Yang Kaya Makin Kaya: Real Madrid, Barcelona & Manchester United Dominasi Pemain Terbaik

Goal Transfer List 2014 memperlihatkan semakin besarnya jurang perbedaan antara klub-klub elit dengan klub sepakbola lainnya.

OLEH CARLO GARGANESE ALIH BAHASA TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter

Pesepakbola terbaik di dunia bermain untuk Barcelona dan Real Madrid - sebuah tren yang kemudian dipertegas kembali dengan hasil Goal Transfer List 2014.

Lima dari sepuluh transfer melibatkan pasangan Clasico tersebut untuk semakin mempertegas status mereka sebagai dua klub terkaya di dunia dan rumah bagi para bintang terbesar.

Ini bukan hal baru. Mereka mendominasi arena transfer selama bertahun-tahun hingga Chelsea, Manchester City, Paris Saint-Germain dan AS Monaco diambil alih orang kaya dan mengeluarkan dana besar untuk mengangkat diri mereka sebagai kekuatan baru di kancah domestik dan internasional.

Tetapi perubahan target, Financial Fair Play dan masih menurunnya pamor Serie A menjadi kombinasi yang pas untuk kembali mengangkat Madrid dan Barca kembali ke puncak arena transfer.

Sudah memiliki Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo - yang mendominasi tujuh Ballon d'Or terakhir - demikian juga Gareth Bale dan Neymar, kedua tim raksasa itu meningkatkan monopoli mereka terhadap bintang besar dengan merekrut Luis Suarez dan James Rodriguez.

Pada akhir durasi lima tahun kontrak Suarez, Barcelona telah mengeluarkan dana sebesar €253 juta untuk pemain asal Uruguay tersebut, sementara Madrid membayar sekitar €169 juta.

Pelatih Barcelona Luis Enrique, dengan bercanda, mengatakan bahwa tidak banyak bintang besar lagi. "Kecuali Anda belanja di Real Madrid, Anda tidak dapat memiliki pemain yang lebih baik dari yang kami punya," ujarnya pada awal Desember. "Sekarang, sedikit pilihan jika Anda melihat pemain di klub lain."

Real Madrid telah memecahkan rekor transfer lima kali pada milenium ini, terakhir pada 2013 ketika Bale memuncak Goal Transfer List 2013 dengan biaya €199,9 juta. Sementara itu, Barcelona menyingkirkan kebijakan pemain akademi dengan melakukan pendekatan 'Galactico'.

Financial Fair Play (FFP) telah menahan klub-klub kaya seperti Manchester City, Chelsea dan PSG, untuk melakukan pembelian gila di bursa transfer.

Meskipun klub-klub ini muncul di Goal Transfer 2014, PSG dan City dilarang menambah pemain setelah merekrut David Luiz dan Eliaquim Mangala dengan biaya, secara berurutan, €115 juta dan €111 juta. Kemudian, Chelsea harus menjual Luiz, Juan Mata dan Romelu Lukaku untuk memboyong Diego Costa dan Cesc Fabregas dengan biaya total €257 juta. Monaco - yang sempat menjadi primadona transfer - menyerah dalam satu musim dengan melepas Radamel Falcao dan, tentu saja, James.

"Saya pikir Financial Fair Play adalah kontradiksi," ujar pelatih Chelsea Jose Mourinho. "Ini adalah proteksi besar untuk klub besar dan tua, yang memiliki struktur finansial, struktur komersil, segalanya ditempatkan berdasarkan kesuksesan historis selama bertahun-tahun."

Karena itu, hanya Manchester United dan Bayern Munich - yang, meski secara konsisten memecahkan rekor transfer Jerman, tidak pernah melakukan pembelian besar untuk satu orang pemain - memiliki kesempatan untuk menantang Barcelona atau Madrid untuk posisi puncak Goal Transfer List di masa depan.

Seperti kekayaan United, meski gagal lolos ke Liga Champions, mereka mampu mengeluarkan dana sekitar €494 juta secara bertahap untuk tiga pemain; Mata, Luke Shaw dan Angel Di Maria.

