Top 10/50/100

10 Pemain Hebat yang Belum Pernah Bermain untuk Negaranya

Malcom Barcelona

Sepak terjang mereka yang baik di level klub seharusnya sudah dapat memberi mereka kesempatan untuk setidaknya dapat sekali panggilan timnas, namun, itu tak terjadi di dunia nyata. Bagi sebagian pemain, panggilan untuk bermain di timnas tampak begitu mudah untuk didapat, tapi untuk sebagian yang lain, itu bagaikan mimpi yang tak pernah terwujud...

We are part of The Trust Project What is it?

Aymeric Laporte

Aymeric Laporte

"Laporte tidak dipilih sekarang tetapi dia akan dipilih. Sulit untuk menemukan bek tengah kiri yang lebih baik daripada dia di dunia," kata manajer Manchester City Pep Guardiola pada bulan Oktober, setelah pemain bintang ini sekali lagi diabaikan oleh tim nasional Prancis.

Tak banyak pemain yang bernilai hingga £ 57 juta yang belum pernah dipanggil membela timnas senior. Padahal, pemain itu bermain di bawah asuhan pelatih terbaik di dunia, dan mungkin juga pada tim terbaik yang bermain saat ini. Namun itulah nasib Laporte, yang terus menonton saat Mamadou Sakho bermain bersama Les Bleus.

Carlos Soler

Carlos Soler

Produk terbaru dari akademi Valencia yang produktif, Soler mungkin baru berumur 21 tahun kini. tapi, gelandang itu sudah bermain 83 kali untuk Los Che.

Performanya yang mengesankan musim lalu membuat pemain muda ini dipanggil untuk kamp pelatihan pra-Piala Dunia oleh tim Spanyol, tetapi ia tidak pergi ke turnamen dan menonton dari rumah saat mereka tersisih di babak 16 besar.

Menyusul pensiunnya David Silva, pemain yang juga jebolan akademi Valencia, Soler mungkin mendapatkan kesempatan untuk menjadi pengganti pendahulunya itu.

Daniel Caligiuri

Daniel Caligiuri

"Mimpi itu belum mati," kata gelandang Schalke Daniel Caligiuri tentang prospek internasionalnya pada awal tahun ini, terlepas dari fakta bahwa pemain berdarah Jerman-Italia ini akan berusia 31 tahun pada Januari.

Meraih titel DFB-Pokal dengan Wolfsburg, Caligiuri telah bermain lebih dari 250 kali di Bundesliga untuk Schalke, Wolfsburg, dan Freiburg, setelah bergabung dengan klub yang terakhir pada usia 17 tahun pada tahun 2005.

Manajer Italia Roberto Mancini telah bereksperimen dengan banyak pemain setelah kegagalan Azzurri lolos ke Piala Dunia 2018, tetapi, pemain berusia 30 tahun itu masih menunggu panggilan dari tim nasional sejak berlatih bersama mereka pada Mei 2015.

James Maddison

James Maddison

Mungkin untuk Maddison massalahnya lebih kepada kapan daripada akankah ia mendapat panggilan, dia sendiri telah dipilih oleh Gareth Southgate dalam dua skuat Inggris terakhirnya. Gelandang Leicester ini bahkan tak masuk ke dalam daftar pemain cadangan untuk pertandingan pada kompetisi UEFA Nations League saat melawan Kroasia dan Spanyol. Ia juga (kemungkinan) bisa mendapat debutnya saat melawan Amerika Serikat sebelum cedera membuatnya harus absen.

Southgate telah memperhatikan Maddison sejak hari-harinya bergabung dengan Norwich, dan lima gol dan dua assistnya sejak melangkah ke Premier League menunjukkan bahwa pemain berusia 22 tahun ini bisa segera menjadi mata rantai yang hilang antara lini tengah dan serangan Inggris.

Benjamin Andre

Benjamin Andre

Maxime Gonalons, Clement Grenier, Benjamin Stambouli, Morgan Schneiderlin, dan Moussa Sissoko semuanya bermain untuk tim U-21 Prancis bersama Andre. Namun tidak seperti kwintet itu, gelandang Rennes ini tidak pernah mendapat kesempatan untuk bermain di level senior.

Pemain yang bekerja keras dan sederhana, Andre menggambarkan panggilan U21-nya saat masih bergabung di klub masa kecilnya, Ajaccio, di Ligue 2 sebagai "kejutan daripada pengakuan". Dia kemudian tampil dalam tujuh kesempatan di level itu, sementara juga membantu Ajaccio untuk masuk ke divisi teratas Prancis dan menjaga mereka tetap di sana selama tiga tahun.

Andre telah berkembang menjadi gelandang box-to-box di Rennes tetapi sebelumnya ia pernah jadi bek tengah, bek kanan, dan sayap kanan.