Group A

Perancis

Ini adalah waktu yang tepat bagi mereka. Bukan hanya Perancis memiliki sejarah indah sebagai tuan rumah turnamen internasional, tetapi mereka juga berhasil memenangkan dua dari tiga turnamen yang pernah di selenggarakan di negaranya (Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 1998), tetapi mereka juga menjalani perjalanan sedikit kurang enak menuju ajang terbesar bagi tim nasional di seluruh Eropa ini.

Latar Belakang

Timnas Perancis menjalani persiapan yang sedikit ajaib, tidak ada dari para pendukung tuan rumah yang memprotes manajer mereka seperti yang terjadi pada tahun 1998 ke Aime Jacquet sebelum Piala Dunia 1998, malah yang terlihat dan terdengar adalah pelatih mereka, tertangkap basah mengeluarkan komentar yang panas dan sedikit menyerang kepada Laurent Blanc, pemain mereka berkelahi satu sama lain dan semua itu diperparah dengan cemoohan para pendukung mereka saat timnas Perancis berain di Stade de France, hampir sepanjang tahun ini. Tetapi, di balik itu semua, terdapat rasa optimisme, dengan komposisi pemain muda dan juga deretan stadion indah nan menakjubkan yang siap menggelar kick off pertama pada 10 Juni besok.

Dan satu-satunya permasalahan yang benar-benar menarik perhatian banyak orang dari seluruh dunia adalah skandal video sex yang melibatkan Karim Benzema dan Mathieu Valbuena, dimana hal tersebut mengingatkan kita tidak ada permasalahan luar lapangan yang memiliki drama sedramatis Les Bleus. Benzema sendiri tidak masuk ke dalam skuat Perancis di Piala Eropa nanti karena sedang menjalani proses pengadilan, sedangkan Valbuena, penampilannya semakin merosot setelah kembali ke Perancis dari Dynamo Moscow, walaupun dirinya lebih memiliki masalah dengan klub barunya, Lyon, bukan karena penampilannya.

Didier Deschamps memiliki skuat yang dalam pada turnamen ini, akan tetapi, timnas Perancis seharusnya sudah bisa mengatasi permasalah mereka di luar dan di dalam, apabila semuanya menjadi lebih buruk. Untuk menilai seberapa dalam dan kaya skuat mereka, Anda tinggal melihat deretan nama-nama pemain yang kemungkinan tidak akan dibawa Deschamps di turnamen musim panas nanti, sebut saja Alexandre Lacazette, Geoffrey Kondogbia dan pemain yang terlahir kembali, Hatem Ben Arfa, nama-nama tersebut kemungkinan tidak akan berlaga di ajang empat tahunan tersebut. Dalam diri Antoine Griezmann dan Blaise Matuidi, tim asuhan Deschamps seperti memiliki pemimpin baru yang bisa di andalkan oleh negaranya.

Hasil yang mereka dapatkan tahun lalu hingga saat ini sangat bercampur aduk. Setelah menjalani musim panas 2015 yang buruk, Perancis memenangkan tujuh dari delapan pertandingan yang mereka jalani sejak September, dengan satu kekalahan yang mereka terima dari Inggris di Wembley - tetapi kekalahan itu bisa dimaafkan karena ibukota mereka, Paris baru saja mendapat serangan teroris empat hari sebelumnya.

Pelajaran dari Kualifikasi

Kualifikasi kata Anda? Ekperimen mereka dengan "sentralisasi pertandingan persahabatan" adalah hal yang menarik, dimana mereka menjadikan tuan rumah sebagai kata kiasan, dimana mereka menjadi "seperti" salah satu timnas yang berlaga di babak kualifikasi, walaupun bukan pertandingan resmi, hanya persahabatan saja. Hal itu membuat mereka menjadi merasakan aura kompetitif dalam persiapannya menuju Piala Eropa 2016.

Kelebihan

Pilihan pemain yang dimiliki oleh Deschamps sangatlah banyak, khususnya di lini depan, dan dia juga memiliki banyak opsi apabila skema yang dia terapkan tidak berjalan sesuai rencana. Singkatnya, Perancis memiliki skuat yang komplit di lini tengah dan depan, tetapi membuat pusing manajernya, semua pemainnya berkalber dunia dan menjadi jaminan mutu bahwa mereka bisa lolos ke babak selanjutnya.

Kelemahan

Apabila ada satu masalah di kubu Perancis, adalah lini belakang mereka. Full back mereka masih harus dipertanyakan penampilannya dan bahkan pemain sekelas Raphael Varane menjalani musim roller coaster bersama Real Madrid. Penjaga gawang, Hugo Lloris mungkin harus menjadi seperti Manuel Neuer pada turnamen ini apabila mereka ingin menjadi juara di tanah mereka sendiri di Paris.

Yang Mungkin Terjadi...

Argumen di antara pemain, permainan menyerang. Tetapi sekali lagi, semuanya akan berbeda karena tidak ada Franck Ribery dan Samir Nasri dalam skuat ini....

Yang Tidak Mungkin Terjadi...

Melihat ke bangku cadangan dan mereka hanya tersenyum sembari menunjukkan jari jempolnya ke kamera setelah pertandingan berjalan selama lima menit.

Harapan Mereka

Memenangkan semuanya, parade mewah dengan membawa piala di tambah dengan jutaan orang di Champs-Élysées menghadiri perayaan tersebut.

