10 Pembelian Terburuk yang Pernah Dilakukan Liverpool

Liverpool harus belajar dari masa lalu, terutama dari pengalaman mereka memboyong 10 nama ini, yang menjadi kegagalan besar bagi mereka...

Selain terkenal dengan sejarah sepakbolanya yang mentereng baik di kancah Inggris dan Eropa, Liverpool juga terkenal dengan kebijakan transfer di luar nalar. Mulai dari era Graeme Sounnes, Gerard Houlier hingga Brendan Rodgers, The Reds banyak sekali mendatangkan pemain yang pada akhirnya tak terpakai.

Kehadiran seorang Damien Comolli dan Ian Ayre di jajaran manajerial klub pada tahun 2011 juga belum banyak membantu Liverpool dalam hal transfer pemain. Namun, di era Juergen Klopp, permasalahan tersebut kini sedang dibenahi.

Kendati demikian, bukan berarti Klopp aman. Selalu ada kemungkinan pemain yang dibelinya musim ini juga akan flop seperti sejumlah pemain yang sempat mencicipi kostum kebanggaan klub asal Merseyside ini. Oleh karena itu, sebelum Anda menyambut rekrutan baru Liverpool selanjutnya, ada baiknya kita kembali mengingat sepuluh transfer terburuk yang pernah dilakukan oleh klub pengoleksi 18 gelar Liga Inggris ini…

Alberto Aquilani

Sebagai pemain yang dulunya sempat digadang-gadang bakal melanjutkan tongkat estafet Francesco Totti di AS Roma, Alberto Aquilani pasti pernah merenung mengapa nasib kurang baik mengiringi perjalanan kariernya sebagai pesepakbola. Rentetan cedera yang menemani Il Principino – julukan Aquilani – seakan menjadi mimpi buruk panjang yang setia hadir di setiap ia memejamkan mata.

Ditebus dengan mahar tinggi senilai £17 juta pada tahun 2009 silam membuat para suporter menaruh ekspektasi besar terhadapnya. Sang pemain diharapkan bisa menjadi suksesor seorang Xabi Alonso di lini tengah The Reds di bawah Rafael Benitez. Tapi apa yang terjadi? Aquilani justru lebih akrab dengan cedera dan masa pemulihan. Hal itu membuatnya terdepak dari rencana Roy Hodgson di musim selanjutnya.

Pemain yang sudah membukukan 38 caps bersama timnas Italia ini kemudian dipinjamkan ke sejumlah klub di Serie A, seperti Juventus dan AC Milan, hingga akhirnya pada tahun 2012, Fiorentina bersedia menampung sang pemain. Namun, kontraknya tak kunjung dierbarui oleh La Viola kendati sudah tiga musim menyumbangkan tenaganya untuk membantu mencapai final Coppa Italia dan Europa League.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Aquilani kini berseragam Sporting Lisbon.

El Hadji Diouf

Rasanya tak perlu diperdebatkan lagi apabila Diouf memang pembelian terburuk dalam sejarah Liverpool. Datang dari Lens pada tahun 2002 dengan nilai transfer £10 juta, pada kenyataannya ia tak mampu menampilkan performa terbaik.

Para fans boleh bangga dan menaruh harapan tinggi pada Diouf karena ia sebelumnya didapuk sebagai pemain Afrika terbaik tahun 2002 versi BBC. Selain itu, ia menandai debutnya dengan sepasang gol ke gawang Southampton di Anfield. Siapa yang tak senang dengan ini?

Namun, setelah performa mengagumkan tersebut, performa Diouf menurun tajam. Praktis, ia kemudian masuk dalam radar merah seorang Gerard Houllier. Meski begitu, pelatih yang sukses membawa Liverpool meraih treble pada tahun 2001 masih memberikan kesempatan sekali lagi dan apa yang terjadi selanjutnya saya pikir Anda tidak akan bisa membayangkan.

Diouf hanya mencetak sebiji gol dari 33 pertandingan yang ia lakoni, itu juga diiringi dengan perlakuan negatif di atas lapangan yang tentu saja tak patut untuk ditiru. Ia tak mencetak satu gol pun di sepanjang 2003-04 meski mencatatkan 13 kartu kuning dan satu kartu merah. Jamie Carragher menyebutnya sebagai “Ia adalah salah satu penyerang terburuk di sepanjang sejarah Liverpool. Ia mungkin satu-satunya pemain no. 9 yang tak bisa mencetak gol di sepanjang musim.”

Pages