10 Pemain Ini Tidak Seharusnya Bermain di Timnya Sekarang, Mereka Lebih Cocok Bermain di...

Kasper Schmeichel, Leicester

Walaupun saat ini tim mereka berada di papan bawah klasemen sementara, tetapi musim ini, tim-tim tersebut dipenuhi dengan pemain-pemain yang sebenarnya lebih pantas bermain di tim yang lebih besar dan baik dari segala aspek. Dan Kilpatrick memilih beberapa pemain dari tim-tim papan bawah yang sebenarnya pantas berada di tim yang lebih baik...

1. Wilfried Zaha - Crystal Palace

Tidak banyak pemain sayap Premier League yang bisa mengalahkan full-back lawan, dia memiliki skill bagus, dribble penuh trik, dan –secara krusial- berlari dengan sangat kencang.

Di satu sisi, Zaha sebenarnya sudah pernah melakukan ini –walaupun ia hanya bermain selama 28 menit di Liga bersama Manchester United-nya David Moyes, yang pada akhirnya tidak finis di enam besar klasemen akhir.

Sekarang dia kembali bermain di klub masa kecilnya dan Zaha sudah menemukan kembali penampilan yang membuat Sir Alex Ferguson menjadikan dirinya pemain terakhir yang ia beli di Old Trafford. Tidak banyak pemain sayap Premier League yang bisa mengalahkan full-back lawan seperti yang dilakukan pemain Pantai Gading ini. Dia memiliki skill bagus, dribble penuh trik, dan –secara krusial- berlari dengan sangat kencang. Ia juga pemain yang selalu bekerja keras, dan sudah menciptakan gol-gol bagus di musim ini; penyelesaian-nya, meskipun semakin berkembang, tetap lebih terlihat seperti David Batty dibandingkan David Beckham untuk sekarang.

Tottenham berusaha untuk mendatangkan Zaha di musim panas lalu, namun mereka malah menghamburkan uangnya ke Moussa Sissoko. Melihat fakta bahwa mereka masih membutuhkan pemain sayap yang kencang, mungkin mereka masih menyesali keputusan tersebut.

Klub yang cocok? Tottenham

2. Riyad Mahrez - Leicester City

Penampilannya yang lebih baik di Liga Champions –empat gol di lima penampilan pada fase grup- menunjukkan bahwa ia masih bisa efektif jika ia masih bersemangat

Pemain Terbaik versi PFA ini menderita Hazarditis setelah musim luar biasa dirinya sebelum ini, tapi ini bukan berarti dirinya sudah berakhir (benar kan, Eden?).

Sulit untuk menyalahkan Mahrez yang bermain terlihat tidak begitu bersemangat saat sang Juara bertahan semakin mendekat ke divisi Championship. Penampilannya yang lebih baik di Liga Champions –empat gol di lima penampilan pada fase grup- menunjukkan bahwa ia masih bisa efektif jika ia masih bersemangat, dan tidak ada satupun starting XI tim enam besar sekarang yang tidak akan berkembang jika ditambah pemain terbaik Afrika musim lalu ini.

Spurs dikabarkan sempat mencoba menawar pada bulan Januari, tapi Mahrez sudah berulang kali dikaitkan dengan rival London Utara mereka, Arsenal. Jamie Vardy sudah mengatakan tidak pada mereka musim panas lalu, tapi sepertinya rekannya di Leicester ini tidak akan mengambil keputusan yang sama.

Klub yang cocok? Arsenal

Riyad Mahrez

Mahrez adalah pemain kunci Leicester CIty dalam meraih gelar liga musim lalu

3. Alfie Mawson - Swansea City

Punya kemampuan yang sama baiknya di kedua kaki dan kuat di dua kotak penalti lapangan, Mawson sudah melaju kencang semenjak meninggalkan League One ke kasta teratas

Pemain belakang dengan jumlah gol di Liga lebih banyak dari Wayne Rooney dan Daniel Sturridge adalam impian para manajer Fantasy Football, dan dirinya sudah terbukti cukup berguna untuk manajer di kehidupan nyata, Paul Clement. Voli luar biasanya saat menghadapi Leicester pekan lalu adalah bukti kemampuan teknisnya, dan ia juga sosok yang mampu memimpin dan vokal di jantung pertahanan Swansea.

Punya kemampuan yang sama baiknya di kedua kaki dan kuat di dua kotak penalti lapangan, Mawson sudah melaju kencang semenjak meninggalkan League One ke kasta teratas. Masih cukup awal untuk pemain 23 tahun ini, namun ia jelas punya potensi untuk menyusul mantan bek tengah Barnsley lainnya, John Stones, untuk bergabung dengan klub papan atas Premier League.

Klub yang cocok? Manchester City