10 Momen Rasisme Terparah di Sepakbola

Rasisme atau diskriminasi rasial memang masih belum sepenuhnya bisa 'diusir' dari sepakbola, meski kampanye anti rasisme sudah dijalankan selama bertahun-tahun di permainan ini. Arief Hadi pun melihat momen-momen diskriminasi rasial terparah yang pernah terjadi di sepakbola...

Diskriminasi rasial merupakan tindakkan memperlakukan seseorang secara tidak adil karena ras mereka, ras yang kerap dilihat dari warna kulit dan suatu etnis tertentu. Slogan “Say No to Racism” atau “Against Racism” mungkin sering Anda lihat sebelum laga dimulai, dan itu merupakan kampanye untuk terus memerangi diskriminasi rasial dalam sepakbola yang terus bermunculan kendati dikutuk dengan besar oleh UEFA dan FIFA.

Catatan sepakbola dunia mencatatkan banyak momen rasial yang sudah pernah terjadi dan melibatkan fans, pemain, dan pelatih. Di antara semuanya, kami mencatatkan 10 momen rasial ‘terparah’ yang pernah ada di sejarah sepakbola – terparah dalam artian memberikan dampak yang besar atau mencuri perhatian media internasional secara luas...

1. Dani Alves Dilempari Pisang oleh Fans Villarreal

Terjadi pada 2014 di El Madrigal, markas Villarreal saat menjamu Barcelona di La Liga. Dani Alves, bek kanan Barcelona, menjadi korban diskriminasi rasial suporter saat ingin mengambil sepak pojok karena kulitnya yang gelap.

Jika diskriminasi rasial yang biasa dilihat diucapkan dari kata-kata dan tulisan, ini lebih parah lagi, pisang yang identik dengan makanan monyet dilemparkan kepadanya. Alves menanggapinya dengan ‘dingin’ dan memakan pisang itu sebelum menendang sepak pojok. Pasca kejadian itu, Villarreal langsung didenda sebesar €12.000 dan pelakunya pun diidentifikasi bernama David Campaya Lleo.

Sanksi berat diberikan kepadanya, yaitu larangan menonton pertandingan secara langsung seumur hidup dan tiket musimannya ditarik. Tindakkan Alves yang melawan diskriminasi rasial itu pun turut mendapat simpati dunia, pesepakbola seperti Sergio Aguero, Luis Suarez, dan Marta (pesepakbola wanita Brasil) mengunggah foto tengah memakan pisang sebagai aksi memerangi diskriminasi rasial.

2. John Terry Hina Anton Ferdinand

Bagi fans Chelsea, Terry adalah kapten, pemimpin, dan legenda, persis dengan tulisan spanduk yang terbentang di Stamford Bridge pada tribun Matthew Harding, tribun yang dikhususkan untuk fans garis keras Chelsea. Kesuksesannya bersama The Blues juga luar biasa dan tidak akan pernah bisa dihilangkan dalam sejarah klub serta sepakbola Inggris.

Namun, tak ada gading yang retak. Di balik perjalanan karir brilian Terry, ia juga pria yang tak luput dari kontroversi seperti ketika terungkap pernah meniduri Vanessa Perroncel, mantan kekasih teman sekaligus rekan setimnya di Chelsea, Wayne Bridge. Hubungan keduanya runtuh setelah momen tersebut.

Tak berhenti di situ, bek kelahiran 7 Desember 1980 juga menjadi pelaku diskriminasi rasial di laga antara Chelsea melawan Queens Park Rangers (QPR) pada 2 November 2011. Terry menghina Anton Ferdinand yang notabene adik dari rekan setimnya di timnas Inggris, Rio Ferdinand, dan kasus itu pun bak kisah sinetron: panjang dan berlarut-larut.

Posisi kapten Terry di timnas Inggris langsung dicopot FA yang juga mendendanya sebanyak £220.000 serta larangan bermain di empat laga. FA menghukumnya, tapi tidak dengan pengadilan yang menyatakan Terry tidak bersalah untuk kasus diskriminasi rasial. Nasi telah menjadi bubur, dalam dua kasus besar Terry sudah memutus silahturahmi dengan Bridge dan duo Ferdinand.

Pages