10 Laga terbesar yang pernah dihelat di Anfield

Dengan Anfield yang dijadwalkan untuk menjamu laga besar perebutan gelar Premier League melawan Manchester City di hari Minggu nanti, Jim Boardman mengurutkan beberapa dari laga terbesar yang pernah digelar di Anfield....

1.   Perebutan gelar nan sengit

Senin 17 April 1922. Pukul 15:15

Liverpool 2-1 Burnley

Football League Divisi Satu

Jumlah Penonton : 50.000

Ketika laga yang dilangsungkan pada hari Senin bertepatan dengan hari Paskah ini dimulai, ada tiga tim yang bertarung untuk merebut gelar, dan dua di antara mereka bertarung di sini.

Kedua tim tersebut baru saja melakoni laga tiga hari sebelumnya yang bertepatan dengan Jumat Agung yang jatuh pada akhir pekan yang riuh. Hasil yang dicapai adalah 1-1, sebelum 50.000 penggemar berangkat ke Anfield untuk menyaksikan the Reds melumat Cardiff City 5-1. Stadion ini kembali disesaki oleh penonton yang ingin menyaksikan laga ketiga yang The Reds lakoni dalam empat hari, dengan harapan besar bahwa Liverpool mampu merebut gelar ketiga mereka.

Kemenangan yang diraih Liverpool akan mengubur harapan rival mereka, Lancashire, dan membuat Tottenham yang bertengger di tempat kedua gagal meraih trofi. Ternyata, Spurs kalah, sehingga kemenangan 2-1--yang diraih dengan gol-gol yang dicetak oleh Harry Chambers dan Dick Forshaw--otomatis menasbihkan Liverpool menjadi juara.

2.   Pertarungan promosi

Sabtu 21 April 1962. Pukul 15.00

Liverpool 2-0 Southampton

Football League Divisi Dua

Jumlah Penonton: 40.410

Empat puluh tahun kemudian, Liverpool telah menjuarai liga lebih dari dua kali, namun saat ini mereka tengah merosot dan bermain di Divisi Dua. Dengan sisa lima pertandingan, perolehan satu poin saja akan mengantar mereka ke promosi dan mengakhiri pengasingan selama delapan tahun dari liga papan atas.

Hujan membuat penonton tak nyaman. Namun, jumlah penonton yang hadir masih sangat mengesankan  untuk level laga Divisi Dua--dan hujan juga membuat lapangan becek . Keadaan tersebut sama sekali tidak membantu pertahanan Liverpool, tapi meskipun dilanda kepanikan beberapa kali, mereka tetap bermain tangguh dan mampu membuat gawang mereka tak kebobolan.

Dengan diskorsnya Ian St John, Kevin Lewis harus dipanggil untuk menggantikannya dan dua gol yang dibuahkannya mengantarkan Liverpool pada gelar juara dan berhasil melaju ke promosi, yang membuka jalan mereka untuk meraih dominasi dalam sepak bola Inggris. Setelah laga usai, Bill Shanky berbicara di hadapan publik untuk mengatakan pada para suporter bahwa saat itu adalah hari terbaik dalam kehidupan sepak bolanya. Hal lain yang dikatakannya teredam oleh sorak sorai fan.  

3. Gelar pertama Shankly

Sabtu 18 April 1964. Pukul 15:00

Liverpool 5-0 Arsenal

Football League Divisi Satu

JumlahPenonton: 48.623

Gerbang stadion dikunci selama satu jam sebelum laga dimulai, yang merupakan laga kandang terakhir Liverpool untuk musim ini. Hanya dua tahun setelah promosi, The Reds kembali bertarung untuk merebut gelar dan tak ada yang ingin melewatkannya.

Ian St. John menorehkan gol pertama setelah tujuh menit. Meski begitu, Liverpool mampu ditekan oleh Arsenal sehingga laga terlihat berimbang. Ron Yeats yang bertubuh besar diganjal penalti karena handball- namun Tommy Lawrence mampu menangkisnya. Saat babak pertama hampir usai, Alf Arrowsmith berhasil menambah angka 2-0 sehingga the Reds kembali menguasai permainan.

Babak kedua berubah menjadi pesta gol, dua gol dari Peter Thompson membuat Liverpool unggul 4-0 sebelum Roger Hunt menambah satu gol lagi yang ditembakkannya dari jarak jauh. Bahkan Liverpool bisa saja unggul 6-0 seandainya Ian Callaghan mampu mengeksekusi tendangan penalti dengan sukses.

Bill Shankly menuntun para pemain masuk ke lapangan setelah laga usai untuk menerima apa yang digambarkan oleh Liverpool Echo sebagai  “sambutan meriah, dari semua orang yang berada di tribun berdiri. Laporan berlanjut: “ Sorak sorai ketika mereka berlari menuju Kop terdengar 50 kali lebih keras. Saya pikir saya tak pernah melihat yang seperti itu di Anfield. Saya tak bisa mengungkapkannya dalam kata karena kehangatan dan intensitas yang terasa saat itu."

4. Kemenangan yang singkat

Selasa 4 Mei 1965. 19:30

Liverpool 3-1 Inter Milan

Semifinal Piala Eropa Leg 1

Jumlah Penonton: 54.082

Gelar juara pertama yang diraih setelah 17 tahun telah mengirim Liverpool untuk melakoni laga Piala Eropa pada musim berikutnya, sebuah kompetisi yang belum dimenangi oleh tim Inggris manapun. Permainan yang apik membuat mereka melaju ke babak semifinal melawan  tim tangguh asal Italia Internazionale, di mana leg 1 dimainkan di Anfield tiga hari setelah mereka sukses merebut Piala FA ketika melawan  Leeds di Wembley.

Kop sudah penuh dengan penonton satu jam sebelum pertandingan dimulai, dan Shankly menunggu hingga para punggawa dari Italia itu berada di tengah lapangan sebelum menyuruh dua anak asuhnya yang tengah cedera untuk memamerkan Piala FA yang mereka rebut Sabtu kemarin di depan tribun: “Ya Tuhan, rasanya seperti ada letusan ketika para fan melihat piala itu,” ucap Shankly kemudian. “Gemuruh suara penonton sungguh keras sekali.”

The Reds mampu unggul hanya dalam waktu empat menit berkat Roger Hunt, namun enam menit kemudian Alessandro Mazzola mampu menyeimbangkan keadaan dengan satu gol yang menjadi gol penting bagi mereka. Ian Callaghan kembali membuat Liverpool unggul pada sepuluh menit terakhir sebelum babak pertama usai, sayang upaya Chris Lawler untuk menambah gol gagal lima menit kemudian. Ian St John berhasil menciptakan gol terakhir pada 15 menit terakhir sebelum permainan usai. Liverpool hanya selangkah lagi untuk menjadi tim Inggris pertama yang merebut Piala Eropa.

Namun, mereka gagal, karena Internazionale menang 3-0 di leg kedua yang digelar seminggu kemudian dalam suasana yang bisa dibilang kontroversial. The Reds harus menunggu 12 tahun untuk bisa mengangkat trofi besar yang termasyur tersebut.