Wasit & Nasib Sial Jadi Kambing Hitam Jose Mourinho

Keputusan ofisial pertandingan juga faktor keberuntungan disebut sang bos Manchester United memainkan peran dalam kekalahan ketiga berurutan untuk timnya di kandang Watford.

Alih-alih kembali ke jalur positif selepas ditundukkan Manchester City dan Feyenoord Rotterdam, catatan kekalahan konsekutif Manchester United malah bertambah jadi tiga laga saat bertamu ke Vicarage Road, kandang Watford.

Tuan rumah membukukan kemenangan atas United untuk pertama kalinya dalam tiga dasawarsa dengan skor 3-1 berkat gol-gol Etienne Capoue, Juan Zuniga, dan Troy Deeney.

Hasil negatif terbaru ini melahirkan tekanan besar di pundak Jose Mourinho, yang untuk pertama kalinya menelan tiga kekalahan berturut-turut di semua kompetisi dalam satu musim sejak bertugas di Porto pada 2001/02.

Lantas apa kata Mou usai dikalahkan anak buah Walter Mazzarri? Cukup familiar, pria Portugal ini mengambinghitamkan wasit, yang dipandangnya patut memberikan pelanggaran untuk United saat bola dicuri dari Anthony Martial dalam proses gol pertama  The Hornets. Mourinho juga menyebut nasib sial ikut berandil dalam kekalahan tim.

"Saya berefleksi pada tiga faktor dari pertandingan ini, tetapi hanya satu yang bisa saya perbaiki," tuturnya kepada BBC Sport.

"Faktor pertama tergantung pada diri kami sendiri, ini berhubungan dengan kesalahan-kesalahan individual dan kolektif sebagai pemain individu maupun sebagai tim. Kami harus memperbaiki sesuatu, ini di tanga kami."

"Faktor kedua adalah wasit dan saya tak bisa mengontrol kesalahan-kesalahan mereka. Cerita pertandingan ini adalah hasil akhir dan bukan situasi konyol yang terjadi pada gol pertama."

"Faktor ketiga adalah keberuntungan, kami tak memilikinya. Kami tim terbaik saat kami kalah. Heurelho Gomes membuat penyelamatan fenomenal dari sundulan Zlatan Ibrahimovic."