Wasit Akui Tak Punya Kuasa Untuk Menghentikan Laga PSS Sleman & PSIS Semarang

Laga sempat berjalan normal, namun mulai janggal di sepuluh menit terakhir.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter

Hulman Simangunsong wasit yang memimpin laga antara PSS Sleman dan PSIS Semarang tengah menjadi sorotan Komisi Disiplin karena tak berbuat apa-apa ketika melihat lima gol bunuh diri terjadi di partai pamungkas Grup N Divisi Utama Liga Indonesia.

Pria asal Sumatera Utara itu pun memenuhi panggilan Komdis di Kantor Pusat PSSI hari ini (28/10), dan siap menjelaskan tentang kronologis partai yang menentukan peringkat satu dan dua Grup N tersebut.

Menurut Hulman, kendati laga tak berjalan sesuai slogan fair play, ia tak memiliki kuasa untuk memberhentikan laga tersebut. Dia juga mengutarakan pertandingan berjalan normal di babak pertama hingga sepuluh menit terakhir kejanggalan itu terjadi.

"Babak pertama itu tidak ada masalah. Permainan masih normal sampai di menit ke-78," buka Hulman kepada insan pers. "Kami tidak bisa memberhentikan pertandingan. Karena kami hanya menjalankan sesuai peraturan. Pertandingan cuma bisa dihentikan jika ada force majeur dan pemain sebuah tim hanya tujuh pemain," tambah Hulman.

Alih-alih, Hulman memberikan contoh pada saat tragedi sepakbola gajah dari Mursyid Effendi di laga Piala Tiger antara Indonesia dan Thailand. "Lihat saja waktu Piala Tiger 1998, Indonesia vs Thailand tetap jalan walau ada gol bunuh diri," ulasnya.

Selain Hulman, para pencetak gol bunuh diri yakni Komaedi dan M Fadli dari PSIS serta Agus Setyawan dan Hermawan Putra Jati beserta kiper kedua tim juga memenuhi panggilan untuk sidang Komdis hari ini.

addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.