Wakil Indonesia Di Kompetisi Antarklub Asia Tunggu Keputusan PSSI

AFC baru akan menggelar rapat pleno mengenai jatah anggota mereka di kompetisi antarklub Asia pada Oktober 2016.

Klub Indonesia dipastikan bisa berpartisipasi lagi pada kejuaraan antarklub Asia 2017. Itu setelah, Indonesia terlepas dari sanksi suspensi FIFA sejak 13 Mei 2016. Berdasarkan kalkulasinya, Indonesia bisa mendapatkan dua jatah di Piala AFC 2017 atau kompetisi kasta kedua antarklub Asia.

Itu tidak terlepas dari peringkat Indonesia yang berada di posisi ke-22, hasil perhitungan peringkat anggota asosiasi terbaru yang dirilis AFC pada tahun ini. Sementara untuk jatah di Liga Champions Asia, kemungkinan besar sangat berat didapatkan Indonesia. Mengingat, kompetisi di Indonesia sudah terhenti selama satu tahun. 

Kalau pun dapat, wakil Indonesia harus melalui babak pertama kualifikasi lebih dulu. CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, menuturkan dirinya masih belum bisa memastikan siapa yang bakal mewakili Indonesia di ajang antarklub Asia tersebut.

"Kalau PSSI itu punya kewenangan menentukan wakilnya, setelah berkonsultasi dengan AFC. Tapi slotnya yang menentukan tetap AFC, apakah harus ada yang play-off lebih dulu atau langsung ke babak utama," jelasnya.

Ketika ditanyakan apakah nantinya wakil Indonesia berdasarkan hasil kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 atau Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016? Joko menjawabnya dengan diplomatis. "Saya nggak mau berspekulasi, kalau dari tertibnya program tentu mengacu pada kompetisi sebelumnya (hasil ISL 2014)," tuturnya.

Jika memang mengacu pada hasil ISL 2014, otomatis yang akan mewakili Indonesia bila mendapatkan dua jatah di Piala AFC adalah Persib Bandung (juara) dan Persipura Jayapura (runner-up). Kedua klub itu sebelumnya juga mewakili Indonesia di Piala AFC 2015. Namun langkah keduanya terhenti di babak 16 besar.

Sementara itu, Joko mengungkapkan AFC baru akan menggelar rapat pleno soal jatah klub anggota mereka di kompetisi Asia pada Oktober 2016. 

Topics