Wajah Baru Pertahanan Barcelona

Luis Enrique melakukan satu inovasi jitu di sektor pertahanan Barcelona, guna mengakali kelemahan timnya dalam meladeni serangan balik lawan.

Sabtu (17/9) malam WIB, Barcelona berhasil menang telak 5-1 di markas Leganes. Tampak tak ada yang istimewa, Barca sudah biasa berpesta gol apalagi menilik rendahnya kualitas lawan yang berstatus tim promosi.

Sorotan ‘ringan’ juga barang tentu terletak pada trio MSN (Lionel Messi – Luis Suarez – Neymar), yang untuk kali pertama turun sebagai starter di La Liga Spanyol musim ini. Ketiganya mencatatkan nama di papan skor dan terlibat langsung dalam proses lima gol yang dicetak Barca. Lazim bila paparan tersebut lantas membuat khalayak enggan jauh-jauh berteori mengupas jalannya pertandingan tak seimbang ini.

Namun bukan Barca namanya bila tak suguhkan sesuatu yang spesial. Kali ini sang pelatih, Luis Enrique, yang jadi pemberi kejutan. Dalam laga ini ia sukses hadirkan inovasi brilian di sektor pertahanan tim asuhannya.

Alih-alih menurunkan formasi yang sudah jadi ciri khas Barca, yakni 4-3-3, Enrique secara mengejutkan memakai skema 3-4-3. Ya, Blaugrana hanya memainkan tiga bek, sesuatu yang bahkan sejak era Frank Rijkaard tak pernah mereka terapkan di awal laga.

Inspirasi menggunakan skema tiga bek sendiri datang dari rasa frustrasi Enrique dan seluruh awak timnya, yang lemah dalam menghadapi serangan balik lawan. Kekalahan mengejutkan atas klub promosi, Deportivo Alaves, di Camp Nou pekan lalu jadi puncaknya.

Membayangkan formasi tiga bek, kita akan berasumsi bahwa posisi bek tengah yang peranannya lebih sebagai sweeper akan diberikan kepada pemain yang punya skill khusus melepas umpan akurat. Pada kasus ini, Sergio Busquets atau Javier Mascherano, merupakan pilihan terbaik Barca.

Namun kejutan kembali dihadirkan Enrique. Mascherano justru diplot sebagai bek pengapit di sisi kanan, sementara Busquets bahkan tak dibawa ke Leganes. Gerard Pique yang malah kemudian dipilih mengisi peran krusial tersebut, dengan Samuel Umtiti sebagai pengapit di sisi kirinya.  

Suami Shakira itu memang bek kelas kakap yang bertipe ball-playing, tapi dirinya tak pernah disorot khusus soal akurasi umpannya. Meski begitu, ada alasan khusus mengapa Enrique menempatkannya di pos tersebut.

Pertama tentu saja tipe permainannya sebagai ball-playing, yang jadi alasan mengapa dirinya punya julukan “Piquenbauer”. Pique punya ketenangan luar biasa dalam mengolah bola dan visinya dalam membaca alur pertandingan begitu memesona. Posisi barunya ini menuntutnya untuk jauh lebih sering bersentuhan dengan bola.

Kedua, Pique merupakan pemain di luar kiper dengan akurasi umpan lambung tertinggi di Barca musim ini. Ia punya rerata sembilan umpan lambung akurat per partai, jauh di atas pesaing terdekatnya, Busquets, di angka 7,3 per partai. Faktor ini krusial, karena seorang sweeper dituntut untuk kerap melepas umpan lambung langsung ke lini depan, sebagai konsekuensi dilenyapkannya gelandang jangkar.

Terakhir, tentu saja naluri alaminya sebagai pemain bertahan. Pique jauh lebih paham bagaimana mengontrol areanya dalam menghadang serangan lawan. Instingnya jelas lebih tinggi, ketimbang seorang gelandang yang ditempatkan sebagai sweeper. Selain itu, faktor kecepatannya yang bisa dikatakan lemah juga berpengaruh. Dalam skema tiga bek, dua bek pengapit akan lebih banyak berlari menutup pergerakan lawan. Pemilihan Mascherano dan Umtiti yang dikenal agresif, jadi pilihan tepat.

