Analisa

10 Hat-trick Terlupakan di Premier League

Fabrizio Ravanelli, Liverpool
We are part of The Trust Project What is it?

8. Afonso Alves (Middlesbrough 8-1 Man City, Mei 2008)

Sebagian besar suporter Boro mungkin akan berpura-pura tidak mengingat hattrick Alfonso Alvez tidak pernah terjadi. Tapi, dia melakukannya. Dia adalah pemain gagal, tapi pemain gagal yang sempat menunjukkan kegemilangan melawan Manchester City

City akan mengucapkan salam perpisahan dengan Sven Goran-Eriksson, namun Alves - yang kariernya cukup menggelikan seperti aksinya menari bersama beberapa gadis berpakaian bulu dan band samba - menunjukkan laga ini sebagai ajang pembuktian ketajamannya. 

Ketiga golnya terlihat luar biasa, dan itu terbantu oleh diusirnya Richard Dunne di menit 14. Gol pertama Alves dicetaknya dari dalam kotak penalti, setelah berhasil menaklukkan Andreas Isaksson. Gol ketiganya cukup sederhana setelah memanfaatkan umpan Jeremie Aliadere, melengkapi kemenangan terbesar Boro di pisi teratas sepak bola Inggris dalam 58 tahun. Itu juga memastikan pembicaraan Eriksson dengan pemilik City, Thaksin Shinawatra berakhir dengan pemecatan pelatih asal Swedia itu. 

9. Somen Tchoyi (West Brom 3-3 Newcastle, Mei 2011)

Tchoyi, playmaker West Brom dengan kualitas tanggung asal Kamerun, hanya  mencetak tujuh gol untuk The Baggies - tapi ia masih memberikan kenangan kepada pendukung dengan momen 'Tchoyi Story 3'.

Karier sepakbolanya di Inggris mungkin tidak memiliki narasi yang menarik untuk dijadikan film produksi Pixar, tapi ia masih sempat membuat penggemar The Baggies tersenyum saat mereka seolah-olah melihat Woody dan Buzz berada dalam kehidupan nyata. Tapi tidak halnya dengan Newcastle. Mereka unggul 3-0 hingga menit ke-47 ... sampai Tchoyi kemudian merusaknya (yang entah kenapa di laga itu mengenakan kemeja No.5).

Kata-kata Roy Hodgson saat jeda mungkin telah membangkitkan semangat pemain berusia 28 tahun itu, yang dengan dingin mencetak gol pertamanya, kemudian berhasil mengecoh Fabricio Coloccini sebelum mencetak gol keduanya. Dia mencetak gol ketiganya di menit-menit terakhir, menyambut umpan silang Jonas Olsson dengan sundulan kepala untuk menghapus senyum dari wajah Alan Pardew. 

10. Jordi Gomez (Wigan vs Reading, Nov 2012)

Terpilihnya Gomez sebagai pemain inti dalam laga menghadapi Reading ini mengundang ejekan dari penggemarnya sendiri, performanya yang inkonsisten membuat suporter setia The Latics geram. Namun, respons yang ditunjukkannya berhasil membungkam mereka semua.

Gol pertamanya lahir dari bola pantulan hasil tembakan Adam Federici, sebelum mencetak gol kedua dengan sundulan kepala. Namun gol dari Sean Morrison dan gol bunuh diri Ali Al-Habsi membuat skor menjadi 2-2 jelang laga berakhir. 

Inilah momen besar  Gomez, ia menyambut umpan silang Arouna Kone untuk mencetak gol dan menciptakan gol kemenangan dramatis, ia menjadi pemain Spanyol kedua setelah Fernando Torres yang membawa pulang bola pertandingan Premier League.

Gomez bergabung dengan Sunderland dan gagal mengulang aksi heroik tersebut untuk The Black Cats selama dua tahun berkarier di sana. Dia kemudian menghabiskan akhir kariernya di Spanyol, dan saat ini memperkuat tim Segunda Division, Rayo Vallecano.

Baca fitur spesial kami setiap harinya, hanya di FourFourTwo.com/id