Top 10/50/100

10 Kejadian Kontroversial di Piala Dunia yang Mungkin Bisa Diubah VAR

Sol Campbell, Argentina 1998

Dari kartu kuning untuk Tuhan hingga beberapa kartu merah langsung, Amit Katwala menceritakan bagaimana sejarah Piala Dunia akan berbeda jika VAR sudah digunakan di masa lalu

We are part of The Trust Project What is it?

Pada bulan Januari 2018, FIFA mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan video assistant replays (VAR) selama Piala Dunia musim panas ini di Rusia. Sejarah turnamen ini akan sangat berbeda jika VAR selalu dijadikan pilihan – bahkan mungkin Inggris bisa memenangkan Piala Dunia beberapa kali. Atau mungkin juga tidak...

Kartu Kuning Untuk Tangan Tuhan

Argentina vs Inggris, 1986

Pukulan kecil dari Diego Maradona yang membuat bola melewati Peter Shilton untuk membawa Argentina unggul di perempat final 1986 adalah contoh utama dari ketidakadilan di sepakbola yang membuat VAR dirancang: untuk menghentikan kontroversi seperti itu terjadi. Ketika pemain-pemain Inggris memprotes wasit, seorang petugas pertandingan di pinggir lapangan Stadion Azteca memberikan sinyal kepada sang pengadil bahwa kejadian ini layak untuk dicek ulang. Gol tersebut kemudian dianulir, El Diego mendapat kartu kuning dan mungkin – mungkin saja – bek Inggris bisa berpikir lebih jernih untuk menghentikan aksi gocekan Maradona yang terkenal empat menit kemudian.

Sakit Hati Selama 52 Tahun

Inggris vs Jerman Barat, 1966

Pada tahun 1996, setelah rasa sakit hati selama 30 tahun dirasakan oleh Jerman, ilmuwan sepak bola di University of Oxford dan Imperial College London mengungkap hasil penelitian mereka bahwa gol ketiga Inggris di final Piala Dunia 1966 tidak melewati garis gawang.

Inggris memang terus memberikan tekanan pada lawan di babak tambahan setelah Jerman mencetak gol penyama kedudukan di akhir waktur normal, dan salah satunya menghasilkan peluang Bobby Charlton yang mengenai gawang lima menit setelah masuk babak tambahan. Tapi jika gol kontroversial Geoff Hurst dianulir, keseluruhan momentum yang dimiliki Inggris di babak perpanjangan waktu mungkin akan pindah ke Jerman. Ah, tapi itu argumen yang konyol.

Pages