WAWANCARA EKSKLUSIF-Makan Konate: Saya Dapat Banyak Inspirasi Dari Persib Bandung

Konate juga menegaskan tak akan pindah ke klub lain, meski ada tawaran gaji lebih tinggi.

Gelandang asal Mali, Makan Konate, bisa dibilang menjadi salah satu pemain kunci yang berhasil membawa Persib Bandung juara Indonesia Super League (ISL) 2014. Bagaimana tidak, perannya di lini tengah nyaris tak tergantikan.

Bahkan, mantan penggawa Barito Putera itu juga mampu menjadi top skor Persib musim lalu dengan torehan 13 gol. Pada musim ini, Konate juga tetap menjadi andalan di lini tengah tim Maung Bandung.

Sayang, hasratnya untuk membawa Persib berprestasi tinggi di Piala AFC 2015 gagal terwujud. Itu setelah, Persib hanya mampu sampai babak 16 besar, usai ditaklukkan wakil Hong Kong, Kitchee SC, 2-0, 27 Mei lalu.

Kini, setelah kiprah Persib di kompetisi Asia berakhir, nasib Konate beserta penggawa Persib lainnya menjadi tak jelas. Menyusul, adanya wacana pembubaran tim, usai Indonesia mendapatkan sanksi suspensi dari FIFA per 30 Mei lalu.

Mantan pemain PSPS Pekanbaru ini pun mencurahkan isi hatinya saat ini, ketika diwawancarai secara eksklusif oleh Goal Indonesia, Kamis (4/6) lalu. Pada kesempatan itu, Goal Indonesia juga memberikan trofi pemain terbaik, pemain asing terbaik, serta gelandang terbaik ISL 2014.

Berikut petikan wawancara Goal Indonesia dengan pemain kelahiran Bamako, 10 November 1991 itu:

Apa saja kegiatan yang Anda lakukan setelah terhenti di babak 16 besar Piala AFC? 

Kemarin tim tidak dapat kesempatan untuk menang karena mereka bermain bagus punya banyak posisi dan menguasai bola. Menunggu PSSI dan Menpora menyelesaikan konflik yang sekarang dan mudah-mudahan setelah bulan Ramadan kompetisi ISL bisa mulai kembali.

Bagaimana tanggapan Anda soal kabar pemain asing akan dilepas Persib?

Belum, kemarin saya hanya dengar dari wartawan kalau pemain asing akan dilepas Persib. Tapi belum ada konfirmasi dari PT. PBB. Saat ini saya masih di Persib.

Rencana jika ada kemungkinan terburuk?

Saya tidak ingin pindah klub lain. Saya betah dan sudah merasa enak di Persib. Tunggu pembicaraan dengan manajemen hingga beres semua kemudian saya akan pulang dulu ke Mali, maksimal tiga bulan saya akan kembali lagi ke Indonesia. Yang jelas saya tidak mau pindah dari Persib. Semua Bobotoh dan manajemen membuat saya betah tinggal di Bandung.

Jika ada tawaran dari tim lain?

Meskipun bayaran lebih tinggi, saya masih menyisakan dua tahun kontrak lagi di Persib. Belum ada konfirmasi tim akan melepas pemain asing, Persib masih menjadi prioritas saya.

Tanggapan Anda mendapatkan tiga penghargaan dari Goal Indonesia?

Di tim sebelumnya saya pernah mendapatkan predikat pemain terbaik, tapi di Indonesia saya baru pertama kali mendapatkan trofi penghargaan seperti ini. Saya senang sekali, karena musim kemarin saya sudah kerja keras mengantarkan Persib juara. Target semua pemain terpenuhi setelah beberapa tahun Persib tidak juara. 

Saya ingin meningkatkan lagi performa saya dan fokus untuk bisa kembali meraih trofi. Di PSPS Pekanbaru saya bermain baik, di Barito Putera juga sama tapi belum pernah menjadi yang terbaik. Di Persib saya bisa lebih baik lagi dan meraih trofi. 

Saya senang dengan banyaknya dukungan yang diperlihatkan oleh Bobotoh. Di mana ada Persib di situ ada Bobotoh yang fanatik. Ketika main di AFC mereka datang langsung ke stadion mendukung Persib. Dapat tiga trofi saya ucapkan terima kasih kepada Bobotoh dan Persib yang bisa membuat saya mendapatkan trofi ini.

Momen terbaik yang paling Anda ingat?

Alhamdulillah tidak hanya saya, tapi semua pemain kerja keras, tim kompak dan kuat. Satu orang tidak bisa main, Persib masih banyak pemain cadangan. Solidaritas yang diperlihatkan para pemain membuat saya mudah bermain di lapangan. Mereka semua mendukung saya.

