WAWANCARA: I Made Wirawan Tak Malu Bertanya Ke Pemain Junior

I Made Wirawan mengaku dirinya masih banyak kekurangan, sehingga merasa perlu bertanya kepada rekannya, sekalipun masih junior.

I Made Wirawan merupakan salah satu kiper terbaik di Indonesia saat ini. Pemain berusia 33 tahun ini menjadi andalan Persib Bandung di bawah mistar gawang sejak 2012 setelah memperlihatkan performa mengesankan bersama Persiba Balikpapan.

Mengawali karir di Perseden Denpasar pada 2002, I Made Wirawan belum pernah sekalipun merasakan gelar tertinggi di kompetisi sepakbola nasional. Impiannya terwujud tahun lalu, ketika ia turut berperan besar dalam membawa Persib meraih gelar juara Indonesia Super League (ISL) 2015 dengan mengalahkan juara bertahan Persipura Jayapura di Palembang melalui drama adu penalti.

Sukses itu berlanjut dengan gelar individu berupa penjaga gawang lokal terbaik 2014 versi pembaca Goal Indonesia. I Made Wirawan menyampaikan pandangannya tentang bobotoh, turnamen pengganti kompetisi, timnas U-23, dan kiatnya tampil bagus sepanjang tahun lalu kepada kontributor Goal Indonesia Anggi Riwanto dan Pandu Persada di kediamannya di Antapani, Bandung.

Apa yang terlintas di kepala ketika mendengar ada penghargaan ini?

Sedikit kaget sih, gak menyangka akan ada yang menghargai dari apa yang kita lakukan sebelum-sebelumnya. Ya surprise lah.

Bagaimana perasaannya setelah mendapat penghargaan ini?

Pastinya senang mendapat penghargaan, dari Goal khususnya, dan para pembaca, mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi saya ke depannya untuk bermain lebih baik lagi. Target utama mungkin bukan trofi [individu], [melainkan] ingin melakukan yang lebih baik lagi dari yang sebelumnya. Tapi kalau dapat trofi lagi, ya bersyukur.

Apa yang ingin disampaikan kepada pembaca yang sudah memilih Anda sebagai Pemain Indonesia Terbaik?

Saya berterima kasih banget saya mendapat trofi ini. Tampil maksimal di lapangan tidak lepas dari dukungan bobotoh. Itu sangat penting sekali buat saya, terima kasih atas dukungannya.

Tidak terbebani dengan tuntutan bobotoh yang menginginkan Persib Bandung selalu menang di setiap laga?

Kalau bobotoh menuntut selalu menang, saya sendiri selalu punya tuntutan untuk selalu menang. Itu tidak bisa dijadikan sebuah beban jadi kita anggap sebagai kewajiban saja.

Anda selalu fokus, dan jarang tersulut emosi di setiap pertandingan. Apa kiatnya?

Kesiapan sebelum pertandingan. Itu yang paling berpengaruhm dan konsentrasi saat pertandingan, secara fisik maupun mental. Kadang kita selalu berusaha agar tak terpancing emosi. Kalau sudah emosi, otomatis semua buyar. Tapi kadang-kadang sedikit emosi, tapi sebisa mungkin untuk meredamnya.

Melihat lagi laga final [ISL 2014], dan menggagalkan tembakan penalti Nelson Alom [penendang keempat Persipura], apa yang dipikirkan saat itu?

Setelah tiga penembak, yang pertama salah mengantisipasi, yang kedua belum dapat [bola], yang ketiga sudah mulai, yang keempat ini saya harus dapat. Saya ulur waktu sedikit dengan berdoa di gawang, dan membuat dia menunggu. Bisa mengganggu konsentrasi lawan juga. Saat itu saya pikir saya harus dapat.

Apa pendapat Anda soal Indonesia U-23 yang berlaga di SEA Games 2015 di Singapura?

Kalau hasil pertandingan yang kemarin itu, mereka juga tidak main jelek. Tapi kalau melawan Thailand, Thailand memang berada di atas kita. Mungkin ada faktor mental, dalam artian kita ada konflik yang besar di dalam negeri, di rumah kita, dan ketika bermain di sana pasti kepikiran. Apalagi itu menyangkut masa depan mereka sendiri setelah dari pertandingan itu.

Ada Muhamad Natshir dalam skuat [timnas U-23] itu, bagaimana hubungannya saat ini?

Baik. Kita bersaing di lapangan, tapi kalau di luar ya teman. Kadang-kadang dia ada tanya sesuatu, ya sebisa saya merasa tahu, ya sharing. Meskipun saya lebih senior, tapi merasa kurang, ya saya tanya dia juga. Artinya kita saling berbagi, dan saling belajar juga. Kita bertiga selalu bersaing cuman bersaing dalam artian positif. Di lapangan kita bersaing keras dalam artian kita berjuang untuk diri sendiri, terus di luar lapangan kita balik lagi bercanda biasa.

Ada Kekhawatiran jika posisi utama di tim tergeser?

Itu gak tahu juga ya, itu keputusan dari pelatih.

Komentarnya mengenai kompetisi Piala Presiden?

Kita berharap benar-benar ada titik temu, kembali ada pertandingan. Saya sih berharap ada liga. Tapi kalau memang hanya turnamen dulu, paling tidak itu yang menjadi awal. Kita berharap banget ini bisa benar-benar terlaksana.

Bagaimana komunikasi dengan manajemen saat ini?

Sampai saat ini manajemen bilang kita semua masih libur. Tapi kalau memang jadi ikut turnamen ini, nanti kita akan dikumpulkan.

Bagaimana menyikapi kepergian Vladimir 'Vlado' Vujovic?

Dengan keluarnya Vlado, di saat tim sudah kompak, otomatis sedih juga, karena kita sudah lama kumpul, terus dia keluar, dan kita harus cari pengganti lagi. Kita sudah dekat juga, sebagai teman dan partner di lapangan bisa dibilang sudah saling mengerti. Sedih, tapi kita berharap dia mendapat tim yang lebih baik, bisa lebih sukses lagi. Kalau dia bisa balik lagi, ya lebih baik lagi.

Apakah Persib Bandung membutuhkan pengganti Vlado?

Saya belum tahu, itu kebijakan pelatih, mau mencari atau memainkan yang ada. Saya tidak berani juga bilang butuh [pengganti Vlado] atau tidak. Itu semua wewenang pelatih. (gk-52 & gk-68)