Analisa

10 Transfer Terburuk Sepanjang Sejarah Bursa Transfer Januari

Jendela transfer musim dingin bukanlah waktu yang ideal untuk memboyong pemain baru ke dalam skuat, proses adaptasi menjadi salah satu alasannya. Beberapa klub ini pun harus menanggung konsekuensi dari pembelian di awal tahun kalender

We are part of The Trust Project What is it?

Bursa transfer Januari alias musim dingin itu ibaratnya pit stop, atau tempat pemberhentian bagi manajer klub-klub Eropa untuk memperkuat tim dengan merekrut pemain baru. Tapi, tidak ada jaminan pemain anyar yang datang mampu tampil baik, khususnya dalam mengangkat performa tim.

Nah, mengingat saat ini bursa transfer musim dingin tengah dibuka, mari sama-sama mengingat kembali transfer terburuk yang pernah terjadi sepanjang sejarah bursa transfer musim dingin.

1. Andy Carroll

Jauh sebelum Liverpool dua kali beruntun memecahkan rekor transfer saat merekrut Mohamed Salah dan Virgil van Dijk, mereka terlebih dahulu memecahkan rekor transfer pada Januari 2011, kala merekrut Andy Carroll dari Newcastle United seharga £35 juta

Liverpool membutuhkan penyerang baru setelah ditinggal Fernando Torres ke Chelsea. Profil Carroll dianggap tepat untuk Liverpool, apalagi ia sudah memperlihatkan ketajamannya di Newcastle United dengan mengenakan nomor punggung 9 - nomor legendaris yang pernah dikenakan Alan Shearer. 

Carroll datang bersama dengan Luis Suarez yang diboyong dari Ajax Amsterdam. Seiring berjalannya waktu, kedua pemain tersebut menuju arah yang berbeda. Suarez dianggap sebagai pembelian sukses Liverpool, sementara Carroll menjadi flop player alias pemain gagal.

Carroll hanya bertahan hingga tahun 2013 sebelum dijual ke West Ham United. Selama membela Liverpool, Carroll hanya mencetak enam gol dari total 44 penampilan.

2. Juan Cuadrado

Penyerang sayap asal Kolombia mempopulerkan namanya kala membela Fiorentina pada tahun 2012 hingga 2015. Selama itu, namanya terus dianggap sebagai bintang di Serie A melalui kemampuannya menyisir sisi sayap. Cuadrado pemain yang memiliki teknik tinggi saat mendribel bola, mampu memberikan umpan matang kepada rekan setim, dan juga tajam dalam mencetak gol. 

Cuadrado pemain serba bisa yang dapat bermain sebagai bek sayap hingga penyerang sayap. Melihat kemampuannya itu, Chelsea pun membelinya pada Januari 2015 seharga £23 juta. Kala itu, Chelsea dilatih oleh Jose Mourinho.

Di Chelsea, Cuadrado justru melempem karena jarang diberikan kesempatan mentas oleh Mourinho. Ia juga dianggap gagal beradaptasi dengan kultur sepak bola Inggris. Alhasil, Cuadrado memilih kembali ke Italia selama dua musim, pada musim 2015/16 dan 2016/17, sebagai pemain pinjaman, sebelum akhirnya dibeli permanen di tahun 2017.

Pages