Top 10/50/100

10 Hal yang Terjadi Selama Indonesia Disanksi FIFA

Pembekuan PSSI oleh FIFA tanpa (atau malah sangat) terasa sudah satu tahun. Sepakbola Indonesia yang pada dasarnya memang tidak jelas, kini semakin terjerumus ke ketidakjelasan lainnya.

We are part of The Trust Project What is it?

Sambil menanti kapan lorong hitam pekat ini berakhir, inilah beberapa hal yang bisa kita dapatkan selama satu tahun terakhir.

Sepakbola Indonesia dikenal dunia... sebagai contoh yang buruk

Dengan begitu betahnya Indonesia menjadi pesakitan di FIFA, mau tidak mau nama negara kita akan menjadi salah satu topik yang menarik bagi siapapun yang ingin meneliti bagaimana sanksi FIFA berjalan dan bagaimana cara mengelola sepakbola dengan buruk bisa dilakukan.

Sekarang, siapapun bisa melihat dengan jelas bagaimana sepakbola Indonesia bisa terjerumus ke posisi menyedihkan seperti saat ini – dan tanpa terlihat kemauan yang cukup besar untuk menarik diri keluar. Jika sebelumnya kita sering disebut jalan di tempat saat negara-negara lain berlari kencang melewati, maka saat ini kita sedang bergerak dengan sangat cepat... ke belakang. Sambil mungkin menggali kubur sendiri.

Mereka memang jarang berprestasi, tetapi rasanya rindu juga melihat Merah Putih bertanding

Kami Rindu Tim Nasional Indonesia

Pengalaman rawan patah hati setiap kali menyaksikan Timnas bermain pun hilang total

Para fans sepakbola Indonesia harus rela kehilangan tim nasional yang mereka sayangi. Hukuman FIFA berarti tim Merah Putih tidak boleh berlaga di kompetisi apapun, bahkan yang level ujicoba sekalipun. Ini membuat pengalaman rawan patah hati setiap kali menyaksikan Timnas bermain pun hilang total. Kenikmatan mendatangi stadion untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama ribuan orang lainnya pun terampas. Belum lagi keseruan away trip ke negara-negara lain juga sudah tidak mungkin dilakukan.

BACA JUGA: Merindukan Timnas Indonesia

Memang, menyaksikan timnas bermain tidak serta merta akan menghasilkan kebahagiaan karena timnas kita sering menang. Malah lebih banyak kesedihan, patah hati, caci maki, dan keinginan mengubur diri dalam-dalam. Tapi tetap saja, lebih baik begitu daripada tidak ada sama sekali seperti saat ini. Sebuah rasa rindu besar yang entah kapan bisa diobati.

Pages