Analisa

10 Rivalitas Manajer Terparah di Sepanjang Sejarah Premier League

Setelah pertemuan dua musuh lama, Antonio Conte dan Jose Mourinho di akhir pekan lalu, Greg Lea melihat persaingan-persaingan tersengit antar manajer yang pernah terjadi di Premier League

We are part of The Trust Project What is it?

Jose Mourinho vs Arsene Wenger

Mungkin inilah perseteruan antar manajer yang paling lama berjalan di Premier League. Persaingan antara Mourinho dan Wenger tampak sering kali melampaui persaingan yang terjadi antara tim masing-masing di lapangan. Manajer asal Portugis tersebut sering mencemooh pandangan idealis yang dimiliki oleh manajer Arsenal tersebut, yang sangat berbeda dengan sikapnya yang pragmatis.

Sembilan tahun setelah Mourinho memanggil Wenger dengan julukan "voyeur" (orang yang merasa puas dengan melihat orang lain melakukan aktivitas seksual), dirinya mengatakan kepada wartawan di tahun 2014 bahwa manajer asal Prancis itu adalah "spesialis gagal" setelah bos Arsenal tersebut mengatakan bahwa eks-manajer Chelsea itu begitu takut untuk gagal. Sementara Jose lebih unggul dalam mengatakan hal yang menyakitkan, setidaknya Wenger lebih unggul saat insiden dorong-dorongan di pinggir lapangan.

Alex Ferguson vs Kenny Dalglish

Tempat kelahiran Ferguson dan Dalglish hanya berjarak beberapa mil di Glasgow, dan kedua pria tersebut kemudian sama-sama bekerja di dua klub besar di barat laut Inggris. Hal-hal tersebut membuat dua pria Skotlandia ini memiliki banyak kesamaan, namun sifat kompetitif keduanya lah yang membuat rivalitas keduanya sebagai manajer menjadi tak dapat dihindari.

Ferguson, sang manajer Manchester United, mulai bertengkar dengan Dalglish ketika Dalglish memimpin Blackburn merebut gelar juara liga pada tahun 1995. Setelah itu, mereka juga sempat kembali berseteru saat Dalglish kembali ke Liverpool sebagai manajer untuk kedua kalinya, terutama setelah Luis Suarez dinyatakan bersalah melakukan serangan rasial terhadap Patrice Evra.

Mungkin, serangan verbal yang paling berkesan justru datang dari Dalglish yang pendiam. Ketika itu ia berkata kepada pers bahwa ia lebih memilih untuk berbicara dengan putrinya yang masih kecil, Lauren, dibandingkan dengan Fergie ("Anak saya lebih masuk akal darinya") setelah Liverpool dan Manchester United bermain imbang di Anfield. Namun, di balik perdebatan-perdebatan itu, rasa hormat di antara dua musuh lama ini selalu ada.

Pages