Analisa

10 Pemain Terbaik Liga 2 Musim 2017 versi FourFourTwo

Penampilan mereka benar-benar mencuri perhatian di sepanjang gelaran Liga 2 2017. Siapa saja yang layak masuk dalam daftar ini?

We are part of The Trust Project What is it?

10.  Hari Nur Yulianto (PSIS Semarang)

Belakangan ini Hari Nur memang sudah jarang bermain sebagai seorang penyerang. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai pemain sayap atau gelandang serang. Namun di posisinya barunya itu Hari ternyata tak pernah lupa bagaimana caranya mencetak gol: di pertandingan hidup mati melawan Martapura, ia berhasil mencetak hattrick yang membantu PSIS promosi ke Liga 1 musim depan. Berkat hattrick tersebut, Hari, yang kini sudah mencetak 26 gol untuk PSIS Semarang, juga berhasil melampaui catatan gol Emanuel De Porras, mantan penyerang andalan PSIS.

 

A post shared by hari nur yulianto (@hny_22) on

Selain dalam urusan mencetak gol, Hari musim ini juga mempunyai kontribusi lain yang tak kalah penting untuk PSIS Semarang. Saat bermain di sayap maupun di posisi gelandang serang, jebolan tim PON Jateng 2012 tersebut juga terlibat aktif saat PSIS dalam fase bertahan. Karena kemampuannya itu, Subangkit, pelatih PSIS Semarang, kemudian sering memainkannya sebagai senjata untuk menghambat serangan lawan. Ia benar-benar seorang pemain multifungsi.

9. Rishadi Fauzi dan Misbakhus Solihin (Persebaya Surabaya)

Di Liga 1 musim depan Peter Odemwingie sudah dipastikan tak lagi memperkuat Madura United. Itu artinya Madura United tinggal memiliki Greg Nwokolo di lini depan. Dengan pendekatan seperti itu, Haruna Soemitro, manajer Madura United, langsung berburu pemain depan. Dan saat Rishadi Fauzi kabarnya menjadi salah satu target utamanya, itu bukanlah sebuah kebetulan. Rishadi, yang sebelumnya pernah bermain untuk Madura United, memang berhasil tampil bagus di lini depan Persebaya Surabaya.

Biarpun begitu, pekerjaan Haruna Soemitro untuk mengembalikan Rishadi ke Madura sepertinya tak akan mudah. Pasalnya, meski hanya tampil selama 1067 menit bersama Persebaya di Liga 2 di mana ia berhasil mencetak 6 gol dan mencatatkan 1 assist, Rishadi adalah penyerang penting dalam pendekatan taktik yang diterapkan oleh Persebaya. Ia bisa menahan bola, menjadi tembok, mempunyai insting gol bagus, dan tidak egois. Ketajaman Misbakhus Solihin dan Irfan Jaya tak lepas dari kecerdikan Rishadi dalam memainkan perannya. Musim depan ia sepertinya tetap akan membuat repot para bek tangguh di Liga 1.

Sementara itu, perjalanan Misbakhus Solihin di Liga 2 memang berakhir lebih awal. Jauh hari sebelum timnya memastikan gelar, tepatnya dalam gelaran babak 16 besar, masalah pada ototnya membuatnya menepi hingga sekarang. Meski begitu, tanpa peran penting Misba, sapaan akrab Misbakhus Solihin, Persebaya bisa saja gagal melaju hingga ke pertandingan puncak.

Tampil sebanyak 18 kali, Misba adalah salah satu alasan mengapa lini tengah Persebaya hampir selalu dominan di setiap pertandingan. Berkat kecerdikannya dalam memainkan bola-bola pendek, lini tengah Persebaya begitu cakap dalam meretensi bola. Selain itu, dan ini merupakan kelebihan utamanya, saat mempunyai kesempatan untuk maju ke depan dia adalah pemain Persebaya yang paling berbahaya. Bagaimana tidak, ia berhasil mencetak 12 gol untuk timnya di Liga 2, menjadi top skorer tim, dan berada di peringkat ketiga dalam daftar top skorer Liga 2.

Menentukan hanya salah satu dari mereka untuk berada di daftar ini adalah sesuatu yang hampir mustahil – kami pun akhirnya berdamai dengan menempatkan keduanya di posisi yang sama. Harap maklum.

Pages