Penerapan formasi tiga bek juga membuat potensi Rafinha Alcantara semakin maksimal. Ia jadi bisa berperan di posisi aslinya sebagai sayap, alih-alih gelandang tengah dalam formasi empat bek. Skema ini juga menutup kelemahan Barca di pos bek kanan yang ditinggal Dani Alves. Aleix Vidal dan Sergi Roberto yang jadi pengganti memang sarat kualitas, namun sejauh ini adalah kebohongan bila mengatakan keduanya sudah tampil memuaskan.

STATISTIK PERTANDINGAN
 
1 GOL 5
15 JUMLAH TEMBAKAN 10
6 TEMBAKAN TEPAT SASARAN 7
313 JUMLAH UMPAN 536
74% AKURASI UMPAN 85%
28 PELANGGARAN 7
37% PENGUASAAN BOLA 63%

Hasilnya sungguh brilian. Barca tak hanya tampil sempurna di lini depan, tapi juga di lini belakang. Statistik memaparkan hal tersebut dengan tegas. Mendominasi penguasaan bola hingga 63 persen atas Leganes, poros permainan Azulgrana terletak di lini belakang.

Dari 536 umpan yang mereka ciptakan, sebanyak 245 di antaranya terjadi di lini belakang Barca. Mascherano, Pique, dan Umtiti, merupakan tiga teratas pemain yang paling banyak melepas umpan di partai ini. Pique sebagai sweeper jadi pemimpinnya, dengan lepasan 86 umpan pendek dan 22 umpan lambung.

Hasil utama yang  diinginkan Enrique pun sukses diwujudkan. Leganes memang berhasil mencatat 15 usaha serangan, 12 di antaranya open play, tapi hanya satu yang bisa dilakukan di dalam kotak penalti Barca.

Satu catatan paling penting adalah Leganes tak sekalipun mampu melancarkan serangan balik! Ini adalah kali pertama Los Cules tak mendapat ancaman mematikan itu dalam satu laga di sepanjang musim ini.

Ide ini memiliki risiko yang cukup besar, tapi saya senang bahwa para pemain mampu mempraktikannya dengan apik

- Luis Enrique

Pada akhirnya sang tuan rumah memang berhasil mencetak gol, tapi itu terjadi melalui situasi bola mati yang mereka rencanakan sedemikian cerdas. Fakta tersebut tak mampu membantah bahwa lini belakang Barca telah tampil fantastis.

Tak pelak, rasa kepuasan pun tak kuasa ditutupi Enrique pada keberhasilan awal inovasinya. Ia menyebut skema tiga bek memang berisiko, tapi punya potensi lebih besar untuk terus menguasai bola dan memanfaatkan setiap celah yang hadir dari lawan.

"Kami menerapkan skema ini karena ingin terus menguasai bola dan memanfaatkan ruang yang lawan berikan pada kami. Ide ini memiliki risiko yang cukup besar, tapi saya senang bahwa para pemain mampu mempraktikannya dengan apik," ujar Enrique selepas laga, seperti dilansir Marca.

Nada kepuasan pun disampaikan senjata utama dalam formasi baru ini, Pique. Dirinya bahkan siap menjalani peran baru ini kapan pun, karena langsung merasa nyaman. "Saya menikmati diri saya sendiri dalam formasi baru ini. Saya merasa seperti saya telah berpartisipasi lebih banyak di sepanjang jalannya laga. Manfaatnya dari skema baru ini, kami bisa lebih menyerang dan menciptakan lebih banyak peluang,” terangnya semringah, seperti dikutip AS.

Kredit khusus wajib kita sematkan pada Enrique. Uji coba terhadap ramuan terbarunya berhasil, berdasar kejeliannya dalam memilih momen dan lawan yang tepat. Walau inovasi tersebut masih haram untuk kita sebut sempurna, setidaknya pelatih berjuluk El Lucho ini kembali menegaskan bahwa dirinya adalah sosok tepat untuk mengolah sumber daya mewah dalam skuat Barca.