Top 10/50/100

Selalu Ada Harapan! 11 Comeback Leg Kedua Paling Fantastis di Kompetisi Eropa

Jangan jemawa dulu, Liverpool! Ini 11 alasan mengapa Liverpool masih belum aman meski sudah unggul 3-0 atas Manchester City di leg pertama lalu, seperti ditulis Charles Ducksbury...

We are part of The Trust Project What is it?

11. Partizan Belgrade vs QPR, 1984/85 (2-6, 4-0)

Sebelum QPR secara rutin dihancurkan di setiap pertandingan tandang mereka di Premier League, mereka juga sempat mengalami hal yang nyaris sama di kompetisi Eropa. Berhadapan dengan Partizan Belgrade di UEFA Cup, Rangers menghancurkan tim Yugoslavia ini dengan skor 6-2 di pertandingan ‘kandang’ yang dimainkan di rumah Arsenal, Highbury, karena lapangan Loftus Road terbuat dari plastik.

Pasukan Allen Mullery ini kemudian berkunjung ke Belgrade untuk leg kedua, hanya demi dihancurkan empat gol tanpa balas dan tergulung keluar dari kompetisi karena kalah gol away. “Mullery mengejar kami di lorong dan meminta kami semua untuk kembali dan menjalankan extra time,” ucap Peter Hucker, penjaga gawang saat itu. “Ia bahkan tidak tahu apa peraturannya sama sekali.” Tidak heran, mantan pemain Spurs ini pun dipecat hanya beberapa minggu kemudian.

10. Bayer Leverkusen vs Espanyol, 1987/88 (0-3, 3-0, 3-2 penalti)

Di masa silam, final UEFA Cup diadakan dua kali, kandang dan tandang. Espanyol ketika itu tentu sudah sangat percaya diri karena berhasil mencatatkan kemenangan telak 3-0 di Catalonia. Di Jerman, Leverkusen bahkan tidak berhasil mencetak satu gol pun untuk mengejar ketinggalan hingga menit 57, tapi pemain pengganti Falko Gotz dan salah satu pemain dengan nama yang luar biasa menarik: Cha Bum-Kun berhasil menyamakan agregat di menit-menit akhir. Pertandingan pun harus dilanjutkan dengan adu penalti, dan tentu saja tim dari Jerman memenangi-nya. Pertandingan ini dikenal sebagai "Kuburan Leverkusen” bagi para fans Espanyol. Leverkusen, di sisi lain, tetap menjadi satu-satunya tim Jerman yang sukses meraih gelar di kompetisi Eropa namun tak pernah menjuarai liga domestik.

9. Real Madrid vs Derby County, 1975/76 (1-4, 5-1)

Setelah masa kesuksesan era Brian Clough di Derby, transfer terbaiknya, Dave Mackay, kemudian memimpin The Rams dalam turnamen European Cup kedua mereka. Menghadapi Real Madrid di babak kedua turnamen, Charlie George menciptakan hattrick dan membawa timnya menang 4-1 di kandang. Archie Gemmill, sang pemain tengah, mengingatnya kembali:

“Kami datang dua hari sebelum leg kedua dan punya waktu yang cukup untuk melihat-lihat kota Madrid. Walaupun saat ini tentu tidak akan bisa lagi berjalan-jalan berjam-jam di kota.” Derby kemudian dibantai 5-1 di depan 120.000 penonton, setengahnya disebabkan dua gol dari Roberto Martinez (bukan, bukan yang itu).

Pages