Timnas Indonesia Ragu Panggil Driss Fettouhi Untuk Piala AFF

Padahal pria asal Maroko tersebut dikabarkan sudah mempunyai paspor Indonesia.

Asisten pelatih timnas Indonesia, Wolfgang Pikal merasa tidak yakin bisa memanggil Driss Fettouhi untuk memperkuat tim Garuda di Piala AFF 2016. Meskipun, pemain berusia 26 tahun tersebut dikabarkan sudah mempunyai paspor Indonesia. 

Pikal menyatakan saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait paspor yang dimiliki Fettouhi asli atau tidak. Sebab, ia merasa jangkal pemain Al Kharaitiyat tersebut dapat mempunyai paspor Indonesia, padahal ia tidak pernah menetap lama di Tanah Air.

Ya, pemain berusia 26 tahun tersebut memang sempat datang ke Indonesia tiga tahun lalu. Ketika itu, ia membela Maroko dalam ajang Islamic Solidarity Games di Palembang, Sumatera Selatan, dan diduga Fettouhi mendapatkan paspor Indonesia setelah mengikuti ajang itu dari salah satu pejabat negara.

Tentunya, ini merupakan hal yang aneh. Pasalnya, berdarsarkan undang-undang No. 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan RI, salah satu syarat orang asing menjadi warga negara Indonesia ada mesti menetap di Tanah Air selama lima tahun berturut-turut atau sepuluh tahun tidak berturut-turut.

Namun, terlepas dari semua itu, ketidakyakinan Pikal, mengajak Fettouhi berseragam Merah Putih di Piala AFF, karena ajang tersebut tidak berada di bawah agenda FIFA. Sehingga, klub tidak wajib melepas pemain walaupun dipanggil untuk membela negaranya.

"Coach Alfred Riedl, sudah tahu tentang ini. Kami juga ingin tahu apakah dia dapat dispensasi dari klubnya atau tidak bila dipanggil ke timnas Indonesia," kata Pikal. 

"Tapi kami rasa bila membutuhkan tenaga dia, maka dia pasti belum tentu dilepas oleh klubnya. Karena turnamen ini tidak di bawah FIFA," ia menambahkan.

Topics