10 Momen Terbaik di Premier League 2016/17

Bukan tanpa alasan Premier League disebut sebagai liga terbaik dunia. Selain menyajikan pertarungan sengit di mana semua tim bisa saling mengalahkan, tiap musimnya Premier League juga menghadirkan cerita atau momen berkesan yang terpatri di ingatan penggemarnya.

Seperti halnya Premier League 2016/17 yang baru saja berakhir dengan Chelsea sebagai jawara, menggantikan Leicester City. Ada banyak pahit manis cerita sepanjang kurang lebih 11 bulan perjalanan panjang Premier League, dan kami coba merangkum 10 momen terbaik darinya...

1. Conte Awali Tren Tiga Bek di Premier League

Demam taktik tiga bek begitu menjalar tersebar di Premier League hingga Arsene Wenger dan Jose Mourinho ikut terbawa menggunakannya. Semua ini berawal dari kejeniusan Antonio Conte pasca Chelsea kalah dua kali beruntun dari Liverpool (1-3) dan Arsenal (0-3). Conte yang sebelumnya tidak memiliki taktik tetap dari 4-3-3, 4-1-4-1, akhirnya memilih 3-4-3 ketika bangkit menang 2-0 melawan Hull City.

Pendekatan Conte dalam skema tersebut yakni membangun pertahanan yang kokoh dan rapat, baru kemudian mencetak gol dari serangan cepat mengandalkan sisi sayap yang ditempati bek sayap dan penyerang sayap. Efektivitas, menjadi kunci permainan Conte dalam mencetak gol.

Chelsea pun terbukti sulit dikalahkan selama semusim dan meraih 30 kemenangan sehingga mereka merajai Premier League. Taktik tiga bek sedianya juga dikenalkan Walter Mazzarri di Watford. Ia biasa menggunakannya saat melatih Napoli dan Inter Milan di masa lalu, tapi, efeknya tidak sebesar yang diberikan Conte kepada The Blues.

2. Everton “Tampar” Guardiola

Pep Guardiola sudah belajar banyak dari musim perdananya di ranah Inggris. Melatih Manchester City, Guardiola tak mampu menghadirkan trofi seperti halnya kala ia melatih Barcelona dan Bayern Munchen, bahkan, salah satu laga mungkin membuka pikiran pelatih asal Spanyol itu.

Tak pernah Guardiola merasakan kekalahan dengan margin empat gol sebelumnya di Spanyol atau Jerman, dan momen pahit itu terjadi ketika The Citizens tak berdaya kalah 0-4 dari Everton di Goodison Park. Gol Romelu Lukaku, Kevin Mirallas, Tom Davies, dan Ademola Lookman benar-benar menjadi pukulan telak bagi Guardiola yang tetap bersikukuh dengan filosofi bermain ofensifnya.

Man City menguasai 62 persen penguasaan bola tanpa satupun peluang yang berbuah gol. Kekalahan melawan Everton ini, mungkin seperti dikalahkan oleh Villarreal di La Liga, atau Bayer Leverkusen di Bundesliga. Ini kekalahan telak yang jadi noda hitam di perjalanan karier kepelatihan Guardiola.

Pages