Rivalitas Terpanas!

Turnamen-turnamen besar selalu menghadirkan rivalitas, jadi mari kita menantikan rivalitas yang panas di Euro 2016 nanti...

Granit Xhaka vs Taulant Xhaka

Jerome dan Kevin-Prince Boateng yang merupakan saudara tiri pernah bertarung di Piala Dunia 2010 mewakili Jerman dan Ghana, tetapi kakak beradik Xhaka – Granit, 23 tahun, membela Swiss dan Taulant, 25 tahun, membela Albania – akan menjadi kakak-beradik kandung pertama yang akan bertarung di sebuah turnamen ketika mereka bertemu di pertandingan kedua Euro 2016. Keduanya lahir dan besar di Swiss dari orang tua berdarah Kosovo – dan keduanya ingin bermain untuk Albania. Taulant, yang merupakan bek Basel, bisa melakukannya, tetapi gelandang Borussia Monchengladbach, Granit, mengatakan The Eagles tidak menunjukkan ketertarikan padanya dan ia pun akhirnya membela negara yang mengadopsinya.

Croatia vs Turkey

Sebutkan Wina pada seorang fan Kroasia dan mereka akan menangis seperti seorang peserta audisi X-Factor yang memegang foto keluarganya yang sedang sakit. Di ibukota Austria tersebut pada Euro 2008, setelah 120 menit yang seru, Turki mengeliminasi Kroasia lewat adu penalti untuk bertemu dengan Jerman di semifinal. Ivan Klasnic sempat membawa Vatreni unggul hanya sesaat sebelum waktu di babak tambahan berakhir, tetapi Semih Senturk berhasil mencetak gol tendangan voli yang menyamakan kedudukan di tendangan terakhir di laga tersebut. Kroasia lalu menghabiskan delapan tahun sesudahnya untuk berandai-andai dan akan sangat ingin membalaskan dendam di turnamen nanti.

The England Band vs The Barry Horns

Bertanya kepada kebanyakan fans yang memiliki telinga apakah mereka lebih memilih orkes tiup (brass band) Inggris atau Wales seperti membuat mereka memilih apakah mereka lebih memilih mati kedinginan atau mati dibakar. Tetapi orkes tiup Wales adalah musisi-musisi yang lebih bagus dan memiliki repertoar yang lebih luas dan tak terlalu menjengkelkan ketimbang rekan-rekan mereka dari Inggris, yang memiliki komedian Bernie Clifton di posisi trombone dan berpikir tema The Great Escape masih menghibur. 1-0 untuk Wales.

Austria vs Hungaria

Mantan rekan sekerajaan, Austria dan Hungaria dan kerajaan bersama mereka menguasai Eropa antara tahun 1867 dan 1918. Pertemuan mereka di sepakbola adalah pertandingan internasional kedua yang paling banyak dimainkan di dunia, dengan 136 pertemuan yang telah terjadi sejauh ini (hanya Argentina dan Uruguay yang pernah bertemu lebih sering). Hungaria lebih unggul dengan 66 kemenangan berbanding 40 milik Austria, tetapi pertemuan mereka di Grup F pada 14 Juni di Bordeaux nanti akan menjadi pertemuan pertama keduanya selama hampir satu dekade.

Robert Lewandowski vs Manuel Neuer

Fans Polandia pasti akan merinding membayangkan betapa suburnya timnas mereka seandainya Miroslav Klose (71 gol internasional) dan Lukas Podolski (48) memilih bermain untuk negara ibu mereka ketimbang Jerman. Namun pada musim panas ini mereka memiliki penyerang paling tajam di Eropa di dalam tim mereka – dan ia akan berusaha menjebol gawang yang dijaga oleh rekan setimnya di Bayern Munich, sang kiper dewa, Manuel Neuer. Ini adalah sebuah pertarungan klasik antara kekuatan yang tak terbendung melawan pertahanan yang tak bisa ditembus, dan ini akan lebih menarik daripada Batman vs Superman.

 

Italia vs Swedia

“Orang-orang Italia senang berpikir dengan cara Machiavelli, tetapi tidak akan mungkin untuk bermain imbang 2-2, dan saya pikir hasilnya nanti tidak akan berakhir 2-2,” kata pelatih Swedia, Lars Lagerback, sehari sebelum timnya imbang 2-2 dengan Denmark untuk membuat Italia tereliminasi dari grup Euro 2004 mereka. Apakah ada kolusi antara kedua tim, kita tidak akan pernah tahu – sejauh ini tidak ada pembahasan soal ini di Panama Papers – tetapi bisa dimengerti jika Italia merasa marah, dan tidak diragukan lagi jika mereka mungkin terus mempelajari The Art of War karangan Machiavelli sejak itu.

Luka Modric vs Sergio Busquets

Messi vs CR7 selalu menjadi pembahasan utama di semua pertarungan Barcelona-Madrid, tetapi pertarungan yang paling menarik di Clasico sebetulnya adalah antara playmaker Kroasia dan gelandang jangkar Catalan ini. Busquets adalah titik pemersatu di lini tengah Barça dan Spanyol, dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar dengan lebih baik daripada semua pemain di Eropa sebelum memberikan bolanya ke rekannya yang lebih menarik perhatian dengan umpan-umpan atau dribel yang berkesan. Sementara Modric merupakan sosok creator bagi klub dan negaranya. Keduanya akan bertemu kembali di laga terakhir Grup D.

Ditulis oleh: Nick Moore

 

Promo sitewide