Top 10/50/100

10 Pemain yang Harus Menghadapi Sindrom Musim Kedua

We are part of The Trust Project What is it?

Roque Santa Cruz (Blackburn Rovers)

Sempat bermain untuk Bayern Munich dan konsisten untuk menjadi pemain pesakitan dari bangku cadangan bagi Die Roten, akhirnya Santa Cruz memutuskan memulai hidup baru bersama Blackburn Rovers di Premier League Inggris pada musim 2007/08. Keputusannya sangat tepat, ia menjalani salah satu momen terbaiknya dalam sepakbola. Gelontoran 19 gol di Liga dan mengangkat Blackburn ke posisi tujuh klasemen akhir saat itu adalah pencapaian yang lumayan untuk dirinya.

Meski ditempa dengan gosip kepindahan sang penyerang menuju kesebelasan yang lebih mapan, ternyata Blackburn berhasil mengamankan jasa penyerang Paraguay ini untuk semusim berikutnya. Namun sayangnya, penampilan Santa Cruz harus drop dan hanya mampu mencetak empat gol saja bagi Blackburn di musim 2008/09 lalu. 

Marco Negri (Rangers)

Total 32 gol dari 30 pertandingan Marco Negri di musim pertamanya bersama Rangers membuat namanya dielu-elukan oleh seluruh pendukung Rangers saat itu. Ia juga digadang-gadang sebagai salah satu penyerang berbakat dari Italia.

Namun, mimpi indah Marco Negri hanya berlangsung satu musim saja. Setelahnya, karir sepakbola pria asli kelahiran Milan ini tenggelam dimakan waktu, cedera dan kesialan lainnya. Ia menjalani masa peminjaman ke Vicenza (ia hanya mencetak sebiji gol saja) kemudian akhirnya ia resmi pulang ke Italia dan tak pernah lagi ia mencetak gol sebanyak yang ia pernah lakukan bersama Rangers sampai penghujung karir sepakbolanya berakhir.  

Christian Benteke (Aston Villa)

Kepindahan Benteke dari Belgia menuju Inggris ternyata menjadi salah satu sensasi dan kandidat kuat penyerang masa depan tim nasional Belgia. Ketajamannya di depan gawang bersama Aston Villa cukup meyakinkan dengan membuat 23 gol di segala kompetisi saat musim 2012/13 lalu.

Namun peforma apiknya tersebut hanya bertahan satu musim. Seakan terjangkit sindrom musim kedua, pada musim selanjutnya (2013/14), Benteke hanya sanggup mengemas 11 gol saja di segala kompetisi bagi Aston Villa atau kurang dari setengah jumlah gol yang ia lesakkan di musim 2012/13.

Antonio Nocerino (AC Milan)

Tepat satu jam sebelum bursa transfer musim panas 2011 lalu di tutup, AC Milan berhasil memboyong gelandang bertenaga, Antonio Nocerino. Tentu saja tak ada ekspetasi berlebih dari pemain yang sebelumnya hanya membela Palermo dan mempunyai banderol €500 ribu.

Namun, catatan 10 gol bagi seorang gelandang tengah adalah sebuah prestasi. Penampilan impresifnya bersama AC Milan di musim 2011/12  bahkan dihargai oleh Forza Italian Football sebagai transfer terbaik musim tersebut. Nocerino sendiri bertahan di Milan dua musim selanjutnya dan sepanjang dua musim itu ia hanya mampu mencetak dua gol saja. Kontras sekali dengan apa yang ia tampilkan di musim pertama. Nocerino akhirnya menghabiskan sisa kontraknya di Milan dengan menjadi pemain pinjaman.