Analisa

10 Hat-trick Terlupakan di Premier League

Fabrizio Ravanelli, Liverpool
We are part of The Trust Project What is it?

5. Dean Windass (Bradford 4-4 Derby, Apr 2000)

Windass menjadi pusat perhatian dalam laga yang menghasilkan drama delapan gol ini di antara dua tim yang bermain hati-hati meski berada di dasar klasemen. 

Pasukan Paul Jewell sangat menginginkan kemenangan untuk membantu mereka bertahan di Premier League, tapi ketika The Rams langsung unggul hanya dalam waktu 23 detik, peluang mereka jelas mengecil. Setelah enam menit skor menjadi 2-0, berkat tendangan bebas Branko Strupar.

Beberapa suporter Bradford takut timnya akan menelan kekalahan, tapi Windass tidak menyerah. Sang striker menunjukkan bagaimana melewatkan liburan musim panas demi menjalani pelatihan intensif bisa memberikan keajaiban, ia berhasil mencetak tiga gol sebelum babak pertama berakhir - gol keduanya lahir dari tendangan indah dalam jarak 28 meter - membuat The Bantams unggul 4 -3 saat jeda.  

Namun, sementara Craig Burnley berhasil mencetak gol penalti keduanya untuk menyeimbangkan skor dan menghentikan kegembiraan Bradford, laga ini seolah menjadi peringatan besar dari Windass. Sementara keberhasilan Bradford lolos degradasi  di hari terakhir mungkin menjadi satu-satunya yang dikenang, mereka berhasil membukukan tiga kemenangan dalam empat laga terakhir mereka dan kontribusi penting Windass untuk mempertahankan posisi timnya di Premier League terlihat dengan jelas di laga ini. 

6. Steve Watson (Everton 4-0 Leeds, Sep 2003)

Ya, ini bisa terjadi. Dia mungkin pencetak hat-trick yang paling terlupakan dalam sejarah, ketajaman Watson membuat Leeds terpuruk dan Goodison Park bergemuruh. Keputusan berani David Moyes untuk membangkucadangkan remaja brilian bernama Wayne Rooney terbukti tepat di babak pertama, dengan Watson mencetak dua gol indah di babak pertama mengiringi gol lainnya yang dicetak Duncan Ferguson. 

Watson biasanya bermain sebagai bek kanan selama berseragam The Toffees, namun dia memberikan kontribusi penting saat bermain di posisi gelandang sayap melawan Leeds. Gol sepertinya suda mendarah daging dalam diri Watson, dia memulai kariernya sebagai striker bersama Newcastle dan pemain kelahiran Geordie ini mempermalukan pasukan Peter Reid dengan cara yang membuat Alan Shearer bangga, gol pertamanya tercipta melalui umpan satu dua dengan Ferguson yang diakhiri dengan tendangan keras yang mengarah ke pojok atas gawang lawan. 

Gol ketiganya tidak kalah bagus, tendangan lobnya sukses menaklukkan Paul Robinson dan melengkapi catatan hattricknya. 

7. David Bentley (Blackburn 4-3 Man United, Feb 2006)

David Bentley

  • "Saya bergabung dengan Spurs karena berpikir bahwa Ramos bisa menjadi Wenger baru - tetapi itu semua adalah keputusan yang salah dan mimpi buruk"

Ada suatu masa ketika kita membandingkan David Bentley dengan David Beckham bukanlah hal yang menggelikan, dan performanya di laga ini tentu memperkuat statusnya sebagai "Generasi Emas Inggris" berikutnya. Sehari setelah bergabung dengan Rovers secara permanen dari Arsenal, Bentley membuat pasukan Sir Alex Ferguson dalam sebuah laga yang tak terlupakan di Ewood Park.

Dua gol pertama Bentley membuktikan kebenaran pepatah lama bahwa Anda menciptakan keberuntungan Anda sendiri. Dia menyambar bola hasil tendangan bebas Morten Gamst Pedersen untuk mencetak gol pembuka, sebelum memanfaatkan kesalahan komunikasi antara Rio Ferdinand dan Edwin van der Sar yang membuatnya mencetak gol kedua.

Permintaan Bentley untuk melengkapi hat-tricknya dengan sebuah tendangan penalti ditolak dengan sopan oleh Lucas Neill, tapi pemain sayap itu kemudian mencetak gol yang lebih indah, dengan tendangan kaki kanan yang mirip dengan teknik dan gaya David Beckham.

Tapi, itu tidak cukup untuk mengangkat karier Bentley setelah meninggalkan Blackburn, yang kemudian pensiun pada usia 29 karena tidak lagi mencintai sepakbola. Agak disayangkan, namun dari sisi positif, dia masuk dalam daftar spesial, menjadi salah satu pemain yang mencetak hat-trick melawan Manchester United di bawah kepelatihan Sir Alex Ferguson.