Tim Pra PON Papua Barat Bikin Arema Cronus Kerepotan

Topics

Joko Susilo menilai minimnya menit bermain membuat pemain yang jarang diturunkan belum menemukan performa mereka.

Arema Cronus harus bersusah payah memetik kemenangan 3-2 atas tim Pra PON Papua Barat dalam pertandingan uji coba di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (15/8). Arema menurunkan banyak pemain yang jarang tampil di laga ini.

Uji coba ini menjadi bagian dari persiapan Arema menghadapi turnamen Piala Presiden 2015. Dengan mengandalkan kecepatan, tim Pra PON Papua Barat mampu mengobrak-abrik lini pertahanan tuan rumah di awal laga. Tim tamu membuka keunggulan melalui Roberto Sauyai, tapi mampu disamakan Sunarto menjelang babak pertama berakhir.

Di babak kedua, permainan menjadi lebih seru. Singo Edan mampu membuat gol melalui Gilang Ginarsa, dan dibalas Doni Kerewai melalui titik putih. Singo Edan akhirnya mampu mencetak gol kemenangan di menit ke-85 lewat kaki Supriyadi.

Asisten pelatih Arema Joko Susilo mengaku tidak kecewa dengan permainan yang diperlihatkan penggawa Singo Edan. Dengan bermaterikan pemain yang jarang diturunkan, Joko cukup puas.

“Saya sudah sampaikan kepada para pemain, jika pertandingan akan susah. Kenapa? Karena mereka harus menemukan kembali feeling bermain mereka,” kata Joko.

“Satu-satunya cara untuk menang, seperti yang saya sampaikan kepada mereka, adalah tidak emosi, dan bermain enjoy. Kita mengerti, karena mereka pasti akan kesulitan menemukan performa untuk permainan yang bagus, karena lama tidak main, meski tadi juga sempat menurunkan beberapa pemain yang sering main.”

“Di babak kedua, mereka mulai menemukan gaya hingga lain sebagainya. Namun, kondisi fisik mereka ternyata belum mendukung.”

Mengenai pemain yang baru saja bergabung, Joko menyatakan, jajaran pelatih akan melakukan evaluasi lagi, apakah pantas berseragam Arema, atau tidak.

“Jika dia mampu menunjukkan progress yang kita kira cukup, maka baru akan kita rekrut untuk bermain di Arema. Tidak bisa lihat satu atau dua kali, namun untuk kali ini, mereka bermain bagus, dan kita senang permainan mereka. Meski dalam kondisi yang tidak ideal, mereka punya motivasi yang tinggi untuk bermain,” tutur Joko.

“Ini adalah tim Arema, bagaimanapun juga pemain yang baru datang dari Metro FC atau dari akademi harus bisa dimainkan menggantikan pemain yang sudah punya nama sebelumnya di tim ini. Tidak bisa main-main, karena tidak ingin salah, sehingga mereka harus mau berkompetisi dengan rekan-rekannya sendiri.” (gk-48)

Topics