4 Hal Yang Bisa Kita Diskusikan Dari Arsenal 2-0 Bayern Munich

Jurnalis FFT, Joe Brewin, melaporkan dari tribun pers Emirates Stadium setelah kemenangan luar biasa The Gunners dari pasukan Pep Guardiola...

1) Petr Cech Tidak Akan Dibangkucadangkan Lagi

Kritikan tajam diarahkan kepada Arsene Wenger setelah Arsenal kalah dari Olympiakos sebelum laga kontra Bayern, dan setelah laga seperti ini tampak jelas mengapa kritikan itu ada. Tentu saja, performa David Ospina malam itu membuat The Gunners frustrasi, tapi melawan Bayern Muenchen, Petr Cech bermain luar biasa untuk membantu tim London utara meraih kemenangan penting di Grup F.
 
Arsenal harus berterima kasih kepada kiper Republik Ceska itu atas beberapa penyelamatan yang ia buat sebelum pemain pengganti Olivier Giroud membuka gol dengan sundulan, yang pertama penyelamatan brilian untuk menghentikan tembakan Thiago setelah pemain Spanyol itu melakukan umpan satu dua dengan Thomas Muller, dan kemudian tiga peluang lainnya lewat Arturo Vidal, Robert Lewandowski dan Douglas Costa sebelum babak pertama usai. Penyelamatan terpenting datang pada 15 menit tersisa saat Lewandowski menggiring bola di pertahanan The Gunners dan tembakannya berhasil ditepis Cech.

Aksi kepahlawanan Cech semakin menonjol hanya dua menit berselang saat kiper lawan, Neuer - yang juga melakukan penyelamatan gemilang dengan menghentikan sundulan Theo Walcott di babak pertama - tidak mampu mengantisipasi tendangan bebas Santi Cazorla dan Giroud akhirnya mencetak gol dari jarak dekat. Kesalahan Neuer bisa saja jadi berita utama, tapi kehandalan Cech di laga ini lebih layak disorot.

2) Costa Memenangkan Pertempuran, Bellerein Memenangkan Perang

Mungkin tak ada satu pun pemain Arsenal yang jauh lebih lega daripada Bellerin saat mendengar wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, yang menghabiskan babak pertama untuk bekerja keras di area pertahanan timnya untuk meredam permainan brilian Douglas Costa.
 
Pemain muda Spanyol itu mendapatkan pujian atas performa apiknya kontra Watford pada Minggu lalu, namun ia menghadapi ujian terberatnya sejak menghadapio Borussia Dortmund pada laga debutnya di Liga Champions tahun lalu.
 
Awalnya tidak berjalan dengan baik. Costa merupakan pemain yang diandalkan Bayern di area sayap sementara Arsenal berusaha bermain rapat di tengah, dan itu artinya pemain Brasil itu punya ruang untuk dieksploitasi. Costa unggul berhadapan dengan Bellerin yang tidak terlalu berpengalaman, memenangkan enam dari tujuh take ons yang ia lakukan dan melepaskan sembilan umpan silang berbahaya yang tidak dapat dimanfaatkan rekan-rekannya.

Setelah jeda, Wenger melakukan pergantian taktik tepat waktu dan membuat Guardiola menggeser Costa ke sisi berlawanan, yang membuat Bellerin akhirnya bisa bernafas (lihat gambar Stats Zone di bawah). Dan setelah menjalankan tugas bertahannya di babak kedua, bek berusia 20 tahun itu dua kali maju untuk memberikan kontrbusi serangan jelang berakhir, upaya keduanya adalah memberikan assist untuk gol kedua Arsenal yang dilesakkan Mesut Ozil.

STATS ZONE Gratios di iOS • Gratis di Android

"Costa adalah pemain kelas atas dan Bellerin menunjukkan apa yang saya suka," ujar Wenger setelah pertandingan. "Itu adalah pertarungan menarik antara dua pemain level atas, tetapi pada akhirnya Hector menemukan kesempatan dalam 10-15 menit terakhir untuk berada di atas Costa. Itu adalah hal yang fantastis untuk disaksikan dari remaja berusia 20 tahun."

