Analisa

10 Penyerang Terbaik Dunia

Neymar Brazil

FFT memilih penyerang terbaik di planet ini, dengan banyak talenta berkelas atas yang tereliminasi

We are part of The Trust Project What is it?

Sebagai catatan: Daftar ini hanya menampilkan penyerang lebar atau striker kedua, jadi, pemain-pemain seperti Cristiano Ronaldo, Harry Kane, dan Luis Suarez tidak memenuhi syarat untuk masuk ke sini.​

10. Raheem Sterling (Manchester City)

Raheem Sterling

Sterling menikmati musim terbaik dalam kariernya di musim 2017/18, saat ia mencetak 23 gol dan memberikan 12 assist untuk Manchester City yang diarsiteki oleh Pep Guardiola. Pemain berusia 23 tahun ini tidak selalu terlihat sebagai finisher yang paling alami, tetapi, kontribusi gol dan assistnya telah sangat populer dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, Sterling menawarkan banyak hal lain selain gol, dengan pergerakan cerdas dari winger ini adalah salah satu atributnya yang paling menonjol. Pergerakan tanpa bola Sterling adalah fitur utama dari permainan menyerang Inggris di Piala Dunia, di mana dia tidak mencetak gol tetapi masih berkontribusi banyak untuk rekan satu timnya.

9. Sadio Mané (Liverpool)

Sadio Mane

Kontribusi Mané seolah dibayangi oleh musim sensasional yang dimiliki Mohamed Salah pada musim 2017/18, tetapi, pemain Senegal ini masih mampu mencetak 20 gol di semua kompetisi. Dia memulai musim ini dengan mencetak empat gol dalam empat kemenangan Liverpool di Premier League.

Seorang pemain yang dapat berlari cepat dengan bola di kakinya, Mané melakukan pertahanan dan membuka ruang bagi rekan setimnya dengan gerakannya yang tajam ke dalam dan keluar tempatnya bergerak. Skill menembaknya juga sangat bagus. Ia bisa menggabungkan kekuatan dan ketepatan, dan penghitungan tujuh assist musim lalu menunjukkan bahwa mantan punggawa Southampton ini dapat menyediakan peluang bagi rekan satu timnya juga.

8. Paulo Dybala (Juventus)

Paulo Dybala

Dybala melalui beberapa bulan yang sulit baik untuk negara dan klub tempatnya bermain. Pemain berusia 24 tahun itu hanya bermain 22 menit saat Argentina berpartisipasi di ajang Piala Dunia yang berakhir mengecewakan, terutama karena ia dianggap terlalu bergaya mirip dengan Lionel Messi. Saat kembali bermain di Juventus, dia menemukan dirinya di bangku cadangan saat Max Allegri terlihat seperti membangun tim dengan menjadikan Cristiano Ronaldo sebagai inti permainan.

Tidak dapat dihindarkan bahwa Dybala akan kembali bermain pada saatnya, dan prospek pemain yang bertinggi badan 1,77 meter ini dapat memberikan amunisi untuk Ronaldo adalah hal yang menggiurkan. Lincah, kreatif, dan serba bisa, mantan pemain Palermo ini memiliki potensi untuk naik ke puncak.

7. Gareth Bale (Real Madrid)

Gareth Bale

Setelah mencetak dua gol - satu tendangan overhead yang spektakuler - dalam kemenangan final Liga Champions atas Liverpool pada Mei lalu, Bale mengisyaratkan bahwa masa depannya jauh dari Real Madrid. Namun kepergian Ronaldo selanjutnya mengubah segalanya, memungkinkan anggota tim nasional Wales ini untuk mengambil peran penting di Santiago Bernabeu.

Bale telah merespons dengan baik di minggu-minggu awal musim 2018/19, dan jika dia bisa tetap fit dia bisa menikmati musim terbaiknya di ibukota Spanyol. Cepat, tak ada basa-basi, dan diberkati dengan kaki kiri yang luar biasa, pemain berusia 29 tahun ini memiliki kemampuan untuk memenangi pertandingan dengan kekuatannya sendiri.

6. Mohamed Salah (Liverpool)

Mohamed Salah

Belum ada musim debut yang lebih spektakuler dari yang dimiliki Salah di musim 2017/18. Didatangkan dari Roma pada musim panas sebelumnya, pemain internasional Mesir itu mengoleksi 44 gol di semua kompetisi saat Liverpool finis di empat besar Premier League dan mencapai final Liga Champions, di mana cedera awal bagi pemain bintang mereka ini sangat merusak peluang kemenangan mereka.

Salah selalu diberkati dengan kecepatan, tetapi dia sekarang jauh lebih efektif di bagian sepertiga akhir. Sama seperti Arjen Robben di masa kejayaannya, para bek tahu bahwa mantan pemain Chelsea itu ingin memotong bola lewat kaki kirinya dan mencetak gol... tetapi menghentikannya adalah masalah yang sama sekali berbeda.