Unik, Dimitar Berbatov Wawancarai Dirinya Sendiri

Melalui wawancara eksklusif yang dilakukan kepada dirinya sendiri, Berbatov juga memberikan klarifikasi mengenai kabar miring tentang hubungannya dengan PAOK.

Cara unik dilakukan Dimitar Berbatov dalam memberikan penjelasan mengapa dirinya menerima kartu merah ketika PAOK kalah 1-0 dari tim rival, AEK Athens.

Dalam laga tersebut, penyerang asal Bulgaria harus diusir keluar dari lapangan di menit akhir setelah masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua dan timnya gagal menyamakan ketertinggalan yang disebabkan oleh Ronald Vargas.

Berbatov dianggap wasit melakukan sikutan kepada salah seorang pemain lawan, hingga membuatnya harus menerima kartu merah pertama dalam 13 tahun terakhir dalam kariernya.

Alih-alih menjelaskan kronologi kartu merahnya secara umum kepada awak media, pemain berusia 34 tahun itu memilih cara unik dengan berpura-pura menjadi jurnalis yang melakukan wawancara eksklusif pada dirinya sendiri yang kemudian dipublikasikan melalui laman Facebook resmi miliknya.

Berikut kutipan wawancara unik yang dilakukan eks bomber Manchester United tersebut:

Jurnalis Dimitar Berbatov (JDB): Hai, bagaimana perasaan Anda...

Dimitar Berbatov (DB): Hai. Agak sedikit kecewa. Kami kalah melawan AEK, dan saya mendapatkan kartu merah.

JDB: Memangnya pelanggaran yang Anda lakukan layak berbuah kartu merah?

DB: Ya. Pemain AEK menahan dan mencegah saya untuk mencari posisi yang lebih baik di dalam kotak penalti. Waktu itu saya merasa sedikit gugup dan kesal, hingga membuatku langsung melakukan sikutan kepadanya.

JDB: Tapi, itu bukan alasan untuk melakukan hantaman kepada seseorang! Banyak pemain ditahan seperti itu di dalam permainan.

DB: Ya, betul. Untuk itu saya tegaskan lagi, itu bukan sesuatu yang saya pegang teguh dalam bermain sepakbola. Tapi, kadang-kadang orang suka kehilangan kesabaran dan melakukan hal bodoh dalam permainan.

JDB: Lantas mengapa Anda menjadi gugup dan marah?

DB: Awalnya saya hanya bisa menonton (dari bangku cadangan) dan meskipun AEK tidak tampil lebih baik, mereka masih bisa mencetak gol. Saya tidak bermain dan tidak bisa membantu. Itu adalah laga derby dan saya datang ke klub ini untuk pertandingan seperti itu, di mana kualitas dan pengalamanku bisa membantu tim, bukannya sekadar duduk di bangku cadangan dan tidak melakukan apa-apa.

JDB: Jadi, karena itu Anda merasa kecewa?

DB: Ya. Saya tidak senang ketika tidak bermain. Itulah masalahnya. Kali ini saya melampiaskannya kepada pemain dari tim lain. Sebenarnya saya bukan pemain yang suka mencari masalah, banyak orang tahu itu, tapi yang terjadi sekarang adalah sebaliknya dan saya menyesal.

JDB: Lantas, bagaimaka situasinya sekarang?

DB: Sekarang saya harus menanggung akibatnya dengan dilarang tampil tiga pertandingan. Dan karena ini juga saya meminta maaf kepada tim!

JDB: Sejumlah media mengatakan, Anda sudah tidak memiliki keinginan bermain untuk PAOK?

DB: Nah, inilah mengapa saya bersedia melakukan wawancara dengan Anda, bukan kepada orang-orang yang menulis hal bodoh seperti itu...

Kabar itu tidaklah benar dan dengan berita seperti itu, beberapa orang mencoba untuk melukai tim. Atau ada juga orang-orang yang bilang: "Coba lihat, ia sudah tak mau bermain lagi dan itulah mengapa ia mendapatkan kartu merah." Tentu saja itu tidak benar. Kenyataannya adalah saya masih menikmati sepakbola.

Saya masih ingin terus bermain. Saat tidak bermain, saya marah dan kecewa. Sungguh menyesakkan ketika tidak bermain karena mereka menggajiku dengan mahal terlepas dari kondisi ekonomi di Yunani saat ini. Saya merasa bisa membantu PAOK dengan kualitas permainan yang sudah saya buktikan sepanjang karier.

Ketika saya tidak bermain, saya kecewa dan Anda bisa melihat itu. Jika hasrat bermain sepakbola saya sudah berkurang mungkin saya berhenti untuk marah, berhenti berteriak dan tampil di atas lapangan. Itu tanda apabila saya sudah tidak lagi peduli dengan sepakbola maupun kondisi tim yang saya bela. Tapi sekarang bukan begitu. PAOK adalah klub saya dan saya akan selalu berjuang untuk mereka, meski sekalipun harus mendapatkan kartu merah.