Transfer Dini Tegaskan Tekad & Komitmen Manchester United Jadi Yang Terbaik

Dengan dua pemain besar diresmikan pada akhir pekan kemarin, itu menunjukkan bahwa kesalahan seperti bursa transfer sebelumnya takkan ditolerir.

Buang prasangka negatif kalian, karena Jose Mourinho takkan mengacau di Manchester United. Manajer anyar Setan Merah tersebut ingin mengembalikan klub yang ia tangani ke level tertinggi dengan segera, dan itu dibuktikan dengan keberhasilan mendaratkan Zlatan Ibrahimovic dan Henrikh Mkhitaryan pada akhir pekan kemarin.

Sepekan terakhir sempat ada kabar yang mengatakan bahwa Mourinho frustrasi dengan Ed Woodward yang lelet dalam bermanuver di bursa transfer, namun konfirmasi masuknya Ibra dan pengumuman transfer Mkhitaryan menjadi penegas komitmen dari kubu Setan Merah.

Mourinho sendiri secara resmi akan memulai tugasnya sebagai manajer United pada Senin (4/7) ini, namun jauh sebelum itu ia sudah menegaskan kekuasaan dan keinginannya.

 

i am here/UNITED we can

A video posted by Jose Mourinho (@josemourinho) onJul 3, 2016 at 4:21pm PDT

Pada 2013 lalu, manajer United kala itu David Moyes menginginkan Gareth Bale, Cristiano Ronaldo dan Cesc Fabregas, dengan semua harapannya itu gagal terwujud. Ia kemudian menghabiskan sebagian besar pramusim untuk mencoba menggaet Leighton Baines dan Marouane Fellaini yang ia kenal baik di Everton, namun apalah daya ia hanya bisa merekrut pemain internasional Belgia tersebut, dengan harga yang sejatinya cukup untuk membeli keduanya.

Dan seiring berjalannya musim, pria Skotlandia itu kembali menemui kegagalan di lapangan. Ia kalah di tangan Liverpool, dipermalukan Manchester City ditambah kekalahan di kandang dari West Brom menjadi noda dalam enam laga liga pertamanya, yang lantas membuat kariernya di Old Trafford menjadi sulit.

Tak sampai 12 bulan berselang Louis van Gaal ditunjuk sebagai suksesor menyusul kesuksesannya mengantar Belanda sampai semi-final Piala Dunia 2014.  Selagi ia belum resmi menukangi United, mantan pelatih Barcelona itu berhasil menggaet Ander Herrera dan Luke Shaw. Bahkan setelah Van Gaal diresmikan pada Juli, dibutuhkan waktu selama sebulan bagi mereka untuk merekrut nama lain seperti Marcos Rojo, Angel Di Maria dan Daley Blind.

Van Gaal, seperti Moyes, harus berkompromi dengan awalan yang lamban tersebut, sebagaimana ia hanya mampu mendulang 12 poin dari 10 laga pembuka yang dijalani. Meski mereka akhirnya finis di urutan keempat di belakang Chelsea arahan Mourinho yang menjadi juara, harapan untuk berprestasi di musim berikutnya tak pelak semakin tinggi.

Tak bisa dibantah bahwa Mourinho telah memulai upayanya untuk mengembalikan prestasi United di awal kedatangannya ini. Meski begitu, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, seperti penambahan bek sentral, fullback dan kebutuhan akan gelandang bertahan yang menjadi kekurangan musim lalu. Terlepas itu, ini merupakan kali pertama sejak era Sir Alex Ferguson bahwa seorang manajer memiliki momentum awal yang bagus di bursa transfer.

 

Juara bertahan Liga Primer Leicester City kini sudah mulai berbenah dengan menambah beberapa pemain, selagi transfer terbesar Arsenal sejauh ini adalah Granit Xhaka.

Chelsea juga mulai intens dengan mereka merekrut Michy Batshuayi, dan Manchester City baru melabuhkan Ilkay Gundogan, Aaron Moy serta Nolito, namun mereka belum memperbaiki sektor belakang yang menjadi titik kurang musim lalu.

Dengan Tottenham Hotspur yang merekrut Victor Wanyama dan Sadio Mane merapat ke Liverpool, bisa dibilang tidak ada dari klub-klub tersebut yang mendapatkan pemain sekaliber Ibrahimovic ataupun Mkhitaryan.

Pembuktian memang baru dilakukan pada Agustus mendatang ketika musim dimulai, namun United tak diragukan lagi adalah pemuncak klasemen dalam kaitan ini.

Ini memang baru hari-hari awal, namun Manchester United mulai menggeliat berkat The Special One.