Top 10/50/100

10 Penampilan Terbaik Manchester United di Kompetisi Eropa Sejak 1990

Manchester United

Dari pertandingan menegangkan melawan Real Madrid, hingga permainan taktis terbaik ala Sir Alex. Inilah 10 pertandingan terbaik Manchester United sejak 1990...

We are part of The Trust Project What is it?

10. Arsenal 1-3 Manchester United, 2009

Sekarang, memiliki satu tim Inggris di semifinal Liga Champions tampak seperti sesuatu yang sulit, jadi rasanya sulit dipercaya ada tiga tim yang lolos di tahun 2009. Saat Chelsea marah-marah sendiri dan akhirnya terbuang setelah kalah tipis dari Barcelona, United dengan mudah membuang The Gunners dengan gaya permainan menyerang mereka yang sebenarnya.

Manchester United mengantongi keuntungan 1-0 dari leg pertama untuk pertandingan mereka di Emirates, dan sudah unggul 2-0 di laga tandang ini hanya dalam waktu 11 menit saja. Terpelesetnya Kieran Gibbs membuat Park Ji-Sung mencuri dan mencongkel bola melewati Manuel Almunia. Gol kedua layak dikenang banyak orang –tendangan bebas yang meroket kencang dari jarak yang begitu jauh dari Cristiano Ronaldo- nyaris sebuah pengulangan dari gol yang sama saja konyol-nya yang ia ciptakan menghadapi Porto beberapa waktu sebelumnya di kompetisi ini.

Sekedar pengingat bagi Anda yang lupa gol indah Ronaldo ke gawang Porto

Gol ketiga dari kemenangan 3-1 ini adalah puncak permainan menyerang United. Serangan balik yang tajam dan menentukan ala United yang hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja.

Ronaldo melepaskan diri dari sepak pojok Arsenal dengan melakukan backheel ke Park, yang langsung melepaskan bola ke Wayne Rooney yang sedang berlari kencang di sisi kiri. Ronaldo terus berlari ke kotak penalti lawan untuk menyelesaikan crossing Rooney dengan sempurna. Ini adalah gol terakhirnya di kancah Eropa dengan seragam United.

9. Bayer Leverkusen 0-5 Manchester United, 2013

Tidak terlalu banyak hal bagus yang terjadi di sisi Eropa semenjak kepergian Alex Ferguson, dengan kemungkinan besar pengecualian di perjalanan mereka di Europa League musim ini. Dan kapan terakhir kali United menang dengan skor besar di Eropa setelah Sir Alex pensiun? Ternyata, Moyesy pernah melakukan hal itu. Dia sukses memimpin pembantaian Bayer Leverkusen di fase grup Liga Champions.

Pembantaian di Eropa semacam ini dulu seringkali terjadi (kasihan Brondby), tapi hasil ini mencatatkan kemenangan tandang terbesar United di Liga Champions. Wayne Rooney berperan di empat gol yang tercipta, Antonio Valencia, Jonny Evans, Chris Smalling, dan Nani mencatatkan nama mereka di papan skor dan membawa United ke fase selanjutnya dengan masih tersisa satu pertandingan.  

8. Manchester United 2-1 Bayern Munich, 1999

Pertandingan ini WAJIB ada di dalam daftar ini, karena kita semua pasti ingat bagaimana laga ini berakhir, tapi Manchester United sebenarnya tidak bermain bagus sama sekali di sini. Mereka terganggu sepenuhnya dengan absennya Paul Scholes dan Roy Keane di lini tengah, dan juga tentu saja kelelahan berat akibat harus bertarung memperebutkan gelar Premier League dan Piala FA yang berjalan hingga detik terakhir.

Lini tengah yang berisi Jesper Blomqvist, Nicky Butt, David Beckham, dan Ryan Giggs bukanlah pilihan ideal Sir Alex Ferguson

Lini tengah yang berisi Jesper Blomqvist, Nicky Butt, David Beckham, dan Ryan Giggs bukanlah pilihan ideal Sir Alex Ferguson –dan United kesulitan untuk menembus Bayern Munich setelah tertinggal dari tendangan bebas mendatar Mario Basler di awal laga. Kedua tim ini sudah bermain imbang 3-3 dan 2-2 di fase grup, jadi mungkin memang kemunculan lebih banyak gol tidak bisa dihindari –walaupun jelas banyak jantung yang berhenti saat Carsten Jancker melepaskan tendangan salto yang menghantam mistar gawang the Red Devils. Pada akhirnya... kita semua tahu apa yang terjadi di akhir pertandingan kan?

7. Manchester United 1-0 Barcelona, 2008

Paul Scholes absen di final Liga Champions tahun 1999 karena akumulasi kartu, namun gol luar biasa-nya lah yang memastikan United lolos ke Final mereka selanjutnya. Ini adalah tim United yang sangat berbeda, dibangun dengan dasar trio serangan balik nan kencang: Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, dan Carlos Tevez. Tim ini disiapkan untuk menghentikan Barcelona yang –dengan beberapa perubahan sedikit- pada akhirnya menjadi salah satu klub paling sukses sepanjang sejarah.

United sudah mengamankan hasil imbang 0-0 di Camp Nou pada leg pertama –walaupun mereka seharusnya bisa mendapatkan hasil akhir yang lebih baik, kalau saja Ronaldo tidak gagal mengeksekusi penalti di menit ketiga. Pada menit ke 14 leg kedua, Scholes mengambil bola dari sebuah umpan yang gagal dan melepaskan sebuah tembakan kencang tanpa bisa dihentikan ke pojok atas gawang.