Analisa

10 Pertukaran Pemain Terbesar di Sepanjang Sejarah Sepakbola

Sekarang, ini sudah jarang terjadi, tetapi Alexis Sanchez dan Henrikh Mkhitaryan mengingatkan kita bahwa pertukaran pemain pun bisa terjadi di sepakbola. Amit Katwala pun mendaftar pertukaran pemain terbesar yang pernah terjadi: termasuk melibatkan Fabio Cannavaro dan Ian Wright

We are part of The Trust Project What is it?

Resminya transfer Sanchez dan Mkhitaryan membuat kita teringat akan pertukaran pemain, yang memang sangat jarang terjadi – sebuah cara terakhir yang mungkin akan digunakan oleh seorang pemain gim Football Manager ketika klubnya tak punya uang lagi, dan sebuah format transfer yang anehnya cukup populer di Serie A.

Di sini, kami memilih 10 pertukaran pemain terbesar dalam sejarah sepakbola – dan mengingatkan tim mana yang lebih diuntungkan dari pertukaran tersebut...

Andy Cole ditukar dengan Keith Gillespie + £6 Juta

Manchester United dan Newcastle

Saat itu, transfer ini jadi pertanda bahwa Alex Ferguson seperti sudah kehilangan akal sehatnya – ini adalah musim (1994/95) ketika ia membuang banyak pemain yang telah membantunya merebut gelar juara liga pertama Manchester United sejak era Matt Busby.

Namun ternyata hasilnya lumayan – Cole akhirnya memenangkan hampir semua gelar di United, meski ia tetap dikritik karena dianggap terlalu sering membuang peluang di depan gawang. Sementara Cole merebut berbagai gelar, Gillespie menjadi figur kunci di skuat The Magpies yang hampir mampu menyaingi United. Ia meninggalkan Tyneside pada 1998.

Pemenang: Manchester United

Zlatan Ibrahimovic ditukar dengan Samuel Eto’o + £35 Juta

Barcelona dan Inter

Pep Guardiola mungkin dianggap sebagai manajer terhebat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi jelas ia kurang ahli di meja negosiasi, seperti yang ditunjukkan dalam transfer ini. Semua orang terkejut ketika bos Barcelona ketika itu melego Samuel Eto’o yang membantunya memenangkan semua gelar di tahun 2009.

Pertukaran langsung antara kedua pemain dalam transfer ini tanpa melibatkan uang mungkin lebih masuk akal, tetapi harus melepaskan £35 juta juga selain kehilangan Eto’o adalah hal yang luar biasa mengejutkan. Ini adalah tipe transfer yang membuat Anda harus memperhatikan dua kali apakah ini benar-benar terjadi – seperti jika Anda membeli sesuatu di supermarket lalu Anda harus melihat ulang struk karena terheran-heran dengan uang yang harus dikeluarkan.

Tim Inter asuhan Jose Mourinho akhirnya mendapatkan keuntungan besar dari transfer ini – Inter yang dibela Eto’o menjuarai Liga Champions setahun kemudian, di mana mereka mengalahkan Barcelona di semifinal. Sementara Ibrahimovic dan Guardiola bertengkar secara spektakuler, terutama setelah laga tersebut, seperti yang diceritakan oleh sang pemain di buku otobiografinya.

“Guardiola memandang tajam ke arah saya dan saya akhirnya lepas kendali,” tulisnya. “Saya pikir, ‘Itu musuh saya, sedang menggaruk kepala botaknya!’ Saya lalu berteriak padanya, ‘Kamu pengecut!’ dan mungkin hal-hal lain yang lebih buruk."

Pemenang: Inter

Fabio Cannavaro ditukar dengan Fabian Carini

Inter dan Juventus

Pada tahun 2004, Inter membuang calon kapten Italia yang menjuarai Piala Dunia dan menukarnya dengan kiper asal Uruguay, Fabian Carini. Cannavaro lalu menjadi bagian penting di lini pertahanan Si Nyonya Tua yang luar biasa, di mana ia bermain di depan Gianluigi Buffon dan di samping Lilian Thuram dan Gianluca Zambrotta, sebelum ia pergi ke Real Madrid pasca skandal Calciopoli.

Sebaliknya, Carini kesulitan masuk tim utama Inter, dan total hanya tampil empat kali selama tiga tahun di sana, di mana sebagian besar ia habiskan sebagai pinjaman. Carini pensiun pada 2016 karena rasa sakit di bagian punggung bagian bawah yang kronis, sementara Cannavaro kini menjadi manajer klub Tiongkok, Guangzhou Evergrande.

Pemenang: Juventus

Roberto Carlos + £1 Juta ditukar dengan Ivan Zamorano

Inter dan Real Madrid

Penyerang Cile, Ivan Zamorano, adalah salah satu striker terbaik di Eropa pada 1995, setelah mencetak 28 gol dalam 38 pertandingan untuk membantu Real Madrid memenangkan gelar juara La Liga. Tetapi kemudian ia malah dipinggirkan karena kedatangan Raul, dan pindah ke Inter asuhan Roy Hodgson, dan ditukar dengan Roberto Carlos.

Pemain Brasil itu kemudian menjadi salah satu bek kiri terbaik di dunia, dan meski Zamorano juga tidak gagal di Inter, ia mungkin lebih dikenang karena memasang nomor punggung 1+8 di jerseynya, karena tak bisa menggunakan angka 9.

Pemenang: Real Madrid