"Terlepas dari pertandingan ini, saya menyukai fakta bahwa dia memiliki keinginan untuk lebih baik dari lawannya sampai menit terakhir; keunggulan kompetitif yang dapat memenangkan pertandingan."  

3) Arsenal Berhasil Menciptakan Serangan Yang Bervariasi

Theo Walcott gagal mencetak gol hanya karena kepiawaian Neuer, tapi performa pemain Inggris saat melawan juara Bundesliga sangat biasa-biasa saja.
 
Pemain berusia 26 tahun tampak menonjol saat Arsenal enyerang di babak pertama, dengan mengandalkan kecepatannya untuk mengefektifkan kerjasamanya dengan Alexis Sanchez, tapi saat ia mendaatkan peluang - dan itu sering terjadi - penyelesaiannya sering tidak tepat. 

Normalnya tak ada kesempatan bagi Giroud untuk unjuk gigi di laga ini, yang berjalan cepat di sebagian besar waktu - tapi Arsenal butuh sebuah gol dan rencana kedua, di akhir-akhir laga. Kontribusi pertama Giroud adalah membantu timnya mendapatkan tendangan bebas, kontribusi keduanya adalah mencetak gol jarak dekat dari umpan tendangan bebas tersebut. Setelah itu ia tampak bermain seperti orang kesurupan, menyulitkan pemain bertahan Arsenal saat duel udara (dia bahkan nyaris mencetak gol keduanya tak lama setelah itu) dan menunjukkan kemampuan total dari taktik Wenger.

4) Taktik Wenger Masih Ampuh

Tak ada keraguan bahwa Wenger harus berterima kasih kepada kipernya untuk kemenangan Arsenal, dan juga blunder Manuel Neuer yang membantu timnya meraih tiga poin. Tetapi, manajer The Gunners ini layak mendapatkan kredit atas taktik yang digunakan timnya di babak kedua untuk merespon permainan menyerang Bayern.
 
Dengan menggeser pemain untuk lebih merapat ke Petr Cech di babak kedua, pria Prancis itu dengan efektif memangkas peluang Bayern dari para pemain sayap mereka, di mana Costa akhirnya terpaksa pindah ke sisi yang berlawanan dengan harapan itu bisa membuka peluang lainnya. Mereka hanya berhasil melepaskan sembilan umpan silang di babak kedua berbanding 17 umpan silang di babak pertama, dan hampir menciptakan peluang yang bisa berujung gol seperti yang mereka lakukan sebelum jeda.

"Kami tidak menginginkan itu [membiarkan Bayern menguasai pertandingan] dari awal," kata Wenger. "Tapi ketika kami bermain menyerang, mereka mendapatkan sedikit ruang terbuka, jadi saya memutuskan untuk bertahan dan membuat mereka berkutat di kotak penalti."
 

Ketika ditanya apakah permainan bertahan Arsenal direncanakan oleh Wenger, Guardiola menegaskan: "Tidak, kami bekerja keras untuk mengendalikan bola. Rencana pertama kami adalah untuk menciptakan serangan. Mereka [Arsenal] ingin meredamnya dan menekan pemain kami. Mereka melakukannya melawan Manchester United, mereka melakukannya dua tahun lalu melawan kami. Permainan mereka sungguh menakjubkan dan kami tahu itu."
 
"Kami tidak hanya sekedar mengumpan dan mengumpan - kami menciptakan peluang yang cukup untuk memenangkan pertandingan. Saya sangat bangga dengan tim saya. Saya ingin menang, saya tidak bahagia, tapi kami bermain dengan banyak keberanian. Saya tahu Anda tidak bisa mengharapkan untuk datang ke sini dan menciptakan peluang. Arsenal memiliki pemain yang sangat sangat bagus, pemain cepat, tapi kami berada di sana dengan karakter yang bagus. Setelah itu saya hanya bisa mengucapkan selamat kepada mereka."

Arsenal menang dan Arsene bisa pulang ke rumah setelah melakukan tugasnya dengan baik.

Baca fitur-fitur terbaik seperti ini setiap harinya di FFT.com Analisis

STATS ZONE Gratis di iOS • Gratis di Android