Ketika membandingkan kekuatan daya beli antar liga, Inggris berada satu atau dua langkah di atas yang lain. Tetapi, karena pemerataan keuntungan hak siar, dana yang didapatkan merata di klub-klub Liga Primer Inggris.

"Perbedaan pendapatan tahunan antara Liga Primer Inggris dan liga terbesar kedua di Eropa, Bundesliga Jerman, lebih dari €900 juta dan tahun depan akan jauh lebih besar," ujar Alex Thorpe, konsultan Deloitte, kepada Goal .

Tujuh pemain dari Goal Transfer List 2014 bergabung dengan klub Inggris, sementara 30 dari 50 transfer terbesar di musim panas dibayar oleh klub Liga Primer Inggris. Ini termasuk West Ham, Sunderland dan Queens Park Rangers. Klub-klub sekarang mendapatkan bagian dari €3 Miliar total pendapatan dalam satu musim dan sebuah rekor lebih dari €1 Miliar dikeluarkan pada transfer musim panas kemarin.

Liga besar Eropa lainnya hanya bisa bermimpi mendapatkan dana seperti itu, terutama Serie A - dengan Goal Transfer List bisa menggambarkan betapa jauh Italia tertinggal dalam hal olahraga dan juga finansial. Jika daftar ini dilakukan pada peruh kedua abad ke-20, maka ini akan penuh dengan transfer klub Italia.

Italia dahulu menjadi tempat tujuan pemain-pemain terbaik, antara 1952 dan 2000, kata rekor transfer dipecahkan sebanyak 22 kali, dan hanya empat di antara kesepakatan tersebut dilakukan oleh klub non-Italia. Tetapi sekarang pendapatan terbatas dan suramnya kesepakatan hak siar, membuat Italia semakin lemah.

"Pada 1989-90, Serie A adalah liga yang paling banyak menghasilkan uang," imbuh Thorpe. "Jika Anda mempercepat ke saat ini, Liga Primer Inggris jauh di depan meninggalkan Serie A di belakang."

Hal-hal berkembang untuk Juventus - yang mampu mempertahankan Arturo Vidal dan Paul Pogba meski diminati banyak klub lain - sementara AS Roma membangun proyek menarik di bawah pemilik asal Amerika Serikat, tetapi untuk saat ini Serie A tidak bisa bersaing.

Bundesliga beberapa tahun di depan Serie A dalam hal model sepakbola, rasa cemburu Eropa atas kepemilikan suporter, kebijakan federasi tentang pemain muda dan pengalaman bertanding. Meski, keuntungan dari itu tidak membuat liga mempengaruhi pasar. Hanya dua dari 50 transfer termahal 2014 dilakukan oleh klub Bundesliga - Mehdi Benatia dari AS Roma ke Bayern Munich dan Ciro Immobile dari Torino ke Borussia Dortmund. Tidak ada dari mereka yang masuk ke Goal Transfer List.

Bayern munich tetap menjadi salah satu klub paling kaya dan mendapatkan pendapatan komersil lebih banyak dari yang lain. Absennya mereka dari Goal Transfer List tidak berarti apa-apa. Mereka mendapatkan penyerang kelas dunia Robert Lewandowski dengan gratis dan menggantikan Toni Kroos dengan Xabi Alonso. Gaji tahunan skuat sekarang menuju ke €200 juta - rekor terbesar klub.

Bagaimanapun juga, Bayern memiliki kelas tersendiri di Jerman. Dan begitulah semuanya akan bertahan untuk saat ini, di Jerman dan Eropa. Yang kaya semakin kaya dan monopoli pemain terbaik dunia dilakukan oleh segelintir klub raksasa - katakan saja Barcelona dan Real Madrid - akan terus berlanjut.

addCustomPlayer('12vpq2gcav7p4145hxea3k767a', '', '', 620, 540, 'perf12vpq2gcav7p4145hxea3k767a', 'eplayer4', {age:1407084748852});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics