10 Tanda Kalau Kamu Adalah Penggila Sepakbola Lokal

Kebanggan mendukung tim lokal, apalagi tim tempat kelahiran sendiri tentu jauh berkali lipat bangganya dengan mendukung tim dari luar negeri. 

Misalnya, ada seorang pemuda kelahiran Surabaya yang sangat mengidolakan Persebaya Surabaya namun juga ia mengidolakan AC Milan. Ini sangat lazim kita temui saat ini.

Kecintaan kita terhadap klub sepakbola luar negeri memanglah terbatas. Tak semua penggemar Liverpool di Indonesia bisa mendukung langsung di Anfield, misalnya. Namun jika fans Liverpool tersebut juga ternyata seorang LA Mania di Pasuruan, ia tentu bisa meluangkan waktu untuk mendukung Persela secara langsung di Stadion. Lagipula ada kesenangan tersendiri saat merayakan gol di tribun ketika mendukung tim kebanggan. Betul, kan?

Berikut kami mencoba merangkum beberapa tanda dari mereka yang cukup gila dengan sepakbola lokal. Memang tak mencerminkan semuanya serta tak seluruh fenomena bisa terangkum di sini, namun inilah hal-hal yang bisa kami himpun dari berbagai pengalaman langsung kami…

Pernah Membeli Tiket di Calo dan Jebolan

Sumpah serapah biasanya mengiringi kisah dari seorang calo, namun tak jarang juga para calo ini dirindukan. Banyak yang berpendapat bahwa calo ini kepanjangan tangan dari petugas penjual tiket, namun lebih banyak lagi yang berpendapat bahwa calo adalah seorang pemeras dompet para calon penonton.

BACA JUGA: 'Menikmati' Fenomena Penonton Gelap di Sepakbola Indonesia

Sesungguhnya kami tak menggeneralisir seluruh pecinta bola lokal pernah membeli di calo atau bahkan lebih buruk; pernah ikut dalam rombongan jebolan dari oknum penjaga pintu stadion. Namun pada faktanya calo masih tumbuh subur di Indonesia karena memang penjualan tiket di calo kerap masih menjadi idola banyak pihak yang tak sempat membeli tiket beberapa hari sebelumnya. Jika beruntung, calo tersebut memang menjual tiket asli namun harganya hanya naik tak lebih dari 50% dari harga aslinya.

Meski begitu, himbauan dari kami; Mari mulai kurang-kurangi membeli tiket di calo apalagi masuk tanpa tiket lewat oknum yang biasa disebut jebolan. Praktik jebolan ini jelas lebih merugikan klub dan mereka para penonton resmi karena membuat tribun lebih sesak tak nyaman karena kapasitas jauh lebih membengkak dari biasanya.

Khatam Dengan Suasana Stadion

Tabuhan serta nyanyian serta koreografi di tribun stadion lokal memang saat ini mulai banyak berkembang. Bagi mereka yang sering menonton langsung di tribun stadion, biasanya cukup hafal dengan alunan serta lirik-lirik lagu penyemangat (chants) yang sering dikumandangkan.

Selain itu, bagi anda yang cukup sering melawat ke satdion untuk mendukung tim lokal, sudah seyogianya kita menemukan hal-hal absurd seperti para penonton yang membawa helm masuk ke stadion, nyeker (tanpa alas kaki) ke stadion, atau mereka yang berdandan aneh seperti hantu pribumi (pocong, kuntil anak, dll) saat mendukung tim kesayangannya.

Hal absurd lainnya adalah, ehm, WC di kebanyakan stadion-stadion lokal biasanya bau pesing dan kerap terlihat tak terurus. Ini hal sepele, namun jika anda pernah ke stadion dan anda ingin buang air, satu hal yang saya bisa prediksi adalah; anda mengerenyitkan dahi karena WC-nya begitu bau apalagi dipadu dengan pasokan air yang sedikit. Ini tentu harus menjadi perhatian khusus bagi mereka para pengelola stadion di Indonesia.

Pages