Wasit-Wasit Euro 2016

“Kamu bercanda, Sit?!” FFT memberikan Anda profil singkat beberapa pengadil pertandingan di Euro 2016 nanti

Jonas Eriksson

Wasit Swedia ini menjadi milyuner ketika ia menjual sahamnya di sebuah perusahaan media, tetapi statusnya yang sudah nyaman itu tidak menghilangkan keinginannya untuk memimpin pertandingan dan mendapatkan teriakan dari para pesepakbola di sekelilingnya. “Uang tidak mengubah apapun,” katanya. “Hal terbaik dalam hidup saya tetap menjadi wasit.”

Ketegasan: 4/10

Menakutkan: 6/10

Cara mengatur alur pertandingan: 8/10

Kontroversil: 6/10

Mudah mengeluarkan kartu: 6/10

Cemburu pada gaji pesepakbola: 0/10

Felix Brych

Ia seorang Jerman dan seorang pengacara, jadi mungkin bukan kejutan besar jika Brych tidak dibingungkan pada stereotipe tertentu soal pemain-pemain yang bermain di sekitarnya, dan memastikan agar keadilan ditegakkan di atas lapangan. Ia termasuk wasit yang menarik oleh komunitas kecil, tetapi sangat antusias, yang berisi para penggemar para lelaki peniup peluit.

Ketegasan: 7/10

Menakutkan: 7/10

Cara mengatur alur pertandingan: 8/10

Kontroversi: 7/10

Mudah mengeluarkan kartu: 5/10

Memiliki wajah tampan: 10/10

Damir Skomina

Satu-satunya wasit Slovenia di level ini, Skomina adalah seorang agen perumahan, yang mungkin sering berkendara di sekitar LLjubljana dengan Foxtons Mini-nya, dengan rambut spike-nya. Ia tidak takut membuat keputusan-keputusan besar, dan pernah mengusir Jogi Löw dan pelatih Austria saat itu, Jose Hickersberger di Euro 2008.

Ketegasan: 8/10

Menakutkan: 8/10

Cara mengatur alur pertandingan: 7/10

Kontroversi: 3/10

Mudah mengeluarkan kartu: 7/10

Rumah bagus dengan dua tempat tidur: 10/10

Cuneyt Cakir

Seorang pegawai perusahaan asuransi yang sopan di hari-hari biasanya, Cakir berubah menjadi sosok yang sangat tegas ketika ia memasuki lapangan sepakbola, mudah mengeluarkan kartu layaknya confetti dan dengan antusias mencegah usaha apapun untuk membuang waktu. Peluangnya muncul di babak semifinal sama kecilnya seperti tim nasional Turki.

Ketegasan: 9/10

Menakutkan: 8/10

Cara mengatur alur pertandingan: 4/10

Kontroversi: 5/10

Mudah mengeluarkan kartu: 10/10

Tidak bisa disuap: 10/10

Nicola Rizzoli

Rizzoli berhasil muncul dari bayang-bayang wasit setengah dewa yang bermata elang, Pierluigi Collina, untuk menjadi wasit Italia selanjutnya yang disebut sebagai wasit terbaik di dunia, setelah memimpin final Piala Dunia 2014. Lelaki yang juga merupakan seorang arsitek ini pernah mendapatkan gelar wasit terbaik Serie A sebanyak lima kali.

Ketegasan: 7/10

Menakutkan: 6/10

Cara mengatur alur pertandingan: 5/10

Kontroversi: 3/10

Mudah mengeluarkan kartu: 7/10

Nama perempuan: 10/10

Bjorn Kuipers

Dengan kepercayaan diri yang menyamai level Kanye West, Kuipers bukanlah sosok yang bisa menyenangkan semua orang layaknya Oranjeboom, tetapi wasit asal Belanda ini bisa menutupinya. Ia belajar administrasi bisnis dan menjadi salah satu pemilik dari sebuah jaringan supermarket dan sebuah salon, di mana rambut ala Tintin-nya diatur.

Ketegasan: 9/10

Menakutkan: 7/10

Cara mengatur alur pertandingan: 4/10

Kontroversi: 8/10

Mudah mengeluarkan kartu: 9/10

Kemampuan rap: 0/10

Ditulis oleh Nick Moore

Promo sitewide