Yang Akan Terjadi Adalah

Memenangkan semuanya, membangun kembali kesuksesan mereka untuk Piala Dunia 2018 nanti di Rusia, kemudian gagal di ronde pertama saat ingin mempertahankan gelar mereka di Piala Eropa 2020 di tengah-tengah upaya mereka bangkit dari pertengkaran antar pemain dan kembali lagi ke awal di turnamen berikutnya.

Pemain Kunci - Paul Pogba

Untuk saat ini, ekpektasi orang banyak yang berharap turnamen ini akan menjadi ajang bermain bagi Paul Pogba. Lassana Diarra ada di sana hanya untuk membantu pertahan dan juga membantu gelandang Juventus tersebut untuk mendominasi pertandingan, dan membawa pengaruh besar untuk menguasai lini ketiga lapangan.

Pelatih - Didier Deschamps

Perancis berharap kepada kapten timnas mereka di Piala Dunia 1998 untuk membuktikan dirinya dengan memanggil pemain Perancis berbakat dari klub mana saja, seperti saat memutuskan memanggil Dimitri Payet. Dia juga bisa mengatur tekanan pada tim asuhannya selama turnamen.

Tanya Jawab - Andre-Pierre Gignac

Sebagus apa skuat Perancis kali ini dan bagaimana suasana di skuat sekarang?  

Kami sangat baik, sangat solid. Kami merasa sangat baik saat bersama dan kami sering sekali tertawa. Di lapangan, pertandingan persahabatan kami berjalan dengan baik, walaupun masih ada beberapa masalah di lini belakang yang harus kami selesaikan (Perancis menang 3-2 dari Belanda sebelum mengalahkan Rusia 4-2 di kandang). Saya tidak tahu apakah merosotnya penampilan kami karena kami terlalu santai atau kehilangan fokus, tetapi itu adalah hal yang harus kami benahi sebelum Piala Eropa. Kami unggul 2-0 di kedua pertandingan tersebut dan selalu kebobolan di kedua pertandingan tersebut. Rusia mencetak gol dari bola mati dan itu juga salah satu hal yang benar-benar kami harus benahi. Pelatih kami tidak bisa di ajak bercanda soal itu.

Siapa pemain muda Perancis yang namanya bisa menjadi terkenal pada Piala Eropa nanti?  

Kingsley Coman. Kita semua tahu betapa hebat dirinya. Ada beberapa pemain muda yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, dan dia adalah pemain muda yang sangat, sangat bagus - Saya bisa mengatakan hal ini kepada Anda setelah berlatih bersamanya.

Dan siapa pemain yang bisa menjadi kejutan di skuat Perancis untuk Piala Eropa 2016 ini?  

N'Golo Kante. Dia sangat tenang! Kemampuannya untuk merebut bola sangatlah luar biasa. Perkembangannya sangat mengejutkan. Semua penyegaran di skuat ini sangatlah baik untuk kami semua.

Walaupun Anda meninggalkan Marseille untuk bergabung dengan klub Meksiko, Tigres UANL pada musim panas lalu, Anda tetap dipanggil masuk ke dalam skuat Perancis dalam beberapa bulan terakhir. Apa arti dipanggil untuk membela negara di ajang terbesar dan tertinggi bagi negara-negara di Eropa ini, bagi Anda? 

Perasaannya sangatlah unik untuk mengenakan seragam ini. Mengenakan seragam dan mendengar para pendukung bernyanyi, sukses membangkitkan emosi saya berkali-kali. Saya sangat senang untuk melihat reaksi para pendukung saat saya mencetak gol. Tetapi menjadi bagian dari skuat Perancis di dua pertandingan sebelumnya tidak berarti apa-apa; Saya harus tetap mencetak gol bagi Tigres. Saya harus tegas dalam mencetak gol di depan gawang - jika tidak, maka semua akan menjadi sulit. Saya harus yakin. Saya berada 10.000km dari Perancis, di bawah sinar matahari; dan setiap saya kembali ke rumah, bukan hanya untuk melihat bunga di Clairefontaine.

Hasil & Jadwal

JADWAL

10 June vs Romania - Saint-Denis, 02.00 WIB

15 Juni vs Albania - Marseille, 02.00 WIB

19 Juni vs Swiss - Lille, 02.00 WIB

10 PERTANDINGAN PERSAHABATAN TERAKHIR

Otomatis lolos sebagai tuan rumah

vs Belgium (K) 3-4

vs Albania (T) 0-1

vs Portugal (T) 1-0

vs Serbia (K) 2-1

vs Armenia (K) 4-0

vs Denmark (T) 2-1

vs Germany (K) 2-0

vs England (T) 0-2

vs Holland (T) 3-2

vs Russia (K) 4-2

REKOR DI PIALA EROPA

1960 Semi final

1964 TIDAK LOLOS KUALIFIKASI

1968 TIDAK LOLOS KUALIFIKASI

1972 TIDAK LOLOS KUALIFIKASI

1976 TIDAK LOLOS KUALIFIKASI

1980 TIDAK LOLOS KUALIFIKASI

1984 JUARA

1988 TIDAK LOLOS KUALIFIKASI

1992 Babak Penyisihan Grup

1996 Semi Final

2000 JUARA

2004 Perempat Final

2008 Babak Penyisihan Grup

2012 Perempat Final

Penulis: Andy Brassell; Wawancara oleh: Jonathan Johnson

Promo sitewide