Transfer List 2013: Sukses Atau Gagal? (Bagian Kedua)

Berikan pilihan Anda pada bagian kedua Transfer List 2013 dan berikan pandangan Anda pada kolom komentar yang tersedia.

ANALIS MARK DOYLE PENYUSUN MOHAMMAD YANUAR Real Madridmemiliki barisan pemain terbaik yang menjadikan mereka pede menyebut diri sebagai Los Galacticos. Ujung-ujungnya adalah keberhasil meraih gelar La Decima di musim lalu.
Gareth Bale, pemain yang didatangkan dengan nilai transfer 100 juta euro, memainkan peran penting atas keberhasilan meraih La Decima, tapi pertanyaannya kemudian apakah pemain Wales tersebut pantas dihargai dengan nilai transfer tersebut?
Dengan Goal Transfer List 2014 akan dipublikasikan pada Selasa, kami memutuskan untuk meninjau kembali transfer Bale dari Tottenham Hotspur ke Real Madrid, dan juga pemain dengan nilai transfer besar lain pada tahun lalu, untuk melihat apakah uang yang dibayarkan pantas untuk mereka.
Di bawah ini kami menyajikan lima besar dan mengajak Anda memberikan suara melalui Twitter apakah transfer mereka bisa dikatakan sebagai upaya yang sukses atau tidak.

Tak ada yang menyangkan Mesut Ozil akan pindah dari Real Madrid ke Arsenal, mungkin termasuk pemain itu sendiri. Akhir pekan sebelum yang bersangkutan pindah ke Emirates pada 2 September, Ozil menyatakan sangat ingin menghabiskan semusim lagi di Santiago Bernabeu.
Akan tetapi, pemain asal Jerman itu tiba-tiba merasa tak diinginkan oleh pelatih baru Real Madrid, dan Arsenal, klub yang kini lebih terbuka menghamburkan uang mereka, bersedia menebusnya dengan nilai transfer 50 juta euro untuknya. Kontrak berdurasi lima musim pun ditandatangani dengan nilai kesepakatan 40,5 juta euro setelah pajak.
Ozil langsung memberikan kontribusi besar di Emirates, dipuji karena visi dan kemampuannya dalam melepas umpan. Namun masalah cedera yang kerap dialaminya, juga masalah konsistensi membuat penilaian terhadap dirinya jadi tak maksimal.

Transfer terbesar keempat di 2013 tak hanya membawa Neymar pindah dari Santos ke Barcelona, tapi juga memaksa presiden klub Barcelona Sandro Rosell turun dari jabatannya. Gara-garanya adalah penyimpangan dalam pembayaran nilai trasfer.
Bayangkan, dari 57 juta euro yang dibayarkan Barcelona untuk pemain Brasil tersebut, 40 juta euro diperuntukkan kepada N&N, agensi yang terkait dengan ayah pemain. Sedangkan sisa uangnya dibayarkan kepada Santos dan investor DIS dan Teisa.
Proses transfer ini akhirnya diselidiki, yang memaksa Rosell mundur, sementara Neymar juga gagal bersinar di musim pertamanya bersama Barcelona. Namun di musim ini dia bermain lebih nyaman di lini depan dan menunjukkan perkembangan positif kala diduetkan dengan Lionel Messi di lini depan.

Edinson Cavani mengklaim dirinya tak pantas dihargai Paris St Germain sebesar 64,5 juta euro untuk memboyongnya hengkang dari Napoli. Terbukti sejauh ini dia gagal menunjukkan potensi terbaiknya.
Tapi Cavani sudah mengguncang dunia saat bermain di Napoli. 104 gol dari 138 penampilan adalah bentuk kontribusinya di San Paulo. Bisa jadi karena alasan itu PSG bersedia menebusnya dengan harga mahal dan memberikan kontrak hingga 2018 dengan nilai kesepakatan mencapai sepuluh jut euro setelah pajak.
Selama berada di Paris, catatan Cavani adalah 46 pertandingan dengan 23 gol. Namun berkembang rumor dirinya tidak lagi betah di PSG dan tidak senang dengan posisi bermainnya di sektor depan.

Keberanian Monaco mendatangkan Radamel Falcao membuat publik sepakbola terhenyak. Publik juga menantikan kejutan apa yang bisa ditampilkan Monaco setelahnya dengan Falcao di pihak mereka.
Keputusan Falcao pindah ke Ligue 1 dengan tidak menyambut kesempatan bermain di Liga Champions dan lebih memilih paket finansial yang menggiurkan yang ditawarkan Monaco, dengan bayaran 12 juta euro per musim.
Namun, Falcao gagal membuktikan dirinya pantas ditebus dari Atletico Madrid dengan nilai 60 juta euro. Cedera demi cedera memaksanya tak bisa bermain buat Monaco, dan jika pun mampu bermain, itu pun tak maksimal. Dan untuk mengatasi masalah finansial, Monaco tak ragu melepasnya ke Manchester United dengan status pinjaman di musim ini.

Konon, nilai transfer David Beckham dari Manchester United ke Real Madrid disebut sebagai pembelian pemain dengan harga kacang goreng. Padahal nilainya kala itu adalah 35 juta euro.
Dan ketika Real Madrid menebus Gareth Bale dari Tottenham Hotspur dengan nilai transfer 100 juta euro, presiden Florentino Perez menyebutnya harga tersebut terlalu murah. Bisa jadi kosa kata 'mahal' tak tercantum dalam kamus Real Madrid.
Apa pun itu, Real Madrid sudah mengeluarkan dana yang cukup besar. Dengan Bale menyetujui kesepakatan gaji sebesar 10 juta euro pertahun ditambah tiga juta euro untuk fee transfer dirinya, setidaknya nilai yang dikeluarkan Real Madrid jumlahnya dua kali lipat.
Tapi jumlah tersebut sepertinya sesuai dengan apa yang sudah diberikan Bale sampai saat ini. Mulai dari trofi Copa Del Rey, keberhasilan menggenapi La Decima dan menjaga tren positif Real Madrid ke kesuksesan lain.
Kondisi fisik Bale yang mumpuni, dan sejauh ini terbebas dari masalah cedera serius, membuatnya sebagai rekrutan terbaik saat ini.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics