.

Amri Yahyah (Malaysia)

Sepeninggal Safiq Rahim yang memutuskan pensiun dini, Amri ditunjuk menjadi kapten baru skuat Malaysia. Sang gelandang serang sejatinya bukan merupakan wajah baru mengingat usianya yang sudah memasuki 35 tahun. Kendati demikian, pemain yang memiliki caps 55 tersebut punya reputasi sebagai salah satu pemain terbaik Malaysia saat ini dan piawai mencetak gol dari bola mati terutama sepak pojok.

Baddrol Bakhtiar (Malaysia)

Wakil kapten klub Kedah FA telah menjadi andalan Malaysia sejak beberapa tahun terakhir, kini perannya jauh lebih besar menjadi jenderal lini tengah setelah pensiunnya Safiq Rahim. Bersama gelandang keturunan Australia, Brandan Gan, Baddrol biasanya menjadi pilihan utama. Pemain berusia 28 tahun tersebut punya keahlian dalam mengirim umpan-umpan akurat serta mencetak gol mengejutkan.

Azrif Nasrulhaq (Malaysia)

Azrif biasanya berperan lebih bertahan di klubnya, Johor Darul Ta'zim, namun Ong Kim Swee selaku pelatih Malaysia kerap menginstruksikannya bermain sebagai winger ketimbang bek sayap. Dengan dukungan rekan-rekan yang tepat, pemain berusia 25 tahun tersebut dapat naik jauh membantu serangan dan juga tangguh dalam membantu pertahanan tim dengan kecepatannya.

Evan Dimas (Indonesia)

Gelandang bertalenta ini telah berkembang menjadi salah satu playmaker terbaik yang dimiliki Indonesia. Evan juga telah menunjukkan kedewasaan meski masih berusia muda. Dengan tak adanya sosok Firman Utina, kini waktunya bagi pemain yang pernah menjuarai Piala AFF U-19 tersebut untuk mengemban tugas yang lebih penting bersama skuat senior.

Boaz Solossa (Indonesia)

Tak dimungkiri Boaz masih merupakan salah satu pemain terbaik sekaligus penyerang tertajam yang ada dalam deretan pesepakbola Indonesia. Kemampuannya sudah terbukti bersama Persipura Jayapura dan meski sudah berusia 30 tahun, ia masih piawai membobol gawang lawan terutama dengan mengandalkan kaki kirinya. Selain kemampuan, kini jiwa kepemimpinannya dibutuhkan untuk membimbing para penggawa muda.;

Andik Vermansah (Indonesia)

Sang winger lincah akan menandai kembalinya memperkuat timnas Indonesia sejak terakhir kali mendapat panggilan pada 2013 lalu. Eks bintang Persebaya Surabaya tersebut dikenal dengan kecepatan dan akselerasinya yang kerap merepotkan pertahanan lawan. Pengalaman bermainnya di Malaysia bersama Selangor FA bisa menambah masukkan tersendiri bagi Alfred Riedl untuk memahami karakter skuat Malaysia saat ini.