Umpan Lambung, Senjata Andalan Leicester City

Leicester City mematahkan asumsi bahwa untuk meraih sukses tim harus selalu mengandalkan operan pendek.

Hasil studi terbaru menunjukkan, Leicester City menjadi tim ketiga yang paling banyak melepaskan umpan lambung di antara lima liga top Eropa musim ini.

Leicester menjadi tim dengan penampilan paling mengejutkan di Eropa sepanjang musim. Menyisakan empat pertandingan, Leicester memimpin klasemen Liga Primer Inggris mengungguli pesaing terdekatnya, Tottenham Hotspur.

Salah satu resep sukses Leicester adalah kecepatan permainan. Studi yang dilakukan pakar matematika David Sumpter beberapa waktu lalu menunjukkan, Leicester hanya membutuhkan empat kali operan untuk setiap tembakan berbahaya ke gawang lawan. Itu dapat tercapai karena para pemain Leicester gemar melakukan umpan lambung.

Analisis tersebut diperkuat oleh studi terkini CIES, sebuah pusat studi observasi sepakbola independen yang berlokasi di Swiss. Jumlah persentase umpan lambung Leicester mencapai hampir tujuh persen dari total operan mereka selama bertanding. Ini rekor tertinggi di Liga Primer.

Jika dihitung dari penampilan tim partisipan lima liga top Eropa, Leicester menempati peringkat ketiga di bawah dua tim Bundesliga Jerman, Darmstadt (10,7 persen) dan Ingolstadt (7,8 persen).

Keistimewaan ini merupakan antiteori bagi tim mapan Eropa yang mengandalkan operan-operan pendek serta penguasaan bola. Empat semi-finalis Liga Champions musim ini hanya melepaskan umpan lambung di bawah tiga persen. Barcelona dan Bayern Munich, yang terkenal dengan permainan operan pendek, hanya mencatat 1,4 dan 1,1 persen umpan lambung setiap kali bermain.

Data lain yang dikumpulkan Dan Altman, seorang ekonom North Yard Analytics, menunjukkan serangan berbahaya Leicester kerap diawali dari dua gelandang sentral mereka, Danny Drinkwater dan N'Golo Kante, plus melalui operan panjang kiper Kasper Schmeichel.

Salah satu cara menghentikan kecepatan Leicester adalah mengganggu Schmeichel saat menguasai bola. "Dia kadang berperan penting dalam memulai serangan, jadi pemain depan lawan mungkin harus lebih sering mengganggunya saat dia memegang bola," ujar Altman.

Tim Inggris lain yang paling gemar melepaskan bola-bola jauh berturut-turut adalah Sunderland, West Bromwich Albion, Crystal Palace, Watford, Newcastle United, serta Norwich City. Tidak ada di antara tim tersebut yang menghuni sepuluh besar klasemen Liga Primer saat ini selain The Foxes.