Pertandingan yang paling Anda ingat?

Tahun kemarin ketika lawan Persija. Lawan Semen Padang juga kita belum bisa menang dari mereka. Saya senang jika mendapatkan lawan seperti Persib juga yang kuat ada pemain yang bagus. 

Tapi dari semuanya yang paling berkesan adalah ketika laga final menghadapi Persipura karena kita bermain bagus meski tidak mudah.

Siapa pemain lawan yang paling kuat menurut Anda?

Lim Joon-sik (Persipura Jayapura) menurut saya paling kuat. Dia gelandang tengah yang bagus dan juga kuat. Pada final ISL musim lalu dia sangat menyulitkan saya. Di dalam lapangan kami musuh tapi di luar saya berteman dengan dia. Selain itu, I Gede Sukadana dari Arema Cronus juga pemain bagus, kuat. Serta Rohit Chand pemain Nepal yang pernah bermain dengan saya di PSPS.

Anda sering membuat gol krusial untuk Persib?

Sebelum main saya berdoa kepada Tuhan agar selalu mendapatkan bola dan mencetak gol untuk Persib. Pemain yang lain pun tidak egois di depan gawang. Jika Atep, Ridwan, Supardi, mengalami kesusahan selalu memberikan umpan pada saya.

Bagaimana seorang Konate menjaga performanya agar stabil?

Tidak ada yang spesial. Hanya latihan sendiri saja. Setelah latihan bersama tim tapi tidak cukup, saya akan berlatih sendiri agar kondisi bisa fit dan kuat. Jika latihan sekali tidak bisa memberikan yang maksimal dan tidak bisa menjaga kebugaran saya.

13 gol musim lalu apakah itu target?

Tahun 2012, pertama di Indonesia saya cetak 12 gol, saya menargetkan yang lebih tinggi lagi pada tahun berikutnya. Alhamdulillah saya musim lalu cetak 13 gol, tidak ada playmaker yang cetak 13 gol. Tahun ini saya ada target minimal bisa cetak 15 gol.

Cetak gol ke gawang Arema di Bandung?

Babak pertama kita ketinggalan dengan dua gol cepat dari Arema di babak pertama. Babak kedua semua pemain dan ofisial tim semangat serta Arema kelelahan dan Alhamdulillah datang satu gol kemudian dua gol dan terakhir saya cetak gol. Senang sekali karena saya percaya Persib bisa menang dari Arema dan hasilnya kita menang 3-2.

Harapan ke PSSI dan Menpora untuk kompetisi?

Semoga PSSI dan Menpora bisa duduk bersama untuk mendapatkan satu hasil positif yang disepakati. Saya harap kompetisi bisa segera bergulir lagi secepatnya. Jika saya tinggal di Indonesia, saya hanya ingin tetap di Persib. Di Mali banyak lapangan dan tim-tim kecil, saya bisa ikut berlatih di sana untuk menjaga kondisi saya agar bisa tetap bugar saat kembali ke Persib.

Dengan adanya konflik sepakbola ini, apa Anda menyesal datang ke Indonesia?

Saya tidak menyesal. Kita hanya tinggal menunggu waktu saja satu waktu PSSI dan Menpora bisa menyelesaikan masalahnya. Saya percaya ini tidak akan lama dan bisa cepat beres. Saya pikir bulan September atau Oktober liga bisa mulai lagi.

Menurut Anda apa yang membuat Persib kalah dari Kitchee?

Cuaca cukup panas. Mereka bisa cetak gol pertama yang cukup penting. Persib terus bermain tapi tak ada kesempatan untuk mencetak gol. Saya percaya jika Persib bisa cetak gol akan datang lagi gol-gol berikutnya. Strategi pelatih tidak berjalan dengan baik, mereka bermain lebih baik. Ya itulah sepakbola, kadang menang, kalah, atau imbang.

Apakah absennya Vladimir Vujovic menjadi faktor kekalahan Persib?

Vladimir tidak bermain, saya percaya Abdul Rahman bisa bermain. Di Persib kalau satu pemain absen masih ada penggantinya. Kekalahan kemarin bukan karena Vladimir, mungkin jika dia bermain juga bisa kalah. Karena Kitchee merupakan tim yang kuat mereka pernah juara dan kalah di final AFC. Mereka berpengalaman.

Harapan Konate untuk Persib?

Saya senang berada di Persib karena merupakan tim profesional yang mempunyai program ke depannya. Saya dapat banyak inspirasi dari Persib. Trofi yang saya dapat ini saya persembahkan untuk Persib.(gk-52)(gk-68)

Topics