Top 10/50/100

10 Pemain Sepakbola Top Yang Pernah Dipenjara

Pesepakbola memang seharusnya menjadi panutan bagi para penggemarnya. Tapi tidak selamanya kenyataan seideal itu. Renalto Setiawan memberi daftar 10 pesepakbola top yang pernah berbuat ulah dan dipenjara...

We are part of The Trust Project What is it?

Di dalam lapangan, wasit selalu sigap untuk memberikan hukuman seadil-adilnya kepada para pemain sepakbola yang melanggar aturan. Entah itu dengan peringatan biasa, kartu kuning, atau kartu merah, semuanya tergantung dari jenis pelanggaran yang dilakukan oleh sang pemain.

Biasanya, apabila pelanggaran yang dilakukan sang pemain merupakan jenis pelanggaran serius yang dapat mengakibatkan cedera bagi pemain yang dilanggar, hukuman dari wasit ini masih akan ditambah dengan siulan dari para penonton.

Menariknya, tak hanya di dalam lapangan, tak sedikit dari pemain-pemain sepakbola yang juga senang melanggar aturan saat mereka berada di luar lapangan. Tentu saja musuh mereka kali ini bukan lagi wasit pertandingan, melainkan para aparat penegak hukum dengan pasal-pasal yang ada di dalam undang-undang.

Tidak seperti wasit, para aparat penegak hukum ini tidak hanya akan menghentikan karier pemain sepakbola dalam satu atau dua pertandingan. Mereka bisa membuat karier para pemain sepakbola berhenti selama berbulan-bulan atau bahkan selama bertahun-tahun – tergantung jenis pelanggaran yang dilakukan. Saat itu terjadi, penjara bisa menjadi rumah baru bagi mereka. Status mereka pun bertambah: pesepakbola plus narapidana.

Lalu, siapa saja pemain sepakbola yang pernah hidup di dalam penjara karena perilaku buruk mereka terendus oleh para birokrat penegak hukum?

George Best

Sejak memilih menyeberang dari Belfast, Irlandia Utara, ke Manchester, Inggris, George Best adalah salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada di dunia. Dari tahun 1963 hingga tahun 1974, dia rajin mendapatkan tepukan riuh dari para penonton karena aksi-aksi ciamiknya saat bermain dengan seragam Manchester United. Tetapi satu dekade setelah dia pergi meninggalkan United, tepatnya pada tahun 1984, Best bukan lagi yang terbaik.

Selain sudah berada di titik terendah karier sepakbolanya, Best juga pernah terpaksa harus menginap di Penjara Pentonville, Inggris, selama 12 minggu. Saat itu, dia harus melewati malam natal sebagai salah seorang narapidana di penjara tersebut. Penyebabnya: Best menyetir dalam keadaan mabuk dan menyerang seorang anggota polisi.

Sebelum kejadian itu, Best memang dikenal sebagai seorang pemain yang gemar menenggak minuman keras. Dia adalah seorang hedonis sejati. Pesta, ketenaran, dan minuman keras sudah menjadi karibnya sehari-hari.

Diego Maradona

Maradona mengeluarkan senapan angin. Menembakkannya ke arah reporter dan fotografer. Ia betul-betul mengamuk. Dan kejadian itu bukan metafora dalam sebuah pertandingan sepakbola. Itu benar-benar terjadi pada tahun 1994 lalu, beberapa bulan sebelum Piala Dunia 1994 digelar. Akibat kejadian itu, Maradona kemudian dihukum penjara selama 2 tahun 10 bulan.

Maradona memang baru mendapatkan hukuman empat tahun setelah kejadian itu, tepatnya pada tahun 1998 lalu, tetapi itu membuktikan bahwa pemain sebesar dirinya pun tetap bisa mendapatkan hukuman setimpal akibat dari sebuah perilaku buruk. Daniel Talamoni, salah satu korbannya, mengaku bersyukur saat keadilan akhirnya benar-benar mampu ditegakkan.

Maradona sendiri memang sering kali berbuat buruk saat tak menghibur orang dari atas lapangan. Selain tembakan senapan anginnya ke arah para wartawan itu, dia juga beberapa kali harus berurusan dengan aparat penegak hukum karena menggunakan obat-obatan terlarang.

Pages