WAWANCARA EKSKLUSIF: Gavin Kwan Adsit Berharap Dikontrak FC Tokyo

Pemain berusia 18 tahun ini mengungkapkan kesannya terhadap FC Tokyo, dan persepakbolaan Jepang.

EKSKLUSIF DAN ORLOWITZ PENYUSUN DONNY AFRONI

Gelandang muda Gavin Kwan Adsit berharap mendapat tawaran ikatan kontrak di FC Tokyo. Gavin saat ini menjalani trial selama satu pekan bersama klub Liga Utama Jepang (J-League) tersebut.
Usai menjalani trial, Gavin meluangkan waktu untuk berbincang-bincang dengan asisten editor Goal Jepang dan Asia Dan Orlowitz usai menjalani latihan, serta mengungkapkan harapannya menjalani karir di Jepang. Berikut petikan wawancaranya:

Dan: Bagaimana kesan Anda terhadap Jepang?

Gavin: Saya sangat suka, sepakbolanya bagus. Saya suka dengan fasilitasnya, terutama di FC Tokyo. Mereka punya ruang khusus kebugaran, kamar ganti, dua lapangan bagus. Sangat senang berlatih di sini, dan bolanya juga bagus.

Dan: Apakah Anda sudah jalan-jalan di Tokyo?

Gavin: Belum. Setelah latihan saya memilih beristirahat.

Dan: Saya suka itu. Apakah ini pertama kalinya Anda ke Jepang?

Gavin: Ya.

Dan: Suka dengan makanannya?

Gavin: Saya suka, tapi porsinya terlalu banyak, saya tidak bisa menghabisinya, dan kadang merasa mual.

Dan: Bagaimana Anda mengatasi masalah bahasa?

Gavin: Saya punya penerjemah di lapangan. [Manajer Tokyo Massimo Ficcadenti] orang Italia, dia punya penerjemah seorang warga Jepang. Jadi diterjemahkan dari bahasa Italia ke bahasa Jepang, dan kemudian ke bahasa Inggris.

Dan: Apakah mengalami kesulitan dengan kondisi seperti itu?

Gavin: Sangat sulit. Tapi para pemain sangat menyenangkan. Mereka memberikan umpan kepada saya, dan kami bekerja sama. Mereka memberikan banyak masukan. Mereka terbuka, dan sangat bersahabat.

Dan: Apakah Anda familiar dengan J-League sebelum menjalani trial ini?

Gavin: Ya. [Klub-klub] Mereka sangat besar di Liga Champions Asia, dan salah satu liga terbaik di Asia. Saya melihat beberapa pertandingan.

Dan: Apakah ada tim yang menarik perhatian Anda secara khusus?

Gavin: Saya menyadari betapa besarnya level FC Tokyo. Di sini banyak pemain timnas Jepang, dan sejumlah pemain yang saya ikuti perkembangannya. Yoshinori Muto, Shuichi Gonda... Saya tahu Edu ketika dia masih di Schalke. Dia kuat dan agresif. Melihat dia berlatih di sini berbeda dengan melihatnya di televisi. Dia tidak butuh kecepatan. Hanya beberapa meter menggerakkan badannya, dan melepaskan tendangan.

Dan: Apakah Anda berbicara dengan Irfan Bachdim (Ventforet Kofu), atau Stefano Lilipaly (Consadole Sapporo) sebelum datang ke sini?

Gavin: Saya belum pernah bertemu mereka, tapi Irfan mengharapkan saya berhasil menjalani trial. Saya tahu mereka bermain di sini, dan ini sungguh besar untuk Indonesia. Mudah bagi masyarakat Indonesia menonton J-League, dan juga belajar gaya bermain sepakbola Jepang, karena menurut saya ini terbaik di Asia.

Dan: Lebih spesifik?

Gavin: Kecepatan dan pergerakannya. Para pemain bisa berubah arah dari kiri ke kanan, dan memindahkan bola dalam hitungan detik. Mereka sangat agresif, dan berjiwa petarung, serta bekerja sangat keras. Mereka tidak mudah menyerah. Kecepatan menyerang juga sangat efektif.

Dan: Saya ingin bicara mengenai pengalaman Anda di Eropa. Anda pernah ke Rumania, bagaimana situasinya?

Gavin: Perekonomian di sana tidak terlalu baik, dan lapangannya juga tak bagus. Latihannya memang bagus, tapi menurut saya, kualitas fasilitasnya tak terlalu bagus.

Dan: Anda pernah bilang ke Goal Indonesia ingin sekolah di Jerman, bagaimana dengan keinginan itu?

Gavin: Saya selalu mengubah rencana, karena sesuatu yang baru selalu muncul. Saya melakukan apa yang saya bisa dari hari ke hari. Saya berusaha sebaik mungkin, dan mengambil opsi terbaik untuk saya.

Dan: Jika FC Tokyo menawarkan Anda kontrak, apakah Anda ingin main di sini?

Gavin: Tentu saja.

Dan: Bagaimana jika bermain di J2 atau J3?

Gavin: Saya juga tertarik. Tapi akan lebih fantastis jika saya bisa bermain di Tokyo. Levelnya sangat tinggi, dan sungguh penting bagi saya untuk bergabung dengan tim ini, dan mengembangkan kualitas sebagai pemain.

Dan: Anda melihat pertandingan Tokyo ketika bermain imbang 4-4 melawan Urawa Reds Sabtu lalu. Apa kesan Anda terhadap pertandingan itu?

Gavin: Para pemain sangat bagus, terutama Muto. Pergerakannya saat menyerang bagus, dia mencetak dua gol. Kualitasnya sudah tinggi. Saya menikmati menonton laga itu.

Dan: Bagaimana kesan Anda terhadap fans di Jepang?

Gavin: Mereka menaruh respek kepada para pemain, lebih dari yang dilakukan fans di Indonesia. Mereka berteriak dan menyanyikan lagu yang bagus. Atmosfernya hebat.

Dan: Apa rencana Anda dalam waktu dekat?

Gavin: Saya berharap bisa berlatih di sini, atau di sebuah klub di Indonesia. Jika tidak, saya akan mencoba mencari klub yang bagus, atau hampir sama [dengan FC Tokyo], sehingga saya bisa mengembangkan kemampuan saya menjadi lebih baik.

Dan: Di mana Anda melihat peluang karir profesional Anda? Apakah di Eropa, atau Jepang?

Gavin: Saya hanya ingin mendapatkan tempat dengan kualitas bagus. Selama ada fasilitas bagus, pelatih bagus, perlakuan bagus, dan mereka menjaga Anda dengan baik, saya akan senang bermain di liga yang bagus dengan banyak penonton.

Dan: Sebagai seorang pesepakbola dari Indonesia, apakah Anda melihat J-League bisa memberikan pengaruh terhadap budaya sepakbola di Indonesia?

Gavin: Liga di Indonesia tidak secepat di Jepang, dan kualitasnya juga tidak terlalu bagus. Atmosfer, kualitas stadion... Menurut saya, masyarakat Indonesia perlu menonton J-League untuk melihat seperti apa sepakbola di Jepang. Mereka terlalu banyak menyaksikan pertandingan di Eropa yang jaraknya jauh. Mereka bisa menyaksikan J-League, dan tidak terlalu jauh dari Indonesia